Senin, 13 Jul 2020

Survei Pilpres AS: Joe Biden Unggul Telak atas Trump

Jumat, 26 Juni 2020 14:20 WIB
(AFP)

Joe Biden dan Donald Trump 

New York (SIB)
Empat bulan menjelang pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS) pada 3 November, peta pertarungan mulai terlihat jelas. Walau diprediksi akan berlangsung ketat, calon presiden (Capres) Partai Demokrat Joe Biden perlahan tapi pasti , diunggulkan untuk mengalahkan calon petahana Republikan, Donald Trump.

Hasil survei terbaru oleh Siena College/The New York Times Upshot yang dirilis Rabu (24/6) mempertegas status tidak menguntungkan Trump. Biden unggul telak dua digit 14 poin dengan dukungan 50 persen pemilih. Trump tertinggal jauh dengan raihan 36 persen.

Mantan wakil presiden Barack Obama itu mendapat dukungan yang kuat dari pemilih perempuan, pemilih muda, dan kaum minoritas blok pemilih kulit hitam dan Hispanik. Bahkan blok pemilih yang selama ini loyal terhadap Partai Republik mengalihkan suara ke Biden.

Misal blok pemilih pria, pemilih kulit putih, dan pemilih manula. Ketidakbecusan Trump menangani pandemi Covid-19 dan krisis rasial yang sedang melanda AS meyakinkan pemilih mengambang. Terutama pemilih Republik berhaluan moderat dan pemilih suburban untuk tidak memilih presiden berusia 74 tahun itu.

Tiga perlima pemilih, yaitu 60 persen menunjukkan ketidakpuasan terhadap kinerja Trump menangani virus corona dan dampak ekonomi yang ditimbulkan. Pemilih juga tidak mendukung kengototan Trump mengakhiri lockdown dan membuka kembali roda perekonomian.

Dalam hal hubungan ras, hanya 33 persen yang puas dengan kebijakan presiden ke-45 AS itu. Pemilih menolak keras upaya Trump menggambarkan kerusuhan rasial sebagai aksi melawan hukum. Hasil survei ini seirama dengan survei-survei lain di mana Trump tertinggal dua digit. Survei Fox News, stasiun televisi berhaluan konservatif yang pro-Trump, menunjukan Biden unggul 12 poin.

Biden juga memimpin di survei lain oleh CNN dengan perbandingan 55 persen melawan 41 persen. Ketiga survei ini dilakukan dengan metode telepon langsung atau live interview yang memiliki tingkat akurasi yang lebih tepat. Fakta juga menunjukan belum pernah sekalipun Trump menyalip Biden di survei.

Berita buruk lain bagi taipan real estate itu adalah tingkat kepuasan atau approval rating terhadap kepresidenannnya sangat rendah dan mandek, yaitu tidak pernah beranjak jauh di sekitar 40 persen sejak dia disumpah pada 20 Januari 2017.

Sejarah menunjukkan, sangat sulit bagi petahana untuk kembali terpilih dengan tingkat kepuasan serendah itu. Tentunya tidak sedikit yang mulai membandingkan dan menyamakan keunggulan Biden dengan keunggulan Hillary Clinton yang secara mengejutkan kalah pada pilpres 2016. Namun, sejauh ini Biden telah berkali-kali melewati angka mayoritas 50 persen, hal yang tidak pernah dapat dicapai Clinton.

Selain itu politisi kawakan berusia 77 tahun itu konsisten memiliki jarak keunggulan yang lebih telak atas Trump dibandingkan dengan istri Bill Clinton itu. Secara electoral college (lembaga pemilih presiden dan wakil presiden AS), Biden juga unggul atas hasil-hasil survei sejumlah negara bagian yang belum jelas keberpihakan suaranya (swing state) krusial seperti Wisconsin, Pennsylvania, Michigan, Arizona, North Carolina, dan Florida. Enam negara bagian ini akan menjadi pusat utama pertempuran menuju Gedung Putih. (New York Times/kps/c)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments