Rabu, 19 Feb 2020
  • Home
  • Luar Negeri
  • Sidang Pemakzulan akan Digelar, Trump Malah Terbang ke Swiss

Sidang Pemakzulan akan Digelar, Trump Malah Terbang ke Swiss

redaksisib Rabu, 22 Januari 2020 21:54 WIB
tribunnews.com
Persidangan pemakzulan Donald Trump kini berada di tangan Senat AS. Inilah hal-hal yang perlu diketahui
Washington (SIB)
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terbang ke Swiss menjelang digelarnya sidang pemakzulan terhadap dirinya di Senat. Trump harus menghadiri Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, yang dihadiri pemimpin puluhan negara serta para pengusaha dunia. Seperti dilansir Associated Press, Selasa (21/1), Trump diperkirakan tidak bisa akan menonton sidang pemakzulan dirinya via televisi di Gedung Putih, seperti yang selalu dilakukannya jika ada peristiwa penting berlangsung di Kongres AS.

Diketahui bahwa sidang pemakzulan Trump akan digelar pada Selasa (21/1) pukul 13.00 waktu AS atau pada Rabu (22/1) dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB. Trump telah terbang dari Washington DC menuju Davos pada Senin (20/1) malam waktu AS untuk mengikuti agenda-agenda penting selama dua hari.

Kehadiran Trump dalam WEF yang merupakan forum tahunan ini akan menguji kemampuannya untuk menyeimbangkan kemarahan atas pemakzulan dirinya dengan keinginan untuk memproyeksikan kepemimpinan di panggung dunia. Ditegaskan Gedung Putih bahwa Trump tetap fokus dalam melayani publik. "Pekerjaan presiden tidak berhenti hanya karena pemakzulan palsu," tegas Sekretaris Pers Gedung Putih, Stephanie Grisham, dalam pernyataannya.

Dalam pernyataan di Texas pada Minggu (19/1) waktu setempat, Trump menyatakan akan tetap pergi ke Davos meskipun waktu dan situasinya kurang tepat. Dia beralasan ingin mendorong pengusaha-pengusaha dunia berinvestasi di AS. Selama di Davos, Trump akan memberikan pidato dan bertemu para pemimpin dunia dan para CEO dari berbagai negara.

Sidang pemakzulan Trump nantinya akan diawali dengan perdebatan soal aturan yang akan berlaku sepanjang persidangan. Ketua Mahkamah Agung AS, John Roberts, akan memimpin dan memantau jalannya perdebatan. Para Senator AS -- yang kebanyakan berasal dari Partai Republik -- akan hadir dan bertindak sebagai juri dalam persidangan ini.

Sementara itu tim pengacara Trump mengajukan argumen terbaru yang isinya menyebut pemakzulan Trump sebagai 'penyimpangan berbahaya' terhadap Konstitusi AS. Dalam trial brief -- dokumen yang menjabarkan fakta, bukti dan argumen hukum sebelum sidang -- dari pihak Trump, tim pengacara menuntut Senat AS untuk segera membebaskan Trump dari dakwaan.

Disebutkan dalam dokumen itu bahwa Trump 'tidak melakukan kesalahan apapun' dan mendorong Senat AS untuk segera menolak kasus 'yang cacat' terhadapnya. "Ini (pasal pemakzulan) merupakan produk dari proses yang belum pernah terjadi sebelumnya dan proses yang inkonstitusional yang menyangkal hak dasar presiden," demikian bunyi argumen tim pengacara Trump dalam trial brief tersebut.

Dalam tanggapannya, DPR AS juga mengajukan trial brief yang disusun oleh manajer pemakzulan Trump yang beranggotakan para anggota DPR AS yang akan bertindak sebagai jaksa dalam sidang pemakzulan ini. Argumen manajer pemakzulan menyebut Trump telah terlibat dalam 'perilaku korupsi... untuk berbuat curang dalam pemilu mendatang'. Manajer pemakzulan juga menyerukan agar Senat AS mencopot Trump dari jabatannya sebagai Presiden AS 'mengikuti persidangan yang adil'.

Dalam argumennya, manajer pemakzulan -- yang semuanya politikus Demokrat -- menuduh Trump memanfaatkan 'kekuasaan presiden untuk menekan mitra asing yang rentan untuk mencampuri pemilu demi keuntungannya sendiri'.

Dua pasal pemakzulan yang dijeratkan kepada Trump terkait dengan aksi Trump yang secara diam-diam menahan bantuan militer untuk Ukraina demi menekan pemerintah Ukraina menyelidiki mantan Wakil Presiden AS Joe Biden yang berpotensi menjadi penantang Trump dalam pilpres 2020.

Pihak Trump menyebut sang presiden memiliki alasan yang sah dan wewenang konstitusional untuk menuntut agar Ukraina memberantas korupsi. Hal yang sama ditegaskan Trump saat mengakui dirinya membahas hal tersebut dalam percakapan telepon dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, tahun lalu.

Tim pengacara Trump juga berargumen bahwa Senat AS tidak bisa mencopot Trump dari jabatannya meskipun seluruh dakwaan yang dijeratkan terbukti. Menanggapi argumen itu, tim manajer pemakzulan menjawab: "Itu adalah pernyataan menakutkan. Itu juga salah besar." (Detikcom/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments