Selasa, 25 Feb 2020
Banner Menu
Detail Utama 1
  • Home
  • Luar Negeri
  • Sempat Menghilang dari Publik, Presiden China Kunjungi Pusat Penanggulangan Virus Corona

Sempat Menghilang dari Publik, Presiden China Kunjungi Pusat Penanggulangan Virus Corona

* Inggris Tetapkan Wabah Virus Corona sebagai Ancaman Serius
Selasa, 11 Februari 2020 21:36 WIB
Foto: CCTV/CNN

Momen ketika presiden China Xi Jinping (kiri) mengunjungi pusat penanggulangan virus corona di Beijing. 

Beijing (SIB)
Presiden China, Xi Jinping, menginspeksi upaya penanggulanganvirus corona di ibu kota Beijing. Ini menjadi momen pertama kalinya Xi muncul di garis terdepan dalam perang melawan wabah virus corona yang telah merenggut lebih dari 900 nyawa secara global. Sepertidilaporkan media nasional China, CCTV dan dilansir CNN, Senin (10/2), Xi mendatangi satu pusat khusus penanggulanganvirus corona di distrik Chaoyang, Beijing pada Senin (10/2) waktu setempat.

Dia tampakmemakai masker pelindung di wajahnya.Laporan televisi nasional China Global Television Network(CGTN) menyebut Xi mengunjungipusat penanggulangan itu untuk mengetahui soal upaya pencegahan dan pengendalian virus corona, serta menginspeksipasokan kebutuhan sehari-hari bagi warga.

Diketahuibahwa warga Beijing mulai kembali bekerja pada Senin (10/2) waktu setempat, setelah liburan Tahun Baru Imlek diperpanjangakibat wabah virus corona yang memaksa jutaan warga mengkarantina diri di rumah masing-masing.CNN menyebut bahwa sosokXi secara aneh seperti menghilang dalam beberapa pekan terakhir saat virus corona mewabah. Dia tidak muncul di halaman depan surat kabar nasional atau dalam tayangan utama CCTV. Padahal biasanya,sebut CNN, Xi mendominasipemberitaan media-media nasional China meskipun saat aktivitasnya tidak terlalu layak diberitakan.

Spekulasi pun beredar soal mengapa Xi seolah-olah memilih‘kursi belakang’, bahkan ketika media-media pemerintah China terus menekankan bahwa Xi memandu dan menginstruksikansemua upaya memerangi virus corona dari balik layar.
Teori yang paling meyakinkan,menurut CNN, adalah aparatus propaganda China berupaya membentuk kesan agar Xi menerima penghargaan atas seluruh langkah-langkah sukses dalam memerangi virus corona, tanpa melibatkan setiap
kesalahan atau kejatuhan akibat banyak salah langkah, khususnya di Wuhan yang menjadi asal virus corona ini.

27 WNA TERINFEKSI
Pemerintah China mengonfirmasitotal 27 warga negara asing (WNA) di negara tersebut terinfeksi virus corona asal Wuhan. Sebanyak dua orang di antaranya meninggal dunia pekan lalu. Seperti dilansir CNN, Senin (10/2), Kementerian
Luar Negeri China dalam pernyataan terbaru menyebut bahwa hingga Senin (10/2) pagi waktu setempat, total 27 WNA di wilayah China positif terinfeksi virus corona. Tidak disebut lebih lanjut asal kewarganegaraan para WNA yang terinfeksi virus corona di China.
Dua WNA di antaranya, satu warga negara Amerika Serikat (AS) dan satu warga Jepang, meninggal dunia pekan lalu. Kematian satu warga AS di China ini telah dikonfirmasi oleh Kedutaan Besar AS di Beijing. Disebutkan bahwa warga AS yang meninggal itu berusia 60 tahun dan dirawat di satu rumah sakit di Wuhan.

Nama maupun identitas warga AS yang meninggalitu tidak disebut lebih lanjut.Secara terpisah, KementerianLuar Negeri Jepang juga telah mengonfirmasi meninggalnyasatu warga mereka di Wuhan, yang menjadi pusat wabah virus corona. Sebelumnya,dilaporkan bahwa warga Jepang berjenis kelamin pria dan berumur sekitar 60-an tahunitu, diduga (suspect) virus corona.

Dia dirawat di rumah sakit di Wuhan sejak 22 Januari karena mengalami pneumonia.Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang,dalam pernyataannya menyebut tiga WNA dinyatakan telah sembuh usai menjalani perawatan medis. Sekitar 22 WNA lainnya masih dirawat dan dikarantina di rumah-rumah sakit setempat. Pekan lalu, juru bicara lainnya untuk KementerianLuar Negeri China, Hua Chunying, menyebut ada 16 WNA di antara pasien viruscorona yang ditangani di wilayah China. Dari jumlah itu,dua orang dinyatakan sembuh dan dipulangkan dari rumah sakit. Sisanya masih dirawat secaramedis dan disebut dalam kondisi stabil.

ANCAMAN SERIUS
Sementara itu, pemerintah Inggris menetapkan virus coronayang berawal dari China sebagai ‘ancaman serius bagi kesehatan publik’. Inggris juga mengumumkan langkah-langkahbaru untuk memerangi penyebaran virus ini, termasuk mengarantina paksa siapa saja yang terinfeksi.

Seperti dilansir AssociatedPress dan Reuters, Senin (10/2), Departemen Kesehatan dan Layanan Sosial Inggris dalam pernyataannya menegaskanbahwa orang-orang dengan virus corona sekarang bisa dikarantina secara paksa dan tidak akan dibebaskan untukbepergian.

Dua rumah sakit di Inggris, yakni Arrowe Park Hospital dan Kents Hill Park, ditetapkan sebagai fasilitas isolasi untuk pasien positif virus corona. “Insiden atau penularan novel coronavirus merupakan ancaman serius dan segera terhadap kesehatan publik dan langkah-langkah yang diuraikan dalam peraturan ini dianggap sebagai cara efektif untuk menunda atau mencegah penularan virus lebih lanjut,” demikian pernyataan DepartemenKesehatan dan Layanan Sosial Inggris.

Otoritas Inggris juga menetapkan kota Wuhan dan Provinsi Hubei, yang menjadiasal virus corona, sebagai ‘area yang terinfeksi’.Disebutkan juga bahwa perubahanini dirancang untuk memastikan kesehatan dan keselamatan para petugas medis yang melakukan kontak dengan para pasien yang terinfeksivirus corona. Perubahan terjadi setelah seorang pria Inggristerinfeksi virus corona usai menghadiri konferensi bisnis di Singapura pada Januari lalu. Satu kasus ini diduga masih terkait dengan sedikitnya tujuh kasus virus corona lainnya di kawasan Eropa.

Lima warga Inggris lainnya, termasuk seorang bocah laki-laki berusia 9 tahun, terinfeksi virus corona di kota ski Alpen Prancis bernama Contamines-Montjoie setelah tinggal di vila yang sama dengan pria Inggris di atas. Otoritas medis Prancis memeriksa sejumlah anak-anak dan keluarga mereka dari area yang sama dan untuk sementaramenutup tiga sekolah di mana bocah laki-laki itu menghabiskanwaktunya.Pada Senin (10/2) waktu setempat, otoritas China mengonfirmasi

908 meninggal akibatvirus corona di wilayahnya. Dua orang lainnya meninggal di Hong Kong dan Filipina. Secara global, sudah 910 orang meninggalakibat virus corona.Jumlah kasus virus corona yang terkonfirmasi di China saat ini mencapai 40.171 kasus dan 539 kasus lainnya terkonfirmasi di luar China. Total ada 40.710 kasus virus corona secara global. Dari jumlah itu, ada 39 kasus virus corona di kawasan Eropa dengan empat kasus di antaranya ada di Inggris.

Namun diketahui bahwa Inggris merupakan negara yang menjadi penghubung antara kawasan Asia dan Eropa, oleh karena itu otoritas setempat berupaya memastikan publik bahwa upaya pengendalian dan pencegahan tengah dilakukan. “Prosedur pengendalian penularankami adalah yang terdepandi dunia dan NHS (Dinas Kesehatan Nasional) bersiap dengan baik untuk menangani novel coronavirus. Langkah ini akan mempermudah para profesionalmedis untuk membantu menjaga orang-orang tetap aman di negara ini,” tandas Departemen Kesehatan dan Layanan Sosial Inggris dalam pernyataannya. (CNN/Rtr/dtc/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments