Selasa, 15 Okt 2019

Sejumlah Menteri Malaysia Desak Mahathir Usir Zakir Naik

admin Jumat, 16 Agustus 2019 12:33 WIB
Zakir Naik
Kuala Lumpur (SIB) -Empat menteri Malaysia mendesak Perdana Menteri Mahathir Mohamad untuk segera mengusir Zakir Naik setelah pemuka agama kontroversial asal India itu melontarkan komentar bernada rasial. Sebanyak tiga menteri menyampaikan desakan mereka dalam rapat kabinet pada Rabu (14/8). Mereka adalah Menteri Komunikasi dan Multimedia, Gobind Singh Deo; Menteri Ketenagakerjaan, M Kulasegaran; serta Xavier Jayakumar selaku Menteri Sumber Daya Alam, Tanah dan Air.

"Kami sudah menyampaikan sikap kami, yaitu kami harus bertindak dan Zakir Naik seharusnya tak lagi diizinkan tinggal di Malaysia," ujar Gobind melalui pernyataan yang dikutip Reuters.

Pernyataan itu berlanjut, "Perdana menteri sudah mencatat kekhawatiran kami. Kami menyerahkan kepadanya untuk mempertimbangkan sikap dan memutuskan secepatnya apa yang harus dilakukan untuk menyelesaikan masalah ini."

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Malaysia Syed Saddiq Syed Abdul Rahman juga mendukung deportasi ulama asal India itu. Ketika ditanya para wartawan apakah dirinya setuju dengan seruan untuk mendeportasi Zakir atas komentar-komentarnya yang rasis, Syed Saddiq menjawab "ya".

"Serangan terhadap saudara-saudari China dan India kita adalah serangan terhadap seluruh orang Malaysia. Sungguh konyol untuk berpikir bahwa sesama warga Malaysia saya adalah tamu saya," cetus menteri termuda dalam sejarah Malaysia itu. "Mereka adalah keluarga saya, demi Tuhan. Cukup sudah!" serunya kepada para wartawan seperti dilansir media Malaysia, The Star, Kamis (15/8).

Pernyataan tersebut dilontarkan Syed Saddiq untuk merespons komentar Zakir dalam acara bincang-bincang agama, "Executive Talk bersama Dr Zakir Naik" di Kota Baru, Kelantan, pekan lalu. Saat itu Zakir ditanyai bagaimana tanggapannya atas seruan sejumlah pihak mengenai deportasi dirinya. Zakir merespons dengan menyerukan warga China Malaysia untuk pulang lebih dulu karena mereka adalah "tamu lama" di Malaysia. Syed Saddiq menentang komentar Zakir tersebut. "Kekuatan Malaysia adalah persatuan rakyatnya. Jangan pertanyakan kesetiaan dan kebersamaan kita," cetusnya. "Saya tahu banyak warga China dan India yang bersedia mati demi negara yang mereka cintai ini," imbuhnya.

Marina Mahathir, putri sulung Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad juga ikut mengecam ulama asal India itu. Dalam cuitan di Twitter, Marina mengomentari Zakir Naik yang dikecam berbagai pihak terkait komentarnya dalam acara bincang-bincang agama, "Executive Talk bersama Dr Zakir Naik" di Kota Baru, Kelantan, pekan lalu. "Itu banyak keluarga saya, memangnya siapa Anda memberitahu kami soal itu?" demikian cuitan Marina merespons pernyataan Zakir tersebut, seperti dilansir media Malaysia, The Star, Kamis (15/8).

Cuitan Marina tersebut mendapat respons dari para pengguna Twitter yang meminta aktivis sosial itu untuk menyampaikan kepada ayahnya, PM Mahathir, agar mengusir Zakir. Belakangan ini, seruan pengusiran Zakir makin kencang di Malaysia.

Kisruh ini bermula ketika Zakir menyebut umat Hindu sebagai minoritas di Malaysia memiliki "hak seratus kali lipat" ketimbang Muslim yang juga merupakan minoritas di India. Masalah ras dan agama sendiri merupakan isu sensitif di Malaysia, di mana Muslim menjadi mayoritas dengan porsi 60 persen dari total 32 juta warga.

Kulasegaran menganggap Zakir melontarkan komentar ini untuk menciptakan celah di tengah negara multi-ras seperti Malaysia untuk meraup dukungan Muslim. Ia dan Xavier pun merilis pernyataan serupa dengan Gobind, berisi desakan agar Mahathir segera mengusir Zakir yang sudah tiga tahun memegang status penduduk tetap di Malaysia.

Mahathir sebelumnya mengatakan bahwa Zakir tidak dapat dikembalikan ke India karena ada ketakutan ia bakal dibunuh di sana. Saat ini, Zakir memang menghadapi serentetan tuntutan pengadilan di India, mulai dari kasus pencucian uang hingga ujaran kebencian. "Jika ada negara lain yang mau (menerima) dia, boleh saja," ujar Mahathir seperti dilansir kantor berita Bernama.

Zakir sendiri menampik semua tudingan para menteri Malaysia tersebut. Ia menganggap pernyataannya kerap dipelintir. "Pujian saya untuk pemerintah Malaysia demi perlakuan adil antara minoritas Hindu terkadang dipelintir dan salah dikutip demi kepentingan politik dan menciptakan keretakan komunal," ucap Zakir.

Asosiasi China Malaysia
Seruan pengusiran ulama kontroversial asal India, Zakir Naik juga datang dari Asosiasi China Malaysia (MCA), yang menyebut Zakir Naik terbukti menjadi ancaman bagi keselarasan ras di Malaysia.

"Sebagai warga negara asing dan kriminal yang sedang diburu, memangnya siapa dia menyuruh warga negara sah keturunan China untuk meninggalkan negara ini?" cetus Presiden MCA, Dr Wee Ka Siong, dalam pernyataannya seperti dilansir The Star, Kamis (15/8). "Mengingat Perdana Menteri Tun Dr Mahathir Mohamad mengatakan bahwa penerimaan dirinya (Zakir Naik-red) di Malaysia didasari alasan kemanusiaan, Zakir seharusnya memiliki harga diri," tegas Dr Wee.

Dalam postingan via Facebook pada Rabu (14/8) waktu setempat, Dr Wee menyebut Zakir Naik seharusnya menghormati ciri khas multi-ras dan multi-budaya di Malaysia, juga isu-isu sensitif yang ada, bukannya berperilaku arogan dan melontarkan komentar menyakitkan.

Dr Wee mendesak deportasi Zakir Naik ke India, di mana dia terjerat dakwaan pencucian uang dan ujaran kebencian. Ditekankan oleh Dr Wee bahwa Zakir Naik seharusnya memperhatikan etika dasar atau keluar dari Malaysia. "Saya memohon kepada pemerintah untuk segera mengusir Zakir dari negara ini dan selamanya melarangnya masuk ke Malaysia," cetus Dr Wee.

"Perkataan dan perilaku Zakir seringkali kontroversial dan memicu ketidakpuasan di kalangan orang-orang berbagai ras, khususnya Hindu. Membiarkan dia tetap di sini hanya akan membawa lebih banyak masalah bagi hubungan etnis kita," ucapnya. "Tidak mudah untuk mencapai keselarasan dan kemakmuran yang dinikmati Malaysia yang multi-ras. Kami tidak butuh orang luar yang merasa paling benar sendiri, untuk menghancurkan perdamaian sosial dan hubungan antar etnis kita," imbuh Dr Wee.

Lebih lanjut, Dr Wee mengatakan bahwa etnis China merupakan warga negara sah yang lahir dan dibesarkan di Malaysia dan terintegrasi sepenuhnya ke dalam kehidupan, budaya dan tradisi Malaysia.

"Warga keturunan China adalah bagian dari negara ini dan telah memberikan banyak kontribusi bagi pembangunan Malaysia. Warga Malaysia tidak bisa saling meminta untuk meninggalkan negara ini, dan sebagai warga negara asing, Zakir bahkan kurang memenuhi syarat untuk itu," tandasnya. (thestar/Rtr/dtc/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments