Kamis, 18 Jul 2019

Rusia Diperingatkan Tidak Campuri Pemilu AS 2020

admin Kamis, 16 Mei 2019 15:33 WIB
Dailysnews
BERSALAMAN: Menlu AS Mike Pompeo bersalaman dengan Presiden Rusia Vladimir Putin saat keduanya menggelar pertemuan di Moskow, Selasa (14/5). Pompeo memperingatkan Rusia agar tidak mengintervensi pemilu di negaranya pada 2020
Moskow (SIB) -Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo memperingatkan Rusia agar tidak mengintervensi pemilu di negaranya pada 2020. Hal itu menyusul dugaan campur tangan Moskow dalam pilpres AS pada 2016. Peringatan itu disampaikan Pompeo saat bertemu Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov di Sochi, Selasa (14/5).

"Saya menjelaskan kepada Menteri Luar Negeri Lavrov bahwa campur tangan dalam pemilu Amerika tidak dapat diterima. Jika Rusia terlibat dalam hal itu pada 2020, itu akan menempatkan hubungan kita di tempat yang kebih buruk dari sebelumnya," ujar Pompeo. Dia mengatakan akan mendorong Rusia untuk tidak melakukan hal tersebut. "Kami tidak akan mentoleransi hal itu (intervensi dalam pemilu)," ucapnya.

Pompeo pun mengatakan bahwa negaranya ingin menjalin hubungan yang lebih baik dengan Moskow. "Presiden (Donald) Trump telah menjelaskan bahwa harapannya adalah kita akan memiliki hubungan yang lebih baik. Ini akan menguntungkan masing-masing rakyar kita dan saya pikir pembicaraan kami di sini hari ini adalah langkah yang baik ke arah tersebut," kata dia.

Seusai bertemu Lavrov, Pompeo pun sempat melakukan pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Pada kesempatan itu, Putin pun mengutarakan keinginannya untuk memperbaiki hubungan dengan Washington.

"Saya telah membentuk kesan bahwa Presiden Anda ingin memperbaiki ikatan dan kontak Rusia-AS serta ingin menyelesaikan masalah yang menjadi kepentingan bersama kita," ujar Putin. Putin mengatakan harapan itu sebenarnya telah diutarakannya berulang kali. "Kami juga ingin memulihkan hubungan kita sepenuhnya. Saya berharap bahwa kondisi yang diperlukan untuk itu terjadi sekarang akan dibuat," ucapnya.

Putin menyampaikan perbaikan hubungan antara Rusia dan AS sudah dapat dirasakan setelah dirinya melakukan panggilan melalui telepon dengan Trump beberapa waktu lalu. Berbicara sebelum pertemuan dengan Pompeo, Putin menegaskan negaranya tidak ikut campur dalam pemilihan presiden AS 2016. "Secara keseluruhan dia (Penasihat Khusus Robert Mueller) melakukan penyelidikan yang cukup objektif dan mengkonfirmasi tidak adanya kolusi antara pemerintah AS dan Rusia," ujar Putin.

Kunjungan Pompeo merupakan pertemuan tingkat tinggi pertama antara Moskow dan Washington sejak Mueller mengajukan laporan tentang peran Rusia dalam pemilihan presiden AS 2016. Penyelidikan Mueller telah mengacaukan hubungan AS-Rusia. Para pejabat Rusia telah menyatakan harapan bahwa Washington akan memiliki lebih banyak ruang untuk membangun hubungan yang lebih bersahabat dengan Moskow.

Selain membicarakan mengenai laporan Mueller, Pompeo dan Lavrov juga membahas sejumlah masalah-masalah strategis mulai dari masalah Iran, Suriah, Ukraina, dan Venezuela. Dalam konferensi pers bersama setelah pertemuan, Pompeo mendesak Rusia agar mengakhiri dukungan bagi Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Tapi, permintaan tersebut ditolak oleh Moskow.

"Sudah tiba saatnya bagi Nicolas Maduro untuk pergi, dia tidak membawa apa-apa selain kesengsaraan bagi rakyat Venezuela, dan kami berharap dukungan Rusia untuk Maduro akan berakhir," kata Pompeo.

AS bersama dengan sekitar 50 negara lain, mendukung gerakan oposisi yang dipimpin oleh Juan Guaido, yang menyatakan dirinya sebagai presiden sementara pada Januari. Lavrov mengatakan masa depan Maduro harus diputuskan oleh rakyat Venezuela. Dia menyebut tekanan AS terhadap Rusia untuk mengakhiri dukungan untuk Maduro tidak demokratis. (T/h)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments