Selasa, 20 Agu 2019
  • Home
  • Luar Negeri
  • Ribuan Demonstran ˋRompi Kuningˊ Kembali Beraksi di Prancis

Ribuan Demonstran ˋRompi Kuningˊ Kembali Beraksi di Prancis

Admin Minggu, 16 Desember 2018 12:30 WIB
SIB/dailymail
Paris (SIB) -Ribuan demonstran 'rompi kuning' kembali turun ke jalanan Prancis untuk pekan kelima dalam aksi memprotes pemerintahan Presiden Emmanuel Macron. Aksi protes tetap digelar meski ada seruan untuk menahan diri usai terjadi penembakan maut di Strasbourg awal pekan ini. Tidak diketahui jumlah pasti demonstran 'rompi kuning' yang ikut aksi protes pada Sabtu (15/12) waktu setempat. Namun sumber kepolisian setempat menyatakan jumlah demonstran untuk akhir pekan ini jauh lebih sedikit jika dibandingkan akhir pekan lalu.

Bentrokan singkat antara sejumlah demonstran dengan polisi antihuru-hara dilaporkan sempat terjadi di dekat Champs-Elysees, Paris. Gas air mata sempat ditembakkan ke arah para demonstran. Tak jauh dari lokasi bentrokan, sejumlah aktivis wanita dari kelompok feminis, Femen, beraksi sambil bertelanjang dada. Mereka berhadapan dengan para petugas keamanan yang disiagakan menjaga area sekitar Elysee Palace atau Istana Kepresidenan Prancis.

Loic Bollay (44) salah satu demonstran 'rompi kuning' yang berkumpul di Champs-Elysees mengakui bahwa aksi protes pada pekan ini sedikit berkurang dibanding beberapa pekan sebelumnya. Namun dia menyatakan pergerakan akan terus berlanjut hingga tuntutan demonstran ditanggapi pemerintah Prancis. "Sejak serangan Strasbourg, suasananya jauh lebih tenang, tapi saya pikir Sabtu pekan depan dan Sabtu selanjutnya lagi...semuanya akan kembali," ucapnya.

Kementerian Dalam Negeri Prancis menyatakan sekitar 69 ribu personel kepolisian dikerahkan untuk mengamankan aksi protes. Selain Paris, pengerahan juga dilakukan di kota-kota seperti Toulouse, Bordeaux dan Saint-Etiene.

Sumber kepolisian setempat menuturkan kepada Reuters bahwa sekitar 16 ribu demonstran tercatat ikut aksi di berbagai kota di Prancis, kecuali Paris. Jumlah itu memang jauh lebih sedikit jika dibandingkan jumlah demonstran pada 8 Desember lalu yang mencapai 22 ribu orang.

Dituturkan seorang pejabat kepolisian Paris yang enggan disebut namanya bahwa ratusan demonstran di Paris beraksi secara menyebar ke beberapa area. Sejauh ini pihak keamanan telah menangkap 85 demonstran.

Para demonstran antipemerintah Prancis disebut sebagai demonstran 'rompi kuning' karena rompi kuning mencolok yang mereka pakai dalam aksi. Demonstran 'rompi kuning' mulai turun ke jalanan untuk memprotes kenaikan harga bahan bakar sejak 17 November lalu. Aksi protes ini semakin meluas hingga menjadi unjuk rasa besar-besaran yang memprotes kenaikan biaya hidup sehari-hari dan kebijakan ekonomi Macron.

Dalam pernyataan pada awal pekan ini, Macron mengumumkan kenaikan upah minimum bagi para pekerja dan pemotongan pajak untuk pensiunan. Pengumuman itu diharapkan bisa meredakan aksi protes, namun para demonstran menegaskan akan tetap menekan pemerintahan Macron.

Serangan maut di pasar Natal Strasbourg pada Selasa (11/12) yang menewaskan 4 orang, membuat pemerintah Prancis juga politikus oposisi dan sejumlah serikat pekerja menyerukan para demonstran 'rompi kuning' menahan diri turun ke jalanan. Tampaknya seruan itu tidak mempan. (Detikcom/h)
Editor: Admin

T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments