Minggu, 09 Agu 2020

Rem Blong, Truk Bawa Anak Sekolah Terguling, 8 Tewas

admin Minggu, 21 Juli 2019 15:45 WIB
AFP
Sejumlah warga mengevakuasi mayat korban dari lokasi kecelakaan truk pembawa rombongan anak sekolah di kota Boljoon, provinsi Cebu, Filipina. Sebanyak 8 anak tewas dalam kecelakaan yang terjadi pada Jumat (19/7) waktu setempat tersebut.
Manila (SIB) -Delapan anak dan satu orang lainnya tewas dalam kecelakaan truk di Filipina bagian tengah. Rem truk yang difungsikan sebagai kendaraan angkut orang tersebut blong saat menuruni gunung. Seperti dilansir AFP, Jumat (20/7), truk jungkit atau dump truck itu difungsikan untuk mengangkut puluhan orang yang hendak menghadiri kegiatan olahraga. Insiden terjadi saat truk melewati turunan di jalanan pegunungan luar kota Boljoon. Dituturkan Wali Kota Boljoon, Merlou Derama, kepada AFP bahwa rem truk blong saat melewati turunan sehingga laju truk tidak terkendali.

Menurut Derama, setidaknya ada 30 anak sekolah dan beberapa guru serta orang tua murid yang berdesak-desakan di dalam truk bak terbuka itu. "Sopir truk berupaya melambatkan laju kendaraannya dengan berusaha menyerempetkan bagian samping truk dengan sisi gunung," sebut Derama. Upaya sopir truk itu gagal dan truk malah terguling.

Delapan anak, terdiri atas tiga perempuan dan lima laki-laki yang berusia 11-12 tahun, tewas seketika di lokasi kecelakaan. Seorang wanita yang merupakan ibu dari salah satu siswa, juga tewas seketika. Derama menambahkan bahwa lima anak lainnya dilarikan ke rumah sakit setempat dalam kondisi luka-luka.

Kepolisian wilayah Boljoon menyatakan pihaknya akan meminta jaksa setempat untuk mengajukan dakwaan pembunuhan terhadap sopir truk, yang sama sekali tidak terluka dalam insiden ini.

Lebih lanjut, Derama menuturkan bahwa truk ini dipinjamkan oleh pemerintah lokal, kepada sebuah sekolah terpencil untuk mengangkut para siswa yang hendak ikut kompetisi olahraga di Boljoon karena pilihan transportasi sangat terbatas di kawasan tersebut. (AFP/dtc/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments