Rabu, 11 Des 2019

Presiden Lithuania Bebaskan Dua Mata-mata Asal Rusia

redaksi Minggu, 17 November 2019 20:03 WIB
news.detik.com
Presiden Lithuania

Moskow (SIB)
Presiden Lithuania Gitanas Nauseda memberikan pengampunan kepada dua warga negara Rusia, Nikolai Filipchenko and Sergey Moiseenko, yang dipidana atas dakwaan melakukan kegiatan mata-mata. Hal itu pun membuka jalan bagi kemungkinan pertukaran mata-mata dengan Moskow.


"Nikolai Filipchenko sudah diampuni untuk seluruh masa hukumannya sesuai dengan Pasal 79 (2) Kitab Undang-Undang Pidana Lithuania dan Sergey Moiseenko telah diampuni untuk seluruh masa hukumannya," kata kantor kepresidenan Lithuania dalam pernyataan, dikutip dari AFP, Jumat (15/11).


Nauseda menandatangani dekrit untuk mengampuni Nikolai Filipchenko dan Sergei Moisejenko yang menjalani hukuman penjara untuk spionase di negara Baltik EU dan NATO itu, menurut pernyataan yang dipublikasikan di situs resminya.
Filipchenko and Moiseenko sebelumnya dijatuhi hukuman oleh pengadilan Lituania pada tahun 2017. Kedua warga Rusia itu dapat ditukar dengan dua warga negara Lithuania, Yevgeny Mataitis dan Aristidas Tamosaitis, yang dihukum karena memata-matai di Rusia pada tahun 2016, kata Kantor Berita Baltik.


Selain itu, seorang warga Norwegia, Frode Berg, yang dihukum karena memata-matai dan dipenjara di Rusia juga bisa menjadi bagian dari pertukaran itu, kata BNS, mengutip pejabat senior yang meminta anonimitas. Dekrit Nauseda mengatakan pengampunan dua warga Rusia itu sejalan dengan undang-undang baru tentang pertukaran mata-mata.


Juru bicara kepresidenan Antanas Bubnelis menolak berkomentar lebih lanjut ketika dihubungi oleh AFP. Para pejabat Lithuania mengatakan Filipchenko bekerja untuk layanan keamanan federal Rusia FSB dan berusaha merekrut pejabat senior di negara Baltik, yang berada di bawah Moskow selama era Soviet.


Sementara, Moskow menanggapi disebut akan akan menanggapi dengan baik pengampunan dua warga Rusia yang dipenjara karena spionase itu. Hal itu disampaikan langsung kepala badan intelijen asing Rusia.


"Menurut informasi saya, ini adalah tindakan timbal balik," Direktur Layanan Intelijen Asing (SVR), Sergei Naryshkin mengatakan kepada kantor berita Rusia dalam menanggapi pertanyaan tentang reaksi Moskow. (Detikcom/d)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments