Kamis, 12 Des 2019
  • Home
  • Luar Negeri
  • Politikus Demokrat Nancy Pelosi Kembali Terpilih Jadi Ketua DPR AS

Politikus Demokrat Nancy Pelosi Kembali Terpilih Jadi Ketua DPR AS

* Janji Akhiri Shutdown, Pelosi Tetap Tolak Masukkan Anggaran Tembok Donald Trump
admin Sabtu, 05 Januari 2019 17:19 WIB
SIB/AFP

Nancy Pelosi (tengah) tertawa riang saat mendapatkan tepuk tangan meriah dari anggota lainnya setelah terpilih kembali sebagai ketua DPR AS (House of Representative), Kamis (3/1) waktu Washington. 

Washington (SIB) -Politikus senior Partai Demokrat, Nancy Pelosi terpilih kembali sebagai Ketua DPR Amerika Serikat- posisi paling kuat nomor tiga di Washington. Nancy Pelosi terpilih kedua kalinya sebagai Ketua DPR yang merupakan perempuan pertama dalam sejarah AS yang mampu melakukannya. "Saya sangat bangga menjadi ketua DPR, yang menandai tahun ke-100 kaum perempuan memiliki hak untuk memilih," kata Pelosi.

Kemenangan perempuan berusia 78 tahun ini juga menandai penguasaan mayoritas kursi di DPR oleh Fraksi Demokrat. Kemenangan Pelosi terjadi ketika Presiden Trump memerintahkan penghentian layanan pemerintah federal AS akibat pertentangan menyangkut dana pembangunan dinding perbatasan Meksiko yang diusulkan Presiden Trump. Pelosi mengatakan dia ingin mengakhiri penutupan itu, tetapi tidak akan mendukung pendanaan pembangunan dinding tembok tersebut.

Pada hari Kamis, sebanyak 102 anggota DPR AS berjenis kelamin perempuan dilantik, merupakan tertinggi sepanjang masa, termasuk 36 anggota yang baru terpilih serta 43 perempuan dengan latar kulit berwarna. Di antara mereka adalah anggota DPR Muslim pertama, yaitu Rashida Tlaib asal Michigan dan Ilhan Omar asal Minnesota. Terdapat pula anggota DPR yang merupakan orang asli Amerika sekaligus yang pertama, yaitu Debra Haaland asal New Mexico dan Sharice Davids dari Kansas. Alexandria Ocasio-Cortez dari New York juga menjadi perempuan termuda yang pernah terpilih menjadi anggota DPR.

Saat merayakan keragaman anggota DPR dari kubu Demokrat selama upacara pelantikan, ada pendapat yang berkembang di media sosial yang anggota DPR dari Partai Republik, yang sebagian besar adalah pria berkulit putih. Anggota DPR Carol Miller dari Virginia Barat adalah satu-satunya perwakilan perempuan yang baru dari Partai Republik, sehingga jumlah total perempuan dari kubu konservatif di DPR menjadi 13 - turun dari jumlah sebelumnya yaitu 23 orang sebelum pemilihan jangka menengah.

Hari pertama DPR baru biasanya mirip hari pertama sekolah. Para anggota DPR yang baru hilir-mudik di ruangan aula mirip orang kebingungan. Semua berjabat tangan dan tersenyum; serba seremonial dan wajah bersinar. Namun demikian, ada awan besar menghalangi sidang pertama di Gedung Capitol. Untuk pertama kalinya dalam sejarah AS, penutupan sebagian pemerintahan federal - yang merupakan rekor terpanjang - telah berlangsung dari satu periode DPR sebelumnya ke periode berikutnya.

Masih ada resepsi dan pidato berbunga-bunga bagi para pendukung yang melakukan perjalanan ke Washington untuk acara itu. Tapi acara bersulang sampanye akan disingkat, karena sidang paripurna DPR segera digelar. Partai Demokrat merencanakan pemungutan suara untuk mengesahkan RUU untuk membuka kembali penutupan operasi pemerintah federal hanya beberapa jam setelah upacara pelantikan berakhir.

Namun, ini merupakan langkah pembukaan. Partai Republik di Senat telah berjanji akan memberikan suara hanya pada langkah-langkah yang mendapat dukungan Donald Trump - dan presiden terus menuntut pendanaan bagi pembangunan dinding perbatasan Meksiko. Penutupan sebagian operasi pemerintahan AS dimulai ketika DPR dan Trump gagal mencapai kesepakatan mengenai anggaran pada bulan Desember.

Berjanji Akhiri Shutdown
Nancy Pelosi dan kubu Partai Demokrat telah berjanji untuk meloloskan RUU APBN untuk mengakhiri shutdown atau penutupan pelayanan pemerintah, tetapi bersikeras menolak memasukkan anggaran pembangunan dinding perbatasan Meksiko yang diusulkan Presiden Donald Trump.

Dalam sambutannya pada Kamis (3/1) waktu setempat, Pelosi berjanji membuka kembali operasi pemerintahan "untuk memenuhi kebutuhan rakyat Amerika". "Saya berjanji bahwa Kongres ini akan transparan, bipartisan dan bersatu," tambahnya. "Mari kita saling menghormati satu sama lain dan menghormati kebenaran." Namun, anggota Senat dari Partai Republik, yang juga harus menyetujui undang-undang itu, mengatakan mereka tidak akan mendukung pengesahan anggaran tanpa persetujuan presiden, yang berarti kemacetan mungkin akan terus berlanjut.

Trump, yang didukung Partai Republik, telah meloloskan RUU APBN untuk pembangunan tembok pemisah di perbatasan dengan Meksiko, ketika mereka masih menguasai kursi di DPR. Tetapi mereka tidak bisa mendapatkan dukungan 60 suara yang diperlukan di dalam Senat yang terdiri 100 kursi. Partai Demokrat memenangkan mayoritas kursi DPR dalam pemilihan jangka menengah pada November lalu.

Berbicara dari Gedung Putih, Trump mengucapkan selamat kepada Pelosi, dengan mengatakan: "Ini adalah pencapaian yang sangat, sangat hebat dan mudah-mudahan kita akan dapat bekerja sama."

Nancy Pelosi mengatakan Partai Demokrat akan dengan secepat mungkin mengesahkan RUU APBN yang menyediakan dana yang cukup untuk mengakhiri penutupan, tetapi belum menawarkan secara spesifik. Berbicara pada acara Today pada Kamis, dia mengulangi: "Tidak ada dukungan buat pembangunan dinding pemisah Meksiko." Presiden dijadwalkan untuk melanjutkan pembicaraan soal anggaran dengan kubu Demokrat dan Republik pada hari Jumat waktu Washington. (BBCI/detikcom/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments