Jumat, 18 Okt 2019
  • Home
  • Luar Negeri
  • Polisi dan Demonstran Kembali Bentrok di Yuen Long, Warga Lokal Merasa "Diteror"

Polisi dan Demonstran Kembali Bentrok di Yuen Long, Warga Lokal Merasa "Diteror"

admin Senin, 29 Juli 2019 21:46 WIB
:RFI/yahoonews
Seorang demonstran berpayung mencoba melawan personel polisi Hong Kong yang berupaya membubarkan massa demonstran dalam aksi unjukrasa, Sabtu (27/7) di distrik Yuen Long, yang berujung bentrok.
Hong Kong (SIB) -Unjuk rasa yang terjadi di distrik Yuen Long, Hong Kong, berubah rusuh setelah polisi anti huru hara menembakkan gas air mata kepada demonstran, yang melempari mereka dengan batu. Keributan terjadi di lokasi penyerangan sekelompok pria berkaos dan bermasker putih yang diduga sebagai anggota triad pada pekan lalu. Sekitar selusin pria ditangkap terkait serangan tersebut.

CNN melaporkan, Minggu (28/7) distrik Yuen Long berada di bawah kekuasaan massa selama kurang lebih satu jam sebelum polisi tiba. Bentrokan pun terjadi antara demonstran dan polisi. Sebanyak 45 orang diberitakan terluka, tidak sedikit yang menderita luka serius.
Melansir Reuters, belakangan ini Hong Kong mengalami gangguan stabilitas setelah pihak pemerintah berupaya mengesahkan RUU Ekstradisi di parlemen pada Juni lalu. Amarah publik terhadap pemerintah dan polisi terus meningkat sejak saat itu. Publik menolak RUU Ekstradisi ini karena pemerintah bisa mengekstradisi warga yang dianggap melanggar hukum ke China.

Di saat bersamaan, masyarakat pun khawatir dengan proses penegakan hukum yang dinilai tidak transparan dan tidak memperhatikan hak asasi manusia. Sebanyak 24 orang, berusia antara 15 sampai 60 tahun harus dirawat di rumah sakit setelah bentrokan. Pada Minggu (28/7) pagi, dua di antara enam orang yang menjalani perawatan serius disebut berada dalam kondisi 'tak baik'.

Pada Sabtu (27/7), kepolisian Hong Kong menyatakan bahwa unjuk rasa itu ilegal. Mereka menuduh para demonstran melempari petugas polisi dengan batu bata dan benda keras lainnya. Setelah serangan tersebut, seorang penduduk Yuen Long yang tidak mau disebut namanya mengaku mereka diteror takut atas aksi balas dendam. "Saya tak pernah terpikir hal semacam ini akan terjadi di Yuen Long," katanya.

"Yuen Long dalam ingatan saya adalah tempat yang penuh kehangatan. Semua orang di sini selalu amat bersahabat, saling tolong menolong," lanjut orang itu dengan kecewa.

Warga lokal memang banyak mengutuk bentrokan tersebut, namun mereka juga keberatan dengan unjuk rasa hari Sabtu karena dianggap mengganggu bisnis lokal di pinggiran kota. Sejak Sabtu, banyak toko-toko lokal dan fasilitas umum memilih tutup. "Warga kami sangat tradisional. Mereka tidak menoleransi orang-orang yang membuat keributan di komunitas. Anda harus mempertimbangkan hal itu saat ini, " ujar seorang penjual daging kepada CNN.

Protes di Yuen Long itu terjadi usai demonstrasi besar-besaran yang sejatinya berjalan dengan damai di bandara internasional kota tersebut, Jumat (26/7). Ribuan pengunjuk rasa bergabung dengan staf penerbangan di aula kedatangan, meneriakkan "Bebaskan Hong Kong!" serta menuntut keadilan bagi para korban. (CNNI/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments