Senin, 22 Apr 2019

Polisi Inggris Tangkap Pendiri Wikileaks Julian Assange

* Cabut Suaka Julian Assange, Presiden Ekuador Disebut Pengkhianat
admin Jumat, 12 April 2019 17:21 WIB
AP
Julian Assange saat berpidato dari balkon gedung Kedubes Ekuador pada Mei 2017 lalu. Pendiri situs Wikileaks tersebut ditangkap polisi Inggris, Kamis (11/4) dari Kedutaan Ekuador di London, setelah pemerintah Ekuador mencabut suaka politiknya.
London (SIB) -Kepolisian Inggris menangkap pendiri WikiLeaks, Julian Assange di Kedutaan Ekuador di London, setelah pemerintah Ekuador mencabut suaka politiknya. Assange telah tinggal di dalam Kedutaan Ekuador di distrik Knightsbridge, London sejak tahun 2012. "Saya bisa konfirmasi bahwa Julian Assange sekarang dalam tahanan polisi dan menghadapi pengadilan di Inggris," kata Menteri Dalam Negeri Inggris Sajid Javid dalam postingan di Twitter seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (11/4).

"Tak ada seorang pun yang berada di atas hukum," imbuhnya seraya mengucapkan terima kasih kepada Ekuadoratas "kerja samanya" dalam kasus yang telah berlangsung lama ini. Pria Australia berumur 47 tahun itu akan dibawa ke persidangan pada Kamis ini. Dia menghadapi tuntutan atas pelanggaran syarat-syarat pembebasan dengan jaminannya di Inggris pada tahun 2012.

Diketahui bahwa Assange mencari perlindungan di Kedubes Ekuador di London sejak tahun 2012, demi menghindari ekstradisi ke Swedia. Hakim Inggris telah memerintahkan ekstradisi Assange yang terjerat kasus kekerasan seksual di Swedia.

Kasus itu digugurkan oleh pengadilan Swedia tahun 2017 lalu, namun Assange tetap tinggal di dalam Kedubes Ekuador di London. Hal ini dilakukan Assange karena khawatir akan diekstradisi ke AS untuk menghadapi tuduhan penyidik federal terkait aktivitas pembocoran file-file Departemen Luar Negeri AS dan Pentagon yang dilakukan WikiLeaks. Diketahui bahwa AS selama ini menganggap Assange dan WikiLeaks membahayakan keamanan nasionalnya.

Disebut Pengkhianat
Sementara itu, presiden Ekuador Lenin Moreno menerima hujatan karena mencabut status suaka pendiri situs WikiLeaks, Julian Assange. Mantan Presiden Rafael Correa mengatakan Moreno sebagai pengkhianat karena membiarkan Kepolisian Metropolitan London, Inggris, menangkap Assange. "Pengkhianat terbesar dalam sejarah Ekuador dan Amerika Latin, Lenin Moreno, membiarkan polisi Inggris masuk kedutaan kami untuk menahan Assange," kata Correa dilansir AFP Kamis (11/4). "Moreno adalah pria korup. Namun apa yang dilakukannya adalah kejahatan terhadap kemanusiaan yang tidak akan dilupakan," imbuh dia.

Correa merupakan presiden yang menjabat pada periode 2007 sampai 2017 yang memberikan suaka kepada Assange tujuh tahun silam. WikiLeaks mengkritik Moreno karena telah melanggar hukum internasional, dan menuduh duta besarnya "mengundang" polisi Inggris supaya menangkap Assange. Mendapat kritikan demikian, Moreno membela diri dengan menjelaskan keputusan pencabutan itu sudah sesuai dengan kedaulatan negara. "Kami memutuskan menarik suaka politik karena Assange berulang kali melanggar peraturan internasional dan hukum tinggal bersama," jelas Moreno.

Assange tinggal di Kedubes Ekuador di London setelah dirinya terancam bakal diekstradisi buntut tuduhan pelecehan seksual yang diterimanya di Swedia. Kasus pelecehan seksual itu kini sudah gugur. Namun, Assange masih harus menghadapi peluang ekstradisi ke Amerika Serikat (AS). Assange menjadi buronan nomor satu AS setelah WikiLeaks membocorkan ribuan kawat diplomatik dan dokumen rahasia tentang perang Afghanistan di 2010.

Informasi tersebut didapat pria berkewarganegaraan Australia itu dari Chelsea Manning, mantan staf militer yang ditempatkan di Irak. Dalam pernyataan resmi, Assange bakal berada dalam pengawasan polisi sebelum dihadirkan di Pengadilan Westminster "secepatnya". (AFP/Detikcom/Kps/h)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments