Selasa, 15 Okt 2019
  • Home
  • Luar Negeri
  • Polisi Hong Kong Dituduh Serang Jurnalis, Demo Tolak RUU Ekstradisi Tetap Digelar

Polisi Hong Kong Dituduh Serang Jurnalis, Demo Tolak RUU Ekstradisi Tetap Digelar

admin Rabu, 10 Juli 2019 19:43 WIB
SIB/dailymail
TERTUNDUK LESU: Pemimpin Hong Kong Carrie Lam tertunduk lesu saat mengumumkan bahwa RUU ekstradisi telah mati pada konferensi pers di Hong Kong, Selasa (9/7).
Hong Kong (SIB) -Kelompok jurnalis Hong Kong mengatakan polisi telah menyerang wartawan dan menghalangi peliputan demonstrasi anti-pemerintahan, dampak dari protes rancangan undang-undang (RUU) ekstradisi. Hal itu terjadi saat pengunjuk rasa bentrok dengan pihak berwajib pada Minggu (7/7) lalu.

Tuduhan itu dimuat dalam pernyataan bersama Asosiasi Jurnalis Hong Kong dan Asosiasi Fotografer Pers Hong Kong seperti dilansir South China Morning Post, Selasa (9/7). Keduanya mengklaim, selama bentrok di Nathan Road, Mong Kok, polisi telah berulang kali mendorong bahkan menyerang wartawan dan fotografer. Langkah itu telah membatasi liputan dan berdampak pada kebebasan pers, kata asosiasi pada Senin.

Rekaman video yang diambil di tempat kejadian menunjukkan beberapa petugas yang terlibat dalam bentrokan, tidak memperlihatkan nomor identitas mereka. Alhasil, proses pengaduan menjadi lebih sulit. Asosiasi jurnalis Hong Kong itu mengatakan, sebagian besar wartawan di tempat kejadian mengenakan rompi yang jelas tertulis "Pers" di bagian depan. Mereka juga telah menunjukkan logo atau lencana media masing-masing.

Dalam pernyataan bersama, asosiasi menyebut tiga kasus yang menurut mereka termasuk dalam kategori sangat serius. Pertama, seorang fotografer perempuan yang bekerja untuk media daring HK01 diserang di bagian perut oleh polisi. Dalam kasus lain, seorang fotografer wanita yang bekerja untuk Apple Daily, surat kabar berbahasa China, didorong oleh seorang petugas keamanan.
Penyerang menuduh juru foto itu telah mendorongnya. Terakhir, seorang reporter dari Metro Radio diadang polisi saat mengambil video. Ia diberi tahu: "reporter tidak menikmati hak istimewa."

Sementara itu para demonstran menolak pernyataan pemimpin Hong Kong, Carrie Lam yang menegaskan RUU ekstradisi 'sudah mati'. Demonstran malah bertekad untuk menggelar unjuk rasa baru. Penolakan ini disampaikan kelompok demonstran Hong Kong yang ada di balik aksi massal memprotes RUU ekstradisi dalam beberapa pekan terakhir. Ditegaskan kelompok itu bahwa mereka menyatakan penolakan karena tuntutan mereka tidak didengar oleh Lam.

"Jika lima tuntutan kami masih tidak didengar oleh Carrie Lam dan pemerintahannya, Forum HAM Sipil akan terus menggelar aksi protes dan pertemuan," ucap juru bicara Forum HAM Sipil, Bonnie Leung, kepada wartawan setempat. Ditambahkan Leung bahwa detail untuk unjuk rasa terbaru akan dirilis pada waktunya nanti.

Diketahui bahwa demonstran di Hong Kong kebanyakan terdiri dari para mahasiswa. Mereka hanya bisa mengangkat bahu saat menanggapi pernyataan terbaru Lam. Para mahasiswa tersebut menegaskan bahwa hanya penarikan atau pencabutan penuh RUU ekstradisi yang akan memuaskan mereka. (Detikcom/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments