Kamis, 19 Sep 2019
  • Home
  • Luar Negeri
  • Polisi Belanda Tembak Mati Istri dan 2 Putrinya, Lalu Bunuh Diri

Polisi Belanda Tembak Mati Istri dan 2 Putrinya, Lalu Bunuh Diri

admin Rabu, 11 September 2019 14:22 WIB
RTR
Personel tim forensik kepolisian Belanda melakukan pemeriksaan di lokasi penembakan keluarga di Dordrecht, Selasa (10/9). Aksi penembakan oleh oknum polisi tersebut menewaskan 4 orang, termasuk dirinya sendiri.
Rotterdam (SIB) -Korban jiwa bertambah dalam drama penembakan keluarga di Belanda. Seorang wanita meninggal di rumah sakit akibat luka-lukanya usai ditembak suaminya yang merupakan polisi.

Polisi tersebut juga menembak mati dua putrinya yang masih kecil-kecil sebelum kemudian menembak mati dirinya sendiri. Penembakan tersebut terjadi pada Senin (9/9) malam waktu setempat di satu rumah di Dordrecht, kota sungai yang berjarak sekitar 25 kilometer barat daya pelabuhan Rotterdam.

Kepolisian menyatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (10/9), polisi berumur 35 tahun yang oleh media Belanda diidentifikasi sebagai Wendell C. tersebut, menembak mati dua anak perempuannya yang berumur 12 tahun dan 8 tahun, dan menembak istrinya hingga terluka parah, sebelum kemudian bunuh diri dengan menembak dirinya sendiri.

Istri polisi tersebut, seorang perempuan berumur 27 tahun yang tidak disebut identitasnya, "meninggal akibat luka-lukanya di rumah sakit pagi ini (Selasa)," kata juru bicara kejaksaan umum Rotterdam, Rubinia Tjon-A-Sam kepada AFP. Belum diketahui motif penembakan tersebut. "Kami masih menyelidiki namun kami yakin itu ada hubungannya dengan drama keluarga," imbuh Rubinia Tjon-A-Sam.

Secara terpisah, kepolisian menyatakan dalam pernyataan bahwa "pria yang tewas tersebut adalah seorang polisi dari unit kepolisian Rotterdam." Insiden ini mengagetkan negara berpenduduk lebih dari 17 juta tersebut di mana kematian terkait senjata api terbilang rendah.

Peraturan persenjataan diperketat setelah penembakan di mal kota Alphen aan de Rijn pada tahun 2011, yang menewaskan enam orang. Pelakunya, seorang pria yang oleh pengadilan dinyatakan seharusnya tidak boleh mendapatkan izin kepemilikan senjata api.
Dalam cuitannya di Twitter, Wali Kota Dordrecht, Wouter Kolff menyebut dirinya "sangat tersentuh dan bersimpati pada semua orang yang terlibat". Dordrecht terletak sekitar 25 kilometer barat daya kota Rotterdam dan merupakan salah satu kota tertua di provinsi South Holland. (AFP/dtc/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments