Rabu, 23 Okt 2019

AS Ingatkan Israel Soal Hubungan Bisnis dengan

Perusahaan China Bikin Komponen Jet Tempur F-35 AS

admin Minggu, 16 Juni 2019 13:48 WIB
Ilustrasi
London (SIB) -Perusahaan China disebut terlibat dalam produksi komponen jet tempur F-35 Amerika Serikat (AS) di tengah narasi tuduhan bahwa mereka melakukan spionase. Exception PCB, perusahaan China yang berbasis di Gloucestershire, Inggris, terlibat dalam pembuatan papan sirkuit yang mengontrol mesin, cahaya. bahan bakar, dan sistem navigasi.

Dilansir Russian Today Sabtu (15/6), Kementerian Pertahanan Inggris menyatakan perusahaan itu merupakan pemasok tetap dan tidak menimbulkan risiko. Mantan Menteri Strategi Keamanan Internasional Sir Gerald Howarth mengaku sangat khawatir dengan keterlibatan China di program senjata rahasia itu. "Kami benar-benar naif tentang peran China itu, dan baru saat ini kami sudah terbangun," ujar politisi berusia 71 tahun itu kepada The Telegraph.

Anggota parlemen dari Partai Konservatif sekaligus anggota tentara cadangan Bob Seely kepada Sky News menuturkan, dia begitu takjub dengan temuan itu. "Pertanyaannya bukanlah 'Apakah itu buruk?' melainkan "Seberapa buruk yang terjadi?'," terang Seely.

Exception PCB dilaporkan dibeli Shenzhen Fastprint pada 2013. Perusahaan itu tidak mengungkap pemiliknya di China, dan dilaporkan terlibat juga dalam produksi komponen program sensitif lain seperti jet tempur Eurofighter Typhoon dan helikopter Apache. Juru bicara perusahaan menuturkan terdapat "sekat yang jelas" antara Exception PCB dengan perusahaan induknya di China, dan menyatakan hanya memproduksi papan sirkuit mentah.

Mereka mengaku tidak mendapatkan informasi mengenai sistem elektronik jet tempur. Namun Lockheed Martin selaku pabrikan utama F-35 tidak begitu yakin. Lockheed menjelekan seperti halnya komponen F-35 yang lain, papan sirkuit itu menjalani pemeriksaan di setiap perusahaan produsen secara berkala dan terus-menerus. Pabrikan yang bermarkas di Maryland itu mengungkapkan, Exception PCB tidak mempunyai akses atau visibilitas terhadap informasi program bersifat sensitif. Mereka menuturkan sudah mempunyai perusahaan pengganti jika di kemudian hari, mereka menemukan bahwa Exception PCB merupakan sumber yang belum disetujui.

Laporan itu terjadi di tengah larangan yang diberlakukan AS terhadap raksasa telekomunikasi China Huawei setelah dianggap menjadi mata-mata bagi Beijing. Menurut Chief Security Officer Huawei John Suffolk, adalah kompetisi yang membuat AS ketakutan dan memuturkan melarang raksasa telekomunikasi tersebut. Suffolk berkata, AS takut pada persaingan pengembangan teknologi dan kontrol terhadap jaringan telekomunikasi global. "Teknologi AS-lah yang mengawasi seluruh dunia," ucapnya.

Ingatkan Israel
Amerika Serikat mengingatkan Israel, sekutu kuatnya di Timur Tengah, untuk tidak meningkatkan hubungan bisnis dengan China. Alasannya, hubungan bisnis tersebut memiliki implikasi keamanan. Dalam RUU anggaran militer terbarunya, Senat AS mengingatkan Israel untuk tidak mengizinkan China mengelola pelabuhan Haifa, yang telah lama menjadi dermaga bagi Armada Keenam AS dan tempat latihan gabungan Amerika-Israel.

RUU itu secara khusus menyorot tentang perusahaan China, Shanghai International Port Group yang telah menandatangani kesepakatan dengan Haifa. Dalam kesepakatan itu, perusahaan China tersebut akan mengoperasikan pelabuhan di Haifa selama 25 tahun, yang akan dimulai pada tahun 2021 mendatang.

"Amerika Serikat memiliki minat terhadap kehadiran kapal-kapal Angkatan Laut Amerika Serikat di pelabuhan Haifa di Israel di masa depan, tetapi AS punya kekhawatiran keamanan serius sehubungan dengan pengaturan penyewaan pelabuhan Haifa," demikian isi Rancangan Undang-Undang (RUU) Otorisasi Pertahanan Nasional 2020 seperti dilansir media Haaretz, Sabtu (15/6).

Senat AS juga menyerukan Israel untuk "mempertimbangkan implikasi keamanan atas investasi asing di Israel". Draf RUU tersebut memang tidak secara detail menyebut China, namun diketahui bahwa Israel telah memberikan sejumlah kontrak infrastruktur penting ke perusahaan-perusahaan China. RUU ini diajukan pada Kamis (13/6) waktu setempat oleh Komisi Dinas Bersenjata Senat dan diperkirakan akan disetujui oleh Senat.

Di masa lalu, urusan dengan China juga telah berdampak bagi Israel. Selama pemerintahan mantan Presiden AS George W. Bush, dialog strategis antara AS dan Israel sempat dihentikan selama tiga tahun. Dialog kembali dilanjutkan setelah pemerintah Israel setuju untuk mengizinkan AS meninjau setiap penjualan militer Israel ke China. (Detikcom/kps/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments