Kamis, 21 Nov 2019
  • Home
  • Luar Negeri
  • Penyerangan Brutal di Meksiko, 9 Orang Termasuk 6 Anak Tewas

Penyerangan Brutal di Meksiko, 9 Orang Termasuk 6 Anak Tewas

redaksi Rabu, 06 November 2019 16:08 WIB
grid.id
Ilustrasi Pembunuhan Brutal

Mexico City (SIB)
Sedikitnya sembilan orang tewas dalam penyerangan brutal di Meksiko. Terdapat enam anak-anak di antara para korban tewas dalam penyerangan dan penembakan yang dilakukan sekelompok pria bersenjata tidak dikenal tersebut. Seperti dilansir AFP dan Associated Press, Selasa (5/11), penyerangan brutal ini terjadi di wilayah Meksiko bagian utara pada Senin (4/11) waktu setempat. Dugaan mencuat bahwa penyerangan ini merupakan kasus salah identitas oleh para anggota kartel narkoba setempat.


Laporan media-media lokal Meksiko menyebut para korban sebagai anggota keluarga LeBaron, yang masih terkait dengan pecahan komunitas Mormon yang tinggal di wilayah Meksiko bagian utara sejak beberapa dekade lalu. Disebutkan bahwa komunitas ini kabur dari wilayah Amerika Serikat (AS) sejak abad ke-19 setelah dipersekusi karena tradisi-tradisi mereka, termasuk poligami. Kebanyakan penganut Mormon di Meksiko memiliki kewarganegaraan ganda, Meksiko dan AS.


Penyerangan ini terjadi di perbatasan antara negara bagian Chihuahua dan Sonora, yang sama-sama terletak di dekat perbatasan AS. Otoritas kedua negara bagian merilis pernyataan gabungan yang menyatakan penyelidikan sedang dilakukan. Disebutkan juga bahwa personel keamanan federal dan lokal telah dikerahkan ke lokasi kejadian.


Tayangan televisi lokal menunjukkan sejumlah foto kendaraan yang hangus terbakar, yang diduga kuat milik korban. Seorang aktivis setempat dan anggota keluarga korban, Julian LeBaron, menyebut pihaknya menemukan salah satu kendaraan korban, yang hangus dibakar dengan jasad korban di dalamnya.


Julian menyebut insiden itu sebagai 'pembantaian', dengan menyebut beberapa orang dibakar hidup-hidup. Menurut Julian, korban sedang dalam perjalanan ke bandara saat kendaraannya diserang dan ditembaki sekelompok pria bersenjata. Julian menyebut sepupunya yang bernama Rhonita Maria LeBaron ada di dalam kendaraan itu bersama empat anaknya, yang terdiri dari dua bocah berusia 8 tahun dan 10 tahun, dan dua bayi kembar berusia 6 bulan.


Penembakan terjadi di area Rancho de la Mora, yang merupakan area yang terkenal dengan para pengedar narkoba dan para bandit Meksiko. Dua kendaraan lainnya ditemukan beberapa jam kemudian. Disebutkan bahwa dua kendaraan itu berisi jasad dua wanita dan dua anak-anak. Total tiga wanita dan enam anak-anak tewas dalam aksi penyerangan brutal ini. Namun Jaksa Agung wilayah Chihuahua, Cesar Augusto Peniche, menyebut jumlah korban tewas masih 'membingungkan'. Laporan Reuters dan Associated Press menyebut lima orang, termasuk dua bayi, tewas dalam penyerangan brutal itu.


Ditambahkan Julian dalam pernyataannya bahwa lima anak lainnya, yang salah satunya terkena tembakan dan terluka, berhasil menyelamatkan diri dan berjalan pulang. Namun satu anak perempuan lainnya dilaporkan masih hilang usai melarikan diri ke kawasan hutan setempat untuk bersembunyi.


Dalam penyerangan ini, ujar kerabat korban lainnya yang enggan disebut namanya, tiga kendaraan SUV yang ditumpangi para korban ditembaki oleh sekelompok pria bersenjata, yang diduga sebagai anggota kartel narkoba setempat. Kerabat korban menyebut serangan itu diduga kuat dilakukan karena para pelaku salah mengira identitas para korban. (AFP/dtc/q)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments