Rabu, 13 Nov 2019
  • Home
  • Luar Negeri
  • Pemerkosaan Kembali Terjadi di India, Wanita Denmark Diperkosa

Pemerkosaan Kembali Terjadi di India, Wanita Denmark Diperkosa

Kamis, 16 Januari 2014 12:42 WIB
SIB/AP Photo
PERIKSA : Polisi India lokasi di mana seorang turis Denmark diperkosa di New Delhi, Rabu (15/1). Wanita berumur 51 tahun itu diperkosa sekelompok pria saat sedang kesasar dan menanyakan arah jalan menuju hotelnya.
New Delhi (SIB)- Lagi-lagi pemerkosaan di India! Seorang wanita Denmark diperkosa bergiliran oleh beberapa pria di New Delhi. Dia diperkosa sekelompok pria saat sedang kesasar dan menanyakan arah jalan menuju hotelnya. Wanita berumur 51 tahun itu diperkosa di bawah todongan pisau pada Selasa, 14 Januari malam. Pelakunya, sekelompok pria yang berjumlah lebih dari enam orang. Saat kejadian, wanita Denmark itu kesasar saat akan kembali ke hotelnya di sebuah kawasan yang populer bagi para turis backpacker di New Delhi.

"Dia kesasar ketika insiden ini terjadi. Saat ini, tim polisi terkait telah mengidentifikasi para tersangka dan tengah menginterogasi mereka. Investigasi masih berlangsung," kata kepala kepolisian New Delhi, Rajan Bhagat kepada kantor berita AFP, Rabu (15/1). Wanita yang tidak disebutkan namanya itu, membeberkan pemerkosaan itu kepada temannya ketika dia akhirnya bisa mencapai hotelnya di Paharganj, dekat Connaught Place.

Korban awalnya mendekati sekelompok pria di dekat Stasiun Kereta New Delhi untuk menanyakan arah jalan menuju hotelnya, usai berkunjung ke museum kota. Namun para pria itu membawanya ke tempat sepi dan memperkosanya dengan menodongkan pisau.

Menurut surat kabar The Times of India, wanita itu baru berada di India sekitar sepekan. Kasus ini terjadi hanya beberapa pekan setelah seorang wanita Polandia diperkosa sopir taksi saat bepergian bersama putrinya yang berumur 2 tahun ke New Delhi.

Sementara itu kelompok Liga Perempuan yang berasal dari Thailand menuduh Militer Myanmar menggunakan perkosaan sebagai senjata perang. Pernyataan tersebut segera disangkal oleh Pemerintah Myanamar. "Ini bukan kebijakan dari Tatmadaw (Militer Myanmar) menggunakan pemerkosaan sebagai senjata," jelas Juru Bicara Kepresidenan Myanmar Ye Htut.

"Bila ada kasus pemerkosaan oleh anggota militer, kami akan mencoba mengeksposnya dan akan mengambil tindakan efektif terhadap pelaku," tegasnya. Walau sudah disangkal tetap saja kelompok Liga Perempuan menolak bantahan tersebut. Mereka menyebut kejadian yang sudah dilakukan sejak 2010 terjadi di Timur Laut Myanmar.

Korbannya kebanyakan dari etnis Kachin dan Shan. Kedua etnis ini melakukan pemberontakan pada Pemerintah Myanmar. Kasus perkosaan sebagai senjata diklaim oleh pihak Liga Perempuan telah memakan banyak korban. Sekira 29 wanita diperkirakan tewas, baik itu dibunuh atau meregang nyawa akibat luka setelah diperkosa. (Detikcom/ r)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments