Rabu, 13 Nov 2019
  • Home
  • Luar Negeri
  • Pemerintah China Dukung Pencabutan RUU Ekstradisi Hong Kong

Pemerintah China Dukung Pencabutan RUU Ekstradisi Hong Kong

admin Jumat, 06 September 2019 19:40 WIB
Hong Kong (SIB) -Pemimpin Hong Kong, Carrie Lam, menyatakan otoritas China 'memahami, menghormati dan mendukung' keputusan pemerintahannya untuk secara resmi mencabut rancangan undang-undang (RUU) ekstradisi. Lam mengharapkan agar langkah yang diambilnya ini membantu Hong Kong untuk maju ke depan. Seperti dilansir Reuters, Kamis (5/9), dalam konferensi pers terbaru, Lam berulang kali ditanya soal mengapa dirinya membutuhkan waktu lama untuk mencabut RUU ekstradisi yang kontroversial dan memicu unjuk rasa besar-besaran dalam beberapa bulan terakhir.
Lam menghindari pertanyaan tersebut. "Tidak sepenuhnya tepat untuk menyebut ini sebagai berubah pikiran," ucap Lam.

Dia menambahkan bahwa pencabutan RUU ekstradisi secara penuh merupakan keputusan yang diambil oleh pemerintahannya, dengan dukungan otoritas China. "Melalui keseluruhan proses, Pemerintahan Rakyat Pusat (China-red) mengambil posisi bahwa mereka memahami mengapa kami harus melakukannya. Mereka menghormati pandangan saya, dan mereka mendukung saya sepenuhnya," kata Lam.

Dalam pernyataan yang disiarkan televisi Hong Kong pada Rabu (4/9) kemarin, Lam mengumumkan pencabutan resmi RUU ekstradisi yang mengizinkan ekstradisi tersangka ke China daratan, yang pengadilannya dikendalikan oleh Partai Komunis.

Lam juga mengumumkan langkah-langkah lain yang ditawarkannya, termasuk membuka platform dialog dengan masyarakat untuk mencari solusi bagi persoalan ekonomi, sosial dan politik yang mengakar. "Kita harus mencari cara-cara untuk mengatasi ketidakpuasan dalam masyarakat mencari solusinya," cetus Lam.

Sementara itu surat kabar resmi otoritas China mengomentari pencabutan RUU ekstradisi ole Lam. Pencabutan itu dinilai membuat para demonstran Hong Kong tidak punya alasan lagi untuk melanjutkan aksi kekerasan.

Surat kabar China Daily yang dikelola oleh pemerintah China menyebut keputusan mencabut RUU ekstradisi itu sebagai 'ranting zaitun' yang melambangkan perdamaian. "Respons yang tulus dan sungguh-sungguh bagi suara rakyat ... (yang) bisa diinterpretasikan sebagai sebuah ranting zaitun yang diserahkan kepada pihak-pihak yang sebelumnya menentang RUU itu dalam beberapa bulan terakhir," sebut China Daily dalam editorial terbarunya.

Tidak diketahui secara pasti apakah pencabutan RUU ekstradisi -- yang pembahasannya di parlemen telah ditangguhkan sejak Juni -- akan bisa membantu mengakhiri unjuk rasa besar-besaran di Hong Kong yang berstatus Wilayah Administrasi Khusus (SAR) ini.
Tajuk utama pada editorial China Daily berbunyi: "Para demonstran sekarang tidak mempunyai alasan untuk melanjutkan aksi kekerasan." "Pemerintah SAR telah memberi kesempatan pada warga Hong Kong untuk mengganti antagonisme dan konfrontasi dengan perdamaian dan dialog," tulis China Daily dalam editorialnya. "Dan semoga, perdamaian dan stabilitas akan kembali pulih tepat waktu agar kota tersebut bisa mengalihkan energi dan waktunya dalam menyelesaikan persoalan sosial dan ekonomi," imbuh editorial China Daily tersebut.

Pencabutan RUU ekstradisi merupakan salah satu dari lima tuntutan utama para demonstran Hong Kong. Kebanyakan demonstran dan anggota parlemen Hong Kong menyebut langkah pencabutan RUU ekstradisi itu sudah sangat terlambat. Empat tuntutan lainnya antara lain penyelidikan independen terhadap taktik kepolisian dalam bentrokan yang memicu korban luka, menuntut pengampunan untuk demonstran yang ditangkap, menghapus penggunaan istilah 'rusuh' untuk menyebut unjuk rasa dan menggelar pemilu yang sepenuhnya demokratis. (Detikcom/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments