Jumat, 18 Okt 2019
  • Home
  • Luar Negeri
  • Pemberontok Suriah Hambat Bantuan untuk Kamp Pengungsi Palestina

Pemberontok Suriah Hambat Bantuan untuk Kamp Pengungsi Palestina

Kamis, 16 Januari 2014 12:51 WIB
Damaskus (SIB) - Seorang menteri Palestina,Selasa menuduh “para teroris” yang berperang untuk menggulingkan pemerintah Presiden Bashar al-Assad memblokir akses bantuan ke kamp pengungsi Yarmuk di Damaskus selatan.

Pemberontak menguasai daerah luas Yarmuk,tetapi selama beberapa bulan pasukan pemerintah melakukan pengepungan atas kamp itu, di mana sekitar 20.000 pengungsi Palestina tinggal kendatipun mengalami kekurangan pangan dan kebutuhan lainnya.

Menteri Perburuhan Palestina Ahmad Majdalani, yang mengunjungi Damaskus untuk merundingkan akses bantuan ke kamp itu, mengatakan penduduk Palestina jangan digunakan sebagai “sandera-sandera” dalam konflik itu.

Satu konvoi bantuan kemanusiaan yang sedang menuju Yarmuk jadi sasaran Senin “sekitar 100 meter dari tempat pertemuan yang telah disepakati,” di ujung kamp itu, kata Majdalani dalam satu jumpa wartawan di Damaskus.

Ia mengatakan “sumber masalah itu telah diketahui... dikuasai oleh pemberontak Front Al-Nusra , Ahrar al-Sham dab Auqur al-Golan,” secara langsung menuduh kelompok-kelompok pemberontak yang memerangi pasukan Bashar.

Majdalani menambahkan “semua tiga kelompok pemberontak itu dikenal atas hubungan teroris mereka dan metedologi.”

Menteri itu juga mengatakan para warga Palestina “semuanya tahu ... bahwa yang melakukan penyanderasn kamp itu adalah kelompok-kelompok ini, bukan pihak berwenang Suriah.”

Sekitar 45 orang tewas dalam bulan-bulan belakangan ini akibat kekurangan pangan dan obat-obatan di Yarmuk. kata kelompok pemantau Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) yang memantau kelompok itu, dengan dengan kematian paling baru Selasa itu.

Konvoi bantuan Senin itu adalah keenam yang gagal memasuki kamp itu.

Sumber-sumber Palestina mengemukakan kepada AFP bahwa konvoi-konvoi itu  dihambat masuk akibat tembakan-tembakan, tetapi tidak  menyatakan siapa yang bertanggung jawab atas itu.

Tetapi komite koordinasi lokal Yarmuk dari kelompok oposisi  mengatakan para pendukung Bashar telah menghambat konvoi itu.

“Pemerintah Suriah  dan Front Rakyat bagi Komando Umum Pembebasan Palestina ...memulai satu bentrokan yang ditujukan pada warga Palestina dan siapapun yang berada di sana, untuk melanjutkan kebijakan berani mereka bagi kelapsran,” kata kelompok pegiat itu melalui Facebook. Konvoi enam truk mengangkut 1.000 paket pangan 30kilogram , masing-masing  dapat memberikan makan satu keluarga selama 20 hari.

Dalam satu refleksi keputusasaan mereka, gambar-gambar yang didistribusikan  oleh para aktivis  Selasa menunjukkan seorang pria muda dari Yarmuk tampak menangis untuk meminta bantuan.

“Kami tidak memiliki uang untu membeli satu kilogram beras, kami tidak memiliki uang untuk membelikan satu kilo gram bulgur... Kami tidak memiliki kepentingan apapun dengan konflik ini.. Kami hanya ingin makan dan minum, kami menginginkan keselamatan,” katanya.(Antara/AFP/W)

T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments