Jumat, 18 Okt 2019
  • Home
  • Luar Negeri
  • Pemberontak Suriah Saling Bunuh, Korban Jiwa Terus Berjatuhan

Pemberontak Suriah Saling Bunuh, Korban Jiwa Terus Berjatuhan

* Rusia Hambat Resolusi PBB Kutuk Suriah
Jumat, 10 Januari 2014 15:38 WIB
SIB/int
Ilustrasi
Damaskus (SIB)- Foto-foto mengerikan beredar dari Suriah yang memperlihatkan puluhan pemberontak tewas dibunuh kubu pemberontak lainnya. Lebih dari 50 orang pemberontak tewas secara mengenaskan di tangan faksi ekstrem yang berjuang untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Dalam beberapa hari terakhir ini, pertempuran antar sesama pemberontak di Suriah terus terjadi. Pertempuran ganas tersebut bahkan menurut Daily Mail, Kamis (9/1) telah menewaskan ratusan orang dalam lima hari terakhir. Menurut para aktivis, faksi Al-Qaeda, Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL), telah memborgol, menutup mata dan kemudian menembak mati orang-orang dari kelompok pemberontak lain yang ingin mengggulingkan Assad. Kelompok-kelompok pemberontak pekan lalu telah melancarkan serangkaian serangan terpadu terhadap ISIL di Suriah utara dan timur. Serangan ini dilancarkan setelah berbulan-bulan meningkatnya ketegangan dengan ISIL.

Bahkan pada Rabu, 8 Januari waktu setempat, para pemberontak mengambil alih pangkalan utama ISIL di kota Aleppo, Suriah utara. Sekitar 385 orang telah tewas dalam pertempuran antar sesama pemberontak tersebut sejak pekan lalu di Aleppo, Raqqa, Idlib dan Hama. Dari jumlah itu, sebanyak 56 orang di antaranya merupakan warga sipil. Mereka termasuk sembilan orang yang dieksekusi mati oleh ISIL. Yang lainnya tewas dalam baku tembak antar sesama pemberontak. Sebanyak 131 orang yang tewas merupakan pejuang ISIL dan 198 orang lainnya berasal dari faksi-faksi yang berlawanan.
Rusia Hambat Resolusi PBB Kutuk Suriah

Rusia telah menghambat lagi resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengutuk serangan udara Suriah terhadap pemberontak dan kaum sipil. Rancangan resolusi yang disponsori Inggris Rabu (8/1) mengutarakan kemarahan atas rudal dan bom drum yang dijatuhkan terhadap kota terkepung Allepo sejak bulan lalu. Serangan itu telah menewaskan paling sedikit 700 orang dan melukai ribuan lainnya.

Para diplomat mengatakan Rusia ingin menambah amandemen pada resolusi itu, yang kata mereka akan membuatnya kehilangan arti. Rusia – sekutu kuat Suriah – dan China  telah menghambat resolusi lain yang mengutuk pemerintah Suriah. Tetapi Rusia mendukung usaha yang memaksa Suriah menyerahkan senjata kimianya. Rusia juga turut bersama Amerika mensponsori pembicaraan damai bulan ini di Jenewa.

Sebelumnya pada Rabu, para aktivis Suriah mengatakan pemberontak di Aleppo merebut sebuah rumah sakit yang telah digunakan sebagai pangkalan saingan mereka yang berhubungan dengan al-Qaida. Syrian Observatory for Human Rights mengatakan koalisi yang  longgar kelompok-kelompok pemberontak Islamis  yang moderat  merebut pangkalan itu setelah beberapa serangan terhadap Negara Islam Irak dan Levant. Pertempuran di antara kelompok-kelompok   pemberontak sekularis, Islamis moderat, dan ektrimis – semuanya ingin menjatuhkan Presiden Bashar al-Assad – telah berkobar selama seminggu. (dailymail/dtc/VoA)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments