Sabtu, 14 Des 2019
  • Home
  • Luar Negeri
  • Pembantu Dekat Trump Dinyatakan Bersalah Halangi Penyelidikan

Pembantu Dekat Trump Dinyatakan Bersalah Halangi Penyelidikan

* Trump Tegaskan Tidak Butuh Bantuan Ukraina untuk Kalahkan Biden
redaksi Minggu, 17 November 2019 19:37 WIB
voaindonesia.com
Pembantu Dekat Trump Dinyatakan Bersalah

Washington (SIB)
Roger Stone, pembantu dekat Presiden Amerika Donald Trump dinyatakan bersalah atas tujuh dakwaan terhadapnya, termasuk menghalangi penyelidikan DPR untuk mengetahui apakah tim kampanye Trump telah berkoordinasi dengan Rusia dalam pemilihan presiden tahun 2016 lalu.


Stone juga dihukum karena berbohong kepada Kongres dan mempengaruhi saksi, tuduhan yang sebelumnya sudah diajukan oleh jaksa penyidik khusus Robert Mueller awal tahun ini sebagai bagian dari penyelidikan tentang campur tangan Rusia itu.
Stone berpotensi menghadapi hukuman penjara 20 tahun ketika divonis Februari tahun depan. Stone merupakan pembantu atau penasihat keenam Trump yang dinyatakan bersalah dalam sejumlah tuduhan pasca penyelidikan Robert Mueller.


Tak lama setelah putusan itu diumumkan, Trump mencuit bahwa putusan itu "standar ganda yang belum pernah dalam sejarah Negara kita." Trump menyebutkan beberapa tokoh politik, termasuk mantan calon presiden Partai Demokrat Hillary Clinton, mantan direktur FBI James Comey, dan "bahkan Muller sendiri;" dengan mencuit "tidakkah mereka berbohong?"


Roger Stone menyangkal melakukan kesalahan apapun dan menyebut kasus terhadapnya bermotif politik. Tim kuasa hukumnya tidak memanggil satu saksi pun untuk membela kliennya. Ketika meninggalkan gedung pengadilan federal di Washington, Jum'at (15/11), Stone ditanya apakah ia memiliki komentar apapun, dan ia menjawab "sama sekali tidak."


Selama persidangan, tim jaksa menuduh Stone telah berbohong kepada anggota-anggota Kongres tentang upayanya menjangkau WikiLeaks, situs yang mengungkap email-email Partai Demokrat yang diretas sebelum pemilu presiden tahun 2016.
Pengadilan Stone mungkin akan menjadi yang terakhir terkait dengan penyelidikan Mueller, yang berakhir April lalu. Dalam laporan terakhirnya kepada jaksa agung, Mueller menyimpulkan meskipun tidak ada cukup bukti telah terjadinya konspirasi kriminal antara tim kampanye Trump dan Rusia, ia tidak dapat memutuskan apakah Trump telah secara kriminal menghalang-halangi jalannya penyelidikan selama 22 bulan itu.


Sementara itu Presiden Amerika Donald Trump mengatakan dia tidak perlu bantuan dari Ukraina untuk mengalahkan mantan Wakil Presiden Joe Biden yang berusaha untuk menantang Trump dalam pemilihan 2020. Trump dituduh menahan bantuan militer untuk Ukraina sementara dia menekan negara itu untuk menyelidiki Biden, seorang calon presiden dari Partai Demokrat, dan putra Biden, Hunter.


Berbicara pada rapat umum di Lousiana untuk memberikan dukungan kepada calon gubernur dari Partai Republik di negara bagian itu, Trump mengatakan penyelidikan pemakzulan sangat merugikan keluarganya. "Maksud saya, aku punya satu masalah, dan itu sangat sulit bagi keluarga saya, siapa pun yang mendengarnya," ujar Trump. "Impeachment adalah kata yang kotor, dan itu sangat tidak adil, sangat sulit untuk keluarga saya," tambahnya.


Pemungutan suara tentang kemungkinan pemakzulan Trump kemungkinan tidak akan bisa dilangsungkan sampai bulan depan di DPR, di mana Partai Demokrat menjadi mayoritas. Trump kemungkinan akan mendapatkan hasil suara yang lebih menguntungkan di Senat, di mana Partai Republik memegang kendali sebagai mayoritas. (VoA/c)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments