Selasa, 07 Apr 2020
  • Home
  • Luar Negeri
  • PM Mahathir Tegaskan Dirinya yang Akan Memutuskan Kapan Melepas Jabatan

PM Mahathir Tegaskan Dirinya yang Akan Memutuskan Kapan Melepas Jabatan

Minggu, 23 Februari 2020 22:17 WIB
inews.id

Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad

Kuala Lumpur (SIB)
Koalisi Pakatan Harapan telah memberikan mandat kepada Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad untuk memutuskan sendiri kapan akan meletakkan jabatannya setelah KTT APEC mendatang. Hal ini diputuskan oleh dewan presiden Pakatan dalam rapat yang berlangsung hingga malam hari pada Jumat (21/2). Semua kepala partai politik Pakatan hadir dalam rapat tersebut.

"Saya bangga bahwa semua orang menyerahkan kepada saya untuk memutuskan kapan saya ingin melepaskan jabatan saya. Saya akan memutuskan," kata Mahathir. "Keputusan ini disepakati oleh semua. Jadi untuk malam ini, tidak ada soal waktu, tidak ada tanggal yang pasti," imbuh Mahathir usai memimpin rapat dewan presiden Pakatan Harapan.

Hal ini disampaikan setelah para wartawan antusias mendatangi tempat rapat tersebut karena beredar rumor bahwa Pakatan akan menetapkan tanggal bagi Mahathir untuk mundur dari jabatan PM.

Sebelumnya Mahathir telah berulang kali mengatakan bahwa dirinya akan mundur setelah Malaysia menjadi tuan rumah KTT APEC pada November tahun ini. Diketahui bahwa sebelum pemilihan umum Malaysia ke-14, Pakatan telah setuju bahwa Mahathir akan menjadi PM selama dua tahun sebelum kemudian menyerahkan jabatan tersebut kepada Presiden PKR, Anwar Ibrahim.

Para pendukung Anwar telah mendesak agar perjanjian soal dua tahun menjabat itu ditepati. Mahathir pun telah berulang kali menegaskan bahwa dirinya akan menyerahkan jabatannya ke Anwar setelah KTT APEC.

Pada Kamis (20/2), kelompok veteran PKR, Otai Reformist 1998 menyatakan bahwa mereka menginginkan Anwar menjadi PM Malaysia pada Mei mendatang. Anwar sendiri mengatakan bahwa tidak perlu ada tekanan padanya maupun Mahathir mengenai isu pergantian kepemimpinan.

"Posisi kami jelas. Kami tak ada keraguan. Komitmen kami adalah melihat Dr Mahathir sebagai PM untuk melakukan tugas-tugasnya dengan dukungan penuh," ujar Anwar. "Dia akan memutuskan kapan waktu yang tepat. Bahkan, sayalah yang menyarankan agar Dr Mahathir diberi kesempatan untuk memimpin .... Sementara itu saya hanya akan bersabar," tandas Anwar.

Anwar juga membenarkan kabar yang beredar mengenai upaya sejumlah anggota koalisi Pakatan untuk menjegalnya menjadi orang nomor satu negeri “Jiran”. Melalui skenario beraliansi dengan kubu oposisi Partai Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) dan Partai Islam se-Malaysia (PAS), anggota koalisi ini berharap dapat mengumpulkan mayoritas kursi di parlemen untuk menghalangi naiknya Anwar.

Diperlukan 112 kursi untuk menjadi Perdana menteri, dan kubu Anwar sadar benar genggaman angka tersebut masih belum aman. Terakhir muncul kabar bahwa 138 anggota parlemen yang berarti hampir dua per tiga memberi sinyal akan mengajukan mosi mendukung Mahathir untuk menyelesaikan penuh masa jabatannya hingga pemilu mendatang. (Detikcom/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments