Jumat, 18 Okt 2019

Otoritas Taiwan Cari 152 Turis Asal Vietnam yang Hilang

Admin Jumat, 28 Desember 2018 16:42 WIB
Taipei (SIB) -Pihak berwenang Taiwan tengah melakukan pencarian terhadap 152 warga negara Vietnam yang mengunjungi pulau itu dengan menggunakan visa turis setelah muncul laporan dari media lokal bahwa mereka datang untuk bekerja secara ilegal. Para turis itu memiliki visa turis sebagai bagian dari inisiatif yang diluncurkan tiga tahun lalu untuk menarik lebih banyak wisatawan dari Asia Selatan dan Asia Tenggara ke Taiwan.

Badan Imigrasi Nasional Taiwan seperti dilaporkan AFP, Kamis (27/12), mengatakan, sebanyak 153 warga Vietnam tiba di kota Kaohsiung selatan selama akhir pekan dan sejauh ini hanya satu orang yang bisa dilacak.

"Agensi telah membentuk satuan tugas dan bekerja dengan polisi untuk menyelidiki para wisatawan yang belum diketahui keberadaannya, serta kelompok yang ada di belakang mereka," katanya dalam sebuah pernyataan, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Media lokal berspekulasi bahwa para warga negara Vietnam tersebut mungkin datang ke Taiwan untuk bekerja secara ilegal. Mereka menghadapi deportasi dan larangan tiga hingga lima tahun dari pulau itu, kata agen imigrasi. Menurut Biro Pariwisata, sekira 150 wisatawan sebelumnya hilang dalam program ini, meskipun belum jelas berapa banyak dari mereka yang berhasil ditemukan.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Vietnam mengatakan bahwa mereka telah meminta pihak berwenang Taiwan untuk klarifikasi tentang kasus ini dan mengupayakan koordinasi sehingga program pariwisata dan pertukaran untuk kedua belah pihak tidak akan terpengaruh.

Kementerian Luar Negeri Taiwan mengatakan visa para turis Vietnam yang hilang telah dicabut dan Kantor Perwakilan Taiwan di Vietnam telah menangguhkan penerbitan visa turis ke 182 orang Vietnam lainnya yang permohonannya telah disetujui oleh Biro Pariwisata.

Program pariwisata merupakan bagian dari "kebijakan menuju selatan" Taiwan, yang menargetkan 16 negara Asia Selatan dan Tenggara, serta Australia dan Selandia Baru, dalam upaya meningkatkan pariwisata di saat kedatangan dari daratan China menurun.

Jumlah wisatawan dari daratan China telah turun secara drastis setelah hubungan lintas selat itu memburuk. Muncul spekulasi bahwa Pemerintah China Daratan melarang warganya berkunjung guna meningkatkan tekanan pada pemerintahan Presiden Tsai Ing-wen yang pro kemerdekaan. Hubungan China dan Taiwan terus memburuk sejak Tsai menjabat pada 2016 lalu. (okz/f)
Editor: Admin

T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments