Senin, 30 Mar 2020
Banner Menu
Detail Utama 1
  • Home
  • Luar Negeri
  • New Delhi Lockdown, Hong Kong Larang Masuk Semua Non-resident

New Delhi Lockdown, Hong Kong Larang Masuk Semua Non-resident

Selasa, 24 Maret 2020 12:29 WIB
Foto: Rtr

Jalan lintas Laut Arabia, Bandra-Worli yang melintasi wilayah Mumbai, India terlihat lengang, Senin (23/3) setelah pemberlakuan lockdown untuk mencegah penyebaran virus corona. 

New Delhi (SIB)
Jalanan di ibu kota New Delhi sepi dan gedung perkantoran ditutup saat lockdown diberlakukan terhadap 75 distrik di wilayah India hingga 31 Maret mendatang. Perdana Menteri (PM) Narendra Modi mendorong warga India untuk tetap di rumah dan menyelamatkan diri mereka sendiri dari virus Corona.

Seperti dilansir CNN dan Reuters, Senin (23/3), otoritas India sejauh ini mengonfirmasi 415 kasus virus Corona, dengan tujuh orang meninggal dunia. Para pakar kesehatan memperingatkan bahwa lonjakan jumlah kasus bisa terjadi segera, yang bisa membuat kewalahan infrastruktur kesehatan publik yang lemah.

PM Modi dalam pernyataannya menyebut banyak warga India yang tidak menganggap serius langkah lockdown yang kini diberlakukan pemerintah. "Tolong selamatkan diri Anda, selamatkan keluarga Anda, patuhi instruksi dengan serius," tegas PM Modi dalam imbauan via Twitter.

Lockdown di ibu kota New Delhi yang berpenduduk 18 juta orang, akan berlaku hingga akhir bulan ini. New Delhi merupakan salah satu dari 75 distrik di India yang di-lockdown hingga 31 Maret untuk membatasi penyebaran virus Corona. Langkah ini memperpanjang lockdown 14 jam yang diberlakukan pada Minggu (22/3). Kota besar lainnya di India yang ikut di-lockdown, antara lain Mumbai, Bangalore, Pune, Hyderabad dan Kolkata. Ini berarti jutaan pekerja di sektor teknologi dan finansial akan terpaksa bekerja dari rumah hingga akhir Maret.

Menurut Biro Informasi Pers India, hanya layanan penting yang masih akan beroperasi di area-area tersebut selama lockdown berlangsung. Semua toko, pusat komersial, pabrik, workshop, perkantoran, pasar dan tempat ibadah akan tutup sementara. Layanan bus antarwilayah dan kereta metro juga dihentikan sementara.

Sejumlah distrik, termasuk Mumbai yang menjadi pusat finansial, kini memberlakukan aturan hukum yang menjadikan aksi berkumpul yang melibatkan 4 orang atau lebih, sebagai tindak pidana yang bisa dihukum. Sanksi pidana juga diberlakukan bagi orang-orang yang berkumpul dengan melibatkan lima orang lebih di wilayah Maharashtra, yang memiliki jumlah kasus terbanyak di India.
Larang Masuk Semua Non-resident
Otoritas Hong Kong melarang semua non-resident (bukan penduduk) masuk ke pusat finansial itu mulai tengah malam pada Selasa (24/3) waktu setempat, sebagai upaya mengendalikan virus corona. Meskipun kedekatannya dengan China daratan, Hong Kong berhasil menekan penyebaran virus corona yang salah satunya berkat pemakaian masker yang luas, kebersihan tangan dan social distancing.

Namun dalam dua pekan terakhir, jumlah kasus corona telah mencapai lebih dari dua kali lipat yakni mencapai 318 kasus setelah warga lokal dan asing membanjiri Hong Kong setelah pandemi coronavirus menyebar ke Eropa dan Amerika Utara. Pemimpin Hong Kong, Carrie Lam pada Senin (23/3) ini mengumumkan serangkaian langkah untuk menekan bertambahnya infeksi coronavirus. "Mulai tengah malam 25 Maret, semua warga non-Hong Kong yang terbang dari luar negeri tidak diizinkan masuk ke kota ini," ujar Lam seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (23/3).

Dikatakannya, aturan ini akan diberlakukan selama setidaknya dua pekan. Lam menambahkan bahwa bandara Hong Kong -- bandara tersibuk kedelapan di dunia -- juga akan melarang semua penumpang transit. Sekira 8.600 restoran dan bar berlisensi juga akan dilarang menjual alkohol, namun untuk saat ini tetap diizinkan buka. Sebelumnya kelompok restoran-restoran telah mendesak pemerintah untuk mengizinkan mereka tetap buka. (AFP/Rtr/detikcom/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments