Minggu, 31 Mei 2020
PDIPSergai Lebaran

Negara Eropa Desak Iran Kembali ke Perjanjian Nuklir

* Khamenei Salahkan AS dan Sekutu Atas Situasi Saat Ini di Timur Tengah
redaksi Selasa, 14 Januari 2020 21:35 WIB
news.detik.com
Negara-negara Eropa seperti Prancis, Jerman, dan Inggris mendesak Iran kembali ke kesepakatan perjanjian nuklir Teheran pada tahun 2015 lalu.
Paris (SIB)
Negara-negara Eropa seperti Prancis, Jerman, dan Inggris mendesak Iran kembali ke kesepakatan perjanjian nuklir Teheran pada tahun 2015 lalu. Perjanjian itu membatasi ambisi nuklir Iran.

Dilansir AFP, Senin (13/1), Prancis, Jerman, dan Inggris adalah negara yang menandatangani kesepakatan perjanjian tersebut.

Pernyataan bersama ini muncul ketika demonstrasi rakyat Iran pecah dan pemerintah Iran mengakui menembak pesawat Ukraina yang jatuh. "Kami telah menyatakan keprihatinan kami yang mendalam pada tindakan yang diambil oleh Iran yang melanggar komitmennya sejak Juli 2019. Tindakan ini harus dibalik," demikian bunyi pernyataan dari negara-negara Eropa tersebut.

Tiga negara yang menandatangani dan mitra Uni Eropa mengatakan Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) memainkan peran kunci. Selain itu, memastikan Iran tidak mengembangkan senjata nuklir.

"Kepentingan mendasar keamanan bersama," kata pernyataan tersebut. "Kita harus mengatasi melalui diplomasi dan dengan cara yang bermakna, berbagi keprihatinan tentang aktivitas regional Iran yang tidak stabil, termasuk yang terkait dengan program misilnya," imbuh pernyataan itu.

Dalam pernyataan itu juga ditegaskan kembali kesiapan untuk melanjutkan keterlibatan dalam peningkatan stabilitas di kawasan ini. "Kami mencatat pengumuman Iran terkait penembakan UIA Flight PS752 dan berkomitmen untuk bekerja sama dengan Iran pada langkah selanjutnya,".

Pemerintah Iran sebelumnya menyatakan pihaknya secara tidak sengaja menjatuhkan sebuah pesawat jet Ukraina di luar Teheran dan menewaskan 176 orang. Penembakan itu terjadi tak lama setelah Iran meluncurkan rudal di pangkalan-pangkalan di Irak yang menampung pasukan Amerika.

Khamenei Salahkan AS dan Sekutu
Sementara itu, pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Seyyed Ali Khamenei menyebut tindakan korup yang dilakukan Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya sebagai penyebab utama situasi saat ini di Timur Tengah. Dia pun menyerukan negara-negara regional untuk meningkatkan kerja sama guna mengatasinya.

Hal tersebut disampaikan Khamenei dalam pertemuan dengan Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani yang berkunjung ke Teheran, Iran pada Minggu (12/1). Khamenei mengatakan bahwa kondisi saat ini di Timur Tengah adalah tidak menguntungkan.

"Alasan di balik situasi ini adalah tindakan-tindakan korup yang dilakukan Amerika dan sekutu-sekutunya dan satu-satunya cara untuk menghadapi itu adalah dengan bergantung pada kerja sama antar-regional," kata pemimpin tertinggi Iran tersebut seperti dilansir media Iran, Press TV, Senin (13/1). "Republik Islam Iran telah berulang kali mengumumkan dan Presiden (Hassan Rouhani) juga telah secara eksplisit menyatakan bahwa Iran siap untuk kerja sama yang lebih erat dengan negara-negara regional," kata Khamenei.

Dalam pertemuan itu, Emir Qatar juga menekankan soal situasi sulit di wilayah tersebut. Dikatakan Al Thani, dirinya sepenuhnya setuju dengan pernyataan Khamenei mengenai perlunya meningkatkan kerja sama regional. "Qatar yakin bahwa dialog komprehensif harus digelar di kalangan negara-negara regional," imbuh Emir Qatar itu. (AFP/Presstv/detikcom/f)
T#gs
LebaranDPRDTebing
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments