Sabtu, 08 Agu 2020
  • Home
  • Luar Negeri
  • Najib Razak Tiba di Sidang Vonis Atas Skandal Mega Korupsi 1MDB

Najib Razak Tiba di Sidang Vonis Atas Skandal Mega Korupsi 1MDB

Rabu, 29 Juli 2020 19:51 WIB
Foto Reuters

Mantan PM Malaysia Najib Razak. 

Kuala Lumpur (SIB)
Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak tiba di pengadilan Kuala Lumpur, Selasa (28/7). Dia akan mendengarkan putusan pengadilan tingkat pertama dari atas kasus percobaan korupsi terkait dengan skandal bernilai miliaran dolar di badan dana negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Seperti dilansir Reuters dan Channel New Asia, Selasa (28/7) seorang hakim pengadilan tinggi dijadwalkan untuk membuka persidangan pada pukul 10 pagi waktu setempat, sebelum memberikan putusan atas tujuh dakwaan untuk Najib terkait tuduhan penerimaan uang RM42 juta (US$ 9,9 juta) dari bekas unit 1MDB, SRC International pada tahun 2014.

Dia mengaku tidak bersalah atas pelanggaran kepercayaan, pencucian uang dan penyalah-gunaan kekuasaan.

"Ini adalah kesempatan saya untuk membersihkan nama saya," kata Najib dalam sebuah posting Facebook, Senin (27/7).

"Apa pun keputusan besok di pengadilan tinggi, itu tidak berakhir di sini," katanya.

Beberapa pendukung Najib berkumpul di dekat gedung pengadilan, Selasa (28/7) pagi. Jalan menuju pengadilan ditutup karena alasan keamanan.

Jika terbukti bersalah, mantan perdana menteri negeri Jiran itu dapat dihukum dengan denda dan hukuman penjara hingga 15 atau 20 tahun atas masing-masing dakwaan.

Tidak jelas apakah dia akan segera dihukum jika terbukti bersalah. Pengacaranya mengatakan, hukuman dapat ditunda atau ditangguhkan karena sifat kompleks kasus ini.

Penerapan hukuman juga bisa ditunda jika Najib mengajukan banding di pengadilan federal. Najib menghadapi puluhan tuduhan kriminal atas tuduhan korupsi US$ 4,5 miliar yang dicuri dari 1MDB. Jaksa menuduh lebih dari US$ 1 miliar dana masuk ke rekening pribadinya. (detikcom/d)

T#gs Najib RazakSidang VonisSkandal Mega Korupsi 1MDB
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments