Rabu, 20 Nov 2019
  • Home
  • Luar Negeri
  • Militer Sri Lanka Gerebek Markas Terduga Teroris, 15 Tewas

Militer Sri Lanka Gerebek Markas Terduga Teroris, 15 Tewas

* Bom Paskah Bikin Sektor Pariwisata Kehilangan Rp 21 Triliun
admin Minggu, 28 April 2019 16:51 WIB
SIB/Rtr
Sejumlah personel militer dan polisi Sri Lanka memeriksa satu rumah yang menjadi sasaran penggerebekan di Kalmunai, Sabtu (27/4). Sebanyak 15 orang dilaporkan tewas dalam aksi baku tembak saat penggerebekan tersebut.
Kolombo (SIB) -Personel militer Sri Lanka terlibat baku tembak saat menggerebek satu tempat persembunyian terduga teroris, usai rentetan bom Paskah yang menewaskan 253 orang. Sedikitnya 15 orang termasuk enam anak-anak tewas dalam baku tembak yang diwarnai ledakan bom bunuh diri dari militan yang digerebek.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Sabtu (27/4), baku tembak ini terjadi antara tentara Sri Lanka dan terduga militan di kawasan Sainthamaruthu, Kalmunai di Ampara, sebelah selatan Batticaloa pada Jumat (26/4) malam. Batticaloa menjadi lokasi salah satu gereja yang diguncang bom pada Minggu (21/4) lalu.

Juru bicara militer Sri Lanka, Sumith Atapattu, menyatakan bahwa para personel militer sedang bergerak mendekati satu rumah yang jadi tempat persembunyian militan, saat tiba-tiba tiga ledakan mengguncang dan baku tembak pun pecah. Tiga ledakan yang mengguncang itu diduga berasal dari tiga terduga militan yang meledakkan diri. "Tentara-tentara beraksi dan menggerebek safe house tersebut, di mana sejumlah besar peledak disimpan," sebut Atapattu dalam pernyataannya.

Atapattu mengatakan militan-militan yang bersembunyi di safe house itu diduga anggota militan lokal Jamaah Tauhid Nasional (NTJ, yang diduga kuat ada di belakang rentetan bom saat Paskah. NTJ diyakini dibantu jaringan internasional dalam melancarkan aksi kejinya. Pemimpin NTJ, Zahran, telah disebut sebagai dalang utama serangan bom tersebut. Kepolisian setempat menyebut tiga ledakan bom itu menewaskan tiga wanita dan enam anak-anak yang ada di dalam safe house. "Tiga pria, yang diyakini pengebom bunuh diri, ditemukan tewas di dalam rumah," demikian pernyataan kepolisian setempat.

Baku tembak antara tentara Sri Lanka dan terduga militan dilaporkan berlangsung selama lebih dari satu jam. Tentara Sri Lanka membantu operasi kepolisian dalam penggerebekan ini. Sekitar 15 jasad baru ditemukan polisi saat memeriksa bagian dalam rumah secara menyeluruh pada Sabtu (26/4) pagi waktu setempat. Tidak ada korban jiwa dari pihak militer maupun kepolisian Sri Lanka.

Baku tembak di Kalmunai ini terjadi beberapa jam setelah polisi Sri Lanka menggerebek satu lokasi terkait Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang juga di kawasan Sammanthurai pada Jumat (26/4) waktu setempat. Penggerebekan itu berujung penyitaan seragam dan bendera ISIS serta 150 dinamit dan 100 ribu butir gotri.

Otoritas keamanan Sri Lanka meningkatkan operasinya di tengah penetapan situasi darurat nasional usai rentetan bom Paskah. Diyakini ada sembilan pengebom bunuh diri yang melakukan serangan bom yang mengejutkan publik Sri Lanka itu. Pada Jumat (26/4) kemarin, otoritas Sri Lanka menyatakan mereka tengah melacak 140 orang yang diyakini terlibat aktivitas ISIS yang mengklaim bertanggung jawab atas rentetan bom tersebut.

Turunkan Jumlah Korban Tewas
Sri Lanka pada Kamis (25/4) menurunkan total angka kematian akibat aksi teror pada Minggu Paskah. Dalam data terbaru, korban tewas dicatat menjadi 253 orang dari yang sebelumnya dirilis sebanyak 359 orang. Diwartakan kantor berita AFP, revisi tersebut berdasarkan hasil forensik yang menunjukkan beberapa sisa-sisa jenazah rusak parah dihitung secara keliru.

Di sisi lain, perubahan jumlah korban tewas diyakini akan semakin menekan pemerintah yang telah disoroti atas kegagalan menanggapi laporan intelijen tentang serangan tersebut. "Banyak korban berupa potongan-potongan jenazah yang parah. Ada yang dihitung dua kali," demikian penjelasan dari Kementerian Kesehatan Sri Lanka. Kementerian menyebutkan, setelah semua proses otopsi selesai dan hasil rujukan sampel DNA menyimpulkan jumlah korban terbaru lebih rendah dari yang diumumkan sebelumnya.

Meski demikian, Kementerian Kesehatan tidak merinci lebih lanjut terkait jumlah korban tewas dari warga asing. Seperti diketahui, Kementerian Luar Negeri Sri Lanka pernah merilis angka warga asing yang turut menjadi korban serangan bom sebanyak 40 orang. Kini pihak berwenang Sri Lanka terus melakukan perburuan terhadap tersangka terkait teror. Polisi telah merilis nama dan foto dari tiga pria dan tiga perempuan yang mereka cari untuk diinterogasi.

Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena bertemu dengan para pemimpin partai politik dan mengumumkan tindakan keras lebih lanjut untuk menanggapi serangan di negaranya. Dia berencana menghidupkan kembali badan militer-polisi yang terakhir dipakai selama perang melawan gerilyawan Tamil. Dulunya, komando operasi itu merupakan gabungan pasukan yang dipimpin tokoh militer senior, anggota militer, polisi, dan intelijen.

Sektor Pariwisata Kehilangan Rp 21 Triliun
Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Lanka Mangala Samaraweera, Jumat (26/4) mengatakan, akibat bom Minggu Paskah negeri itu bisa kehilangan 1,5 miliar dolar atau lebih dari Rp 21 triliun dari sektor pariwisata. "Turisme adalah sektor yang paling terdampak akibat tragedi ini. Kami memperkirakan terjadi penurunan hingga 30 persen atau 1,5 miliar dollar AS," ujar Samaraweera.

Samaraweera mengatakan, untuk memulihkan sektor pariwisata seperti sedia kala dibutuhkan waktu setidaknya dua tahun.
Pemerintah Sri Lanka menuding kelompok militan lokal yang mendalangi pengeboman yang menewaskan 253 orang itu. Namun, ISIS kemudian mengklaim bertanggung jawab. "Biasanya, negara-negara yang mengalami serangan ISIS mengalami penurunan angka wisatawan selama satu atau dua tahun," kata Samaraweera. "Dengan catatan, selama akar masalah dan langkah-langkah pengamanan ditangani dengan baik," tambah dia.

Dia kemudian mengambil contoh Prancis, Belgia, dan Tunisia yang pernah mengalami serangan teror ISIS. Negara-negara itu, ujar Samaraweera, berhasil memulihkan sektor pariwisata mereka yang sempat menurun dalam waktu singkat. Samaraweera menyebut, sektor pariwisata muncul sebagai kisah sukses Sri Lanka dalam meningkatkan perekonomiannya.

Serangan bom pada Minggu Paskah itu menghancurkan mimpi Sri Lanka untuk meraup 5 miliar dollar atau sekitar Rp 70 triliun dari pariwisata tahun ini. Menurut data pemerintah, jumlah turis yang masuk ke Sri Lanka pada kuartal pertama tahun ini melonjak 4,6 persen atau 740.600 orang dibanding tahun lalu. India, Inggris, dan China merupakan penyumpang wisatawan terbanyak untuk Sri Lanka yang dikenal dengan pantai tropis dan perkebunan tehnya yang indah.

Industri pariwisata Sri Lanka sedang kembali bangkit setelah hancur akibat perang saudara 37 tahun dengan separatis Tamil yang menewaskan 100.000 orang. Namun, selama satu dekade terakhir tidak ada kekerasan di Sri Lanka yang berdampak kepada para wisatawan.

Abaikan Imbauan
Meski ada imbauan untuk menghindari masjid usai rentetan bom, warga muslim di Sri Lanka tetap datang untuk menunaikan ibadah Salat Jumat. Mereka pun salat di tengah pengawalan ketat personel militer Sri Lanka yang bersenjata lengkap. Pengamanan di Sri Lanka diperketat setelah rentetan bom mengguncang tiga gereja dan empat hotel serta sebuah rumah di pinggiran Colombo saat perayaan Paskah pada Minggu (21/4) lalu yang sejauh ini menewaskan 253 orang.

Serangan bom itu mengguncang seluruh Sri Lanka yang selama satu dekade terakhir menikmati kedamaian usai konflik dengan separatis Tamil diakhiri. Nyaris 10 ribu tentara Sri Lanka dikerahkan ke seluruh wilayah untuk membantu operasi penggeledahan dan menjaga keamanan titik-titik strategis, terutama tempat-tempat ibadah. Komunitas muslim di Sri Lanka yang merupakan minoritas, mengkhawatirkan adanya serangan balasan atas rentetan bom yang telah diklaim oleh Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) itu. Tidak sedikit yang takut keluar rumah, namun ada juga yang mengungsi dari rumah masing-masing.

Namun, seperti dilansir Reuters, Jumat (26/4), para jemaah Masjid Kollupitiya Jumma di Colombo tetap datang untuk menunaikan salat Jumat berjamaah. Ratusan jemaah mengabaikan imbauan pemerintah juga pemimpin komunitas muslim yang meminta mereka sembahyang di rumah.

Para jemaah yang hadir khusyuk beribadah dan berdoa agar perdamaian kembali di Sri Lanka. Sebelum masuk ke dalam masjid, para jemaah terlebih dulu harus menjalani pemeriksaan ketat, yang melibatkan anjing pelacak. "Ini situasi sangat menyedihkan," ucap Raees Ulhaq (28), salah satu jemaah yang berprofesi sebagai pekerja bagian sales. "Kita bekerja bersama warga Kristen, Buddha, Hindu. Itu telah menjadi ancaman bagi kita semua karena apa yang dilakukan segelintir orang (pelaku serangan bom) ini terhadap negara yang indah ini," imbuhnya.

Diketahui bahwa Sri Lanka yang memiliki populasi total 22 juta jiwa ini didominasi oleh penganut Buddha dan juga terdiri atas minoritas Kristen, Muslim dan Hindu. Selama ini, warga Muslim dan Kristen di Sri Lanka hidup berdampingan dalam damai, tidak terpengaruh ketegangan antaragama yang terjadi di belahan dunia lainnya. Kebanyakan warga Sri Lanka berharap agar rentetan bom yang mengguncang tiga gereja pada Minggu (21/4) lalu, tidak lagi memicu pertikaian lama. "Tidak semua warga muslim adalah teroris," ucap Abdul Waheed Mohamed (43) yang berprofesi sebagai teknisi, usai menunaikan ibadah salat Jumat. "Setiap hari sejak pembantaian ini terjadi, saya, keluarga saya dan semuanya, kita semua berdoa pada Tuhan, tolong beri kami perdamaian," imbuhnya. (AFP/Detikcom/Rtr/Kps/h)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments