Senin, 20 Mei 2019
  • Home
  • Luar Negeri
  • Mesir Gelar Referendum Perpanjang Kekuasaan Presiden Al-Sisi

Mesir Gelar Referendum Perpanjang Kekuasaan Presiden Al-Sisi

admin Minggu, 21 April 2019 15:27 WIB
SIB/liputan6
BERJAGA-JAGA: Seorang tentara berjaga-jaga saat rakyat Mesir antri mengikuti referendum amandemen konstirusi di Kairo, Sabtu (20/4). Masyarakat Mesir menggelar referendum amandemen konstitusi untuk menentukan apakah Presiden Abdel Fattah al- Sisi diizinkan untuk memimpin hingga tahun 2030.
Kairo (SIB) -Bangsa Mesir, Sabtu (20/4), menggelar referendum yang bertujuan memperpanjang kekuasaan Presiden Abdel Fattah al-Sisi, yang berkuasa setelah memimpin kudeta militer. Meski menuai protes dari kelompok-kelompok HAM, referendum selama tiga hari ini diharapkan untuk menyetujui perubahan konstitusi yang akan memperpanjang masa kekuasaan Sisi hingga setidaknya tahun 2024 mendatang. Amandemen konstitusi ini akan memungkinkan Sisi (64) untuk kembali memerintah selama periode enam tahun berikutnya, di samping memperkuat kendalinya akan kehakiman dan memberikan pengaruh lebih besar bagi militer dalam kehidupan politik di Mesir.

Dalam referendum ini, Sisi akan menggunakan hak suaranya di Heliopolis, kawasan kelas atas di Kairo, ibu kota Mesir. Banyak pemilih memandang Sisi sebagai jawara stabilitas. "Begini, saya menentang beberapa perubahan seperti memperlama masa jabatan presiden ... namun bagaimanapun saya akan tetap akan memilih iya, ujar Ramez Raouf (63). "Karena militer akan melindungi sifat sipil dari negara, dan itu penting bagi saya," imbuh pria tersebut.

Dilaporkan bahwa sebanyak 55 juta dari 100 juta warga Mesir memiliki hak pilih dalam referendum yang akan digelar selama tiga hari sejak Sabtu (20/4) hingga Senin (22/4) waktu setempat. Menurut pendukung Sisi, perubahan konstitusi itu dibutuhkan untuk memberi Sisi kesempatan lebih agar bisa menyelesaikan proyek-proyek pembangunan besar dan reformasi ekonomi. Namun para pengkritik menyebut perubahan itu hanya akan memberi Sisi kekuasaan lebih dan mengembalikan Mesir ke model kepemimpinan otoriter.

Dalam amandemen itu, masa jabatan Presiden Mesir akan diperpanjang dari empat tahun menjadi enam tahun. Bila amandemen itu diloloskan, maka Presiden Al-Sisi akan bisa menjabat hingga tahun 2024, dari yang sebelumnya hanya sampai tahun 2022.

Tidak hanya itu, dengan amandemen konstitusi ini, Presiden Al-Sisi akan bisa mencalonkan diri untuk untuk periode ketiga setelah masa jabatannya berakhir. Konstitusi Mesir saat ini membatasi masa jabatan presiden hanya dua periode, dengan masing-masing masa jabatan empat tahun setiap periode. Dengan kata lain, jika amandemen ini disetujui rakyat Mesir dalam referendum, maka Presiden Al-Sisi bisa saja akan terus menjabat hingga tahun 2030 mendatang.

Amandemen konstitusi itu juga memberikan pengaruh militer yang lebih besar dalam sektor politik dan memberikan kendali lebih luas bagi Presiden Al-Sisi atas peradilan, serta memperluas yurisdiksi pengadilan militer atas warga sipil. Nantinya, Presiden Al-Sisi bisa menunjuk langsung hakim kepala dan jaksa penuntut umum. (Detikcom/h)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments