Kamis, 20 Jun 2019

Mendiang Saudara Tiri Kim Jong-Un Disebut Informan CIA

admin Rabu, 12 Juni 2019 18:31 WIB
SIB/AP
Kim Jong-Nam tertangkap kamera di bandara Jepang pada 2011. Media terkemuka AS, Wall Street Journal (WSJ), melaporkan saudara tiri pemimpin Korut itu disebut sebagai agen CIA.
Washington (SIB) -Kim Jong-Nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Un, yang dibunuh di Malaysia tahun 2017 lalu, disebut sebagai seorang informan bagi Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (AS) atau CIA. Seperti dilansir Reuters, Selasa (11/6), informasi tersebut diungkapkan oleh media terkemuka AS, Wall Street Journal (WSJ), yang mengutip sumber tanpa nama yang disebut sebagai 'sosok yang memahami persoalan ini'.

Namun, tulis WSJ dalam artikelnya, sebagian besar detail soal hubungan Kim Jong-Nam dengan CIA cenderung samar. Reuters sendiri tidak bisa mengonfirmasi laporan WSJ tersebut. Adapun CIA menolak berkomentar. Sumber yang dikutip WSJ menyatakan ada sebuah nexus (hubungan) antara CIA dan Kim Jong-Nam.

"Beberapa mantan pejabat AS mengatakan sang kakak tiri, yang tinggal di luar Korea Utara selama bertahun-tahun dan tidak mengetahui basis kekuatan di Pyongyang, kecil kemungkinan bisa memberikan detail soal kinerja internal negara yang penuh kerahasiaan itu," tulis WSJ dalam laporannya. Masih menurut laporan WSJ, para mantan pejabat AS itu juga menyatakan bahwa Kim Jong-Nam hampir pasti berkomunikasi dengan dinas keamanan negara-negara lain, khususnya China.

Peran Kim Jong-Nam sebagai informan CIA juga disebut dalam sebuah buku baru berjudul 'The Great Successor' yang mengulas Kim Jong-Un. Buku yang ditulis oleh reporter media terkemuka AS, The Washington Post, bernama Anna Fifield itu akan diterbitkan pada Selasa (11/6) waktu setempat.

Dalam bukunya, Fifield yang mengutip seorang sumber yang memahami informasi intelijen, menyebut Kim Jong-Nam biasanya bertemu dengan agen-agen CIA di Singapura dan Malaysia. Disebutkan dalam buku itu bahwa rekaman kamera keamanan dari kunjungan terakhir Kim Jong-Nam ke Malaysia, menunjukkan momen saat kakak tiri pemimpin Korut itu berada dalam satu lift hotel dengan seorang pria berparas Asia yang dilaporkan merupakan agen intelijen AS.

Disebutkan juga dalam buku itu bahwa, saat itu ransel yang dibawa Kim Jong-Nam berisi uang tunai US$ 120 ribu (Rp 1,6 miliar) yang diduga merupakan pembayaran untuk aktivitas terkait intelijen atau pendapatan dari bisnis kasinonya.

Pada Februari 2017, Kim Jong-Nam tewas usai wajahnya diusap racun VX -- senjata kimia dilarang -- di tengah keramaian Bandara Kuala Lumpur, Malaysia. Dua wanita, Doan Thi Huong asal Vietnam dan Siti Aisyah asal Indonesia, menjadi terdakwa dalam kasus pembunuhan ini. Keduanya sempat terancam hukuman mati sebelum akhirnya bebas pada Maret dan Mei lalu.

Para pejabat AS dan Korea Selatan (Korsel) menyebut otoritas Korut yang memerintahkan pembunuhan Kim Jong-Nam, yang disebut selalu kritis terhadap kepemimpinan dinasti keluarganya di Korut. Otoritas Korut telah membantah keras tuduhan itu.

Menurut sumber yang dikutip WSJ, Kim Jong-Nam terbang ke Malaysia pada Februari 2017 untuk bertemu agen CIA, meskipun diketahui bahwa itu mungkin bukan satu-satunya maksud kedatangan kakak tiri Kim Jong-Un ini ke Negeri Jiran saat itu. (Detikcom/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments