Kamis, 24 Sep 2020
  • Home
  • Luar Negeri
  • Mantan Wapres AS Al Gore: Indonesia Bisa Menjadi Contoh Bagi Dunia

Bicara Kenaikan Air Laut dan Dampaknya

Mantan Wapres AS Al Gore: Indonesia Bisa Menjadi Contoh Bagi Dunia

redaksi Kamis, 12 Desember 2019 17:27 WIB
news.detik.com
Founder and Director of The Climate Reality Project Al Gore
Madrid (SIB)
Mantan Wapres Amerika Serikat Al Gore menyebut Indonesia adalah salah satu negara yang terdampak akan kenaikan air laut sebagai dampak perubahan iklim global. Kenaikan muka air laut itu disebutnya telah membuat Indonesia memindahkan Ibu Kota ke Kalimantan Timur.

"Kenaikan muka air laut--sudah mengakibatkan--bersamaan memindahkan ibu kota negara ke Kalimantan dan juga banyak konsekuensi lainnya, termasuk ancaman terhadap ribuan pulau kecil di Indonesia akan kenaikan air laut, banyak orang yang harus dipindahkan," jelas Al Gore.

Hal itu disampaikan Al Gore saat menjadi keynote speaker di Paviliun Indonesia pada Konferensi Perubahan Iklim (UNFCCC-COP25), di Feria de Madrid, Madrid, Spanyol. Diskusi ini dibuka oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Alue Dohong.

Al Gore yang kini aktif bicara soal perubahan iklim mengatakan konferensi tahun ini tidak biasa karena menjadi deadline bagi para delegasi untuk meningkatkan ambisi dalam pencapaian national determined contribution (NDC).

"Dan juga seperti biasa, konferensi ini hanya berkutat pada pembahasan masalah kesepakatan dan komitmen yang akan dibuat, tapi biasanya kesepakatan diselesaikan pada jam-jam terakhir konferensi," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Al Gore memuji sikap Indonesia berani mengubah kebijakan untuk kemajuan yang lebih baik. Menurutnya, Indonesia bisa menjadi contoh bagi dunia.

"Indonesia juga menjadi contoh sebuah negara yang berusaha keras mengubah kebijakan dan melaju ke arah lebih baik untuk mengadopsi solusi yang lebih baik," katanya.

Dia kemudian bicara tentang penyebab krisis iklim yang salah satunya dipicu pembakaran batubara untuk pembangkit listrik. Al Gore bersyukur masalah tersebut sudah memiliki solusi.

"Berita bagusnya, kita punya solusinya. Ongkos listrik dari bahan bakar solar lebih murah daripada dari membakar batubara. Batubara adalah salah satu penyebab krisis iklim," sambungnya.
Sementara itu, Alue Dohong juga menyadari perlunya melakukan perubahan yang lebih cepat, lebih besar dan kuat untuk melindungi masa depan dari dampak perubahan iklim.

"Dalam hal pencapaian itu, Indonesia meyakini perlu dukungan teknologi dan pengetahuan. Kita juga butuh dukungan politik dari nasional dan global level termasuk dari yang mulia Al Gore," kata Alue. (detikcom/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments