Rabu, 13 Nov 2019

Mantan Presiden Robert Mugabe Meninggal di Usia 95 Tahun

admin Sabtu, 07 September 2019 14:48 WIB
dailymail
MENINGGAL DUNIA: Mantan Presiden Zimbabwe Robert Mugabe (kanan) bersama putranya, Robert Junior, di rumah sakit Singapura. Mugabe meninggal dunia, Jumat (7/9), di usia 95 tahun
Singapura (SIB) -Mantan Presiden Zimbabwe Robert Mugabe meninggal dunia dalam usia 95 tahun. Mugabe menghembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan medis di Singapura. Seperti dilansir AFP dan Reuters, Jumat (6/9), Mugabe diketahui memimpin Zimbabwe dengan tangan besi dari tahun 1980 hingga tahun 2017, atau selama 37 tahun. Dia awalnya menjabat Perdana Menteri (PM) Zimbabwe sebelum menjabat sebagai Presiden Zimbabwe tahun 1987.

Kepergian Mugabe diumumkan oleh Presiden Zimbabwe saat ini, Emmerson Mnangagwa, dalam pernyataan via akun Twitter resminya. "Dengan kesedihan mendalam, saya mengumumkan kepergian bapak pendiri Zimbabwe dan mantan Presiden, Cde Robert Mugabe," demikian pernyataan Mnangagwa via Twitter.

Mnangagwa menyebut Mugabe sebagai 'ikon pembebasan'. Dia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut soal penyebab meninggalnya Mugabe. Namun diketahui bahwa beberapa tahun terakhir, kondisi kesehatan Mugabe memburuk bahkan dia sampai lumpuh dan harus menjalani perawatan medis di Singapura.

Mugabe memimpin perjuangan negeri itu untuk merdeka dari Inggris ketika masih bernama Rhodesia dan sejak itu mendominasi politik Zimbabwe selama hampir 40 tahun sebelum digulingkan dari kekuasaan dua tahun lalu.

Dikenal oleh pendukungnya sebagai pejuang melawan kaum imperialis kult putih, Robert Mugabe akan dikenang di banyak negara Barat sebagai seorang diktator yang membawa negerinya ke jurang kemiskinan. Dilahirkan tanggal 21 Februari tahun 1924 di sebuah peternakan kecil, Mugabe adalah anak ketiga dari enam bersaudara.

Mugabe mulai dikenal ketika memimpin perang gerilya di tahun 1970-an melawan penguasa Rhodesia yang berkulit putih, sehingga kemudian dikenal sebagai pemimpin revolusi yang membebaskan rakyatnya. Di tahun 1980 dia diangkat menjadi Perdana Menteri dan mengakhiri kekuasaan warga kulit putih di sana.

Selama dua puluh tahun berikutnya, kebijakan Mugabe yang sosial membuat Zimbabwe yang pada awalnya memiliki perekonomian yang cukup stabil menjadi negara miskin dengan kurangnya bahan makanan dan inflasi tinggi.

Namun kebijakannya yang paling kontroversial adalah ketika dia mengambil lahan warga kulit putih tanpa kompensasi sehingga dia dijuluki sebagai diktator rasis. Mugabe yang berulang kali dikritik karena gaya hidupnya sendiri yang bermewah-mewah memiliki tiga pertanian yang diambil paksa dari pemiliknya yang berkulit putih.

Tetapi Mugabe selalu membela kebijakannya yang disebutnya perjuangan melawan imperialisme kulit putih dan bahkan mengatakan tidak keberatan dibandingkan dengan pemimpin Nazi Jerman Hitler. "Hitler hanya memiliki satu tujuan, keadilan bagi warganya, kedaulatan bagi rakyatnya, pengakuan kemerdekaan, dan hak rakyat mereka untuk memiliki sumber daya yang ada." katanya. (Detikcom/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments