Minggu, 18 Agu 2019
  • Home
  • Luar Negeri
  • Mantan Presiden Mesir Mohamed Mursi Meninggal di Ruang Sidang

Mantan Presiden Mesir Mohamed Mursi Meninggal di Ruang Sidang

admin Rabu, 19 Juni 2019 20:06 WIB
AFP
Mendiang Muhammad Mursi (kanan) bertemu mantan menteri pertahanan Abdel Fattah al-Sissi, Jenderal yang menggulingkan Mursi setahun setelah menjabat sebagai presiden Mesir pada 2012
Kairo (SIB) -Mantan Presiden Mesir Mohamed Mursi meninggal dunia setelah pingsan di ruang sidang di Kairo. Stasiun televisi pemerintah Mesir menyebut penyebab kematian Mursi adalah serangan jantung. Seperti dilansir dari kantor berita Reuters, Selasa (18/6), menurut stasiun televisi pemerintah Mesir yang mengutip sumber medis, Mursi meninggal akibat serangan jantung mendadak saat sidang pada Senin (17/6) waktu setempat.

Sumber tersebut menambahkan, Mursi yang menderita tumor jinak, selama ini terus mendapatkan penanganan medis secara terus-menerus. Mursi meninggal dunia pada usia 67 tahun setelah pingsan di balik kerangkeng terdakwa dalam ruang sidang. Dia jatuh pingsan ketika disidang dalam kasus dakwaan mata-mata dan tidak lama kemudian meninggal dunia. "Setelah kasus ditangguhkan, dia pingsan dan meninggal. Jasadnya kemudian dibawa ke rumah sakit," demikian dilaporkan surat kabar Mesir, al-Ahram. Saat itu, Mursi disidang atas dakwaan menjadi mata-mata untuk kelompok Hamas.

Jaksa penuntut umum menyatakan, Mursi dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit pada Senin (17/6) pukul 16:50 waktu setempat dan laporan awal tidak menunjukkan adanya tanda-tanda cedera pada tubuhnya.

Mohamed Mursi dimakamkan di Kairo timur, Mesir. "Dia dimakamkan di Medinat Nasr, di Kairo timur, dengan dihadiri keluarganya. Doa pemakaman disampaikan di rumah sakit penjara Tora di mana dia dinyatakan meninggal pada Senin (17/6)," demikian disampaikan pengacara Mursi, Abdel Moneim Abdel Maksoud seperti dilansir dari kantor berita AFP, Selasa (18/6).

Mursi dilaporkan pingsan tidak lama setelah berpidato di pengadilan dalam kasus mata-mata terkait dugaan kontaknya dengan Hamas, yang memiliki hubungan dekat dengan Ikhwanul Muslimin. Mursi berbicara selama sekitar lima menit dari balik kerangkeng berdinding kaca kedap suara, yang menurut para pejabat dirancang untuk mencegahnya mengganggu proses persidangan.

Respons Erdogan-PBB
Mantan Presiden Mesir Mohammed Mursi meninggal setelah menjalani sidang. Mursi (67) menjadi Presiden Mesir yang terpilih secara demokratis pada 2012 setelah berakhirnya 30 tahun pemerintahan Presiden Husni Mubarak. Mursi kemudian digulingkan menyusul protes massal dan kudeta militer pada Juli 2013. Dia menjabat hanya satu tahun dari empat tahun masa jabatannya. Sejak kudeta itu, organisasi tempat Mursi berasal, Ikhwanul Muslimin, juga dinyatakan sebagai organisasi terlarang di Mesir.
Berikut reaksi para tokoh dan lembaga internasional menyusul kabar meninggalnya Mursi:

1.Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan
Erdogan menyampaikan ucapan belasungkawa lewat Twitter resmi. Presiden Turki itu memuji Mursi dengan menyebut jasanya dalam perjuangan demokrasi terbesar dalam sejarah. "Saya mengetahui berita kematian saudara saya Mohammed Mursi, Presiden Mesir pertama yang berkuasa dalam pemilihan yang demokratis. Saya berharap belas kasihan Tuhan kepada martir Mohammed Mursi, yang memberikan salah satu perjuangan demokrasi terbesar dalam sejarah," tulis Erdogan di laman Twitter-nya.

2. PBB
Meninggalnya Mursi juga mendapat respons dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Juru bicara PBB Stephane Dujarric menyampaikan belasungkawa kepada kerabat dan pendukung Mursi.

3.Lembaga Hak Asasi Manusia
Sarah Leah Whitson, Direktur Eksekutif Human Rights Watch Divisi Timur Tengah dan Afrika Utara, menyebut kematian Mursi 'mengerikan tetapi sepenuhnya dapat diprediksi', mengingat kegagalan pemerintah memberinya perawatan medis yang memadai.
4.Putra Mohammed Mursi

Dalam posting Facebook, putra Mursi, Ahmed, membenarkan kematian ayahnya. Dia juga menyinggung persatuan dalam posting-an itu. "Di depan Allah, ayahku dan kita akan bersatu," tulisnya.

5.Anggota Ikhwanul Muslimin
Mohammed Sudan, anggota terkemuka Ikhwanul Muslimin di London, menggambarkan kematian Mursi sebagai 'pembunuhan berencana'. Alasannya, Mursi dilarang menerima obat atau kunjungan dan hanya ada sedikit informasi tentang kondisi kesehatannya.
"Dia telah ditempatkan di belakang sangkar kaca (selama persidangan). Tidak ada yang bisa mendengarnya atau tahu apa yang terjadi padanya. Dia belum menerima kunjungan selama sebulan atau hampir setahun. Dia mengeluh tidak mendapatkan obatnya. Ini adalah pembunuhan yang direncanakan. Ini adalah kematian yang perlahan," kata Sudan. (Rtr/AFP/dtc/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments