Kamis, 06 Agu 2020
  • Home
  • Luar Negeri
  • Mantan Presiden Bush Sebut Demo Antirasisme Kegagalan Tragis AS

Mantan Presiden Bush Sebut Demo Antirasisme Kegagalan Tragis AS

Kamis, 04 Juni 2020 17:13 WIB
Foto: Spencer Platt/Getty Images/AFP

Mantan Presiden AS George W. Bush

Washington DC (SIB)
Mantan Presiden George W. Bush mengatakan gelombang protes anti rasisme yang dipicu kematian George Floyd menunjukkan kegagalan tragis bagi Amerika Serikat.

Dalam pernyataan, Bush mengatakan bahwa gelombang protes yang memicu kerusuhan dan aksi penjarahan selama sepekan terakhir sebagai suatu kegagalan. "Itu (aksi demo) merupakan kegagalan saat banyak orang keturunan Afrika-Amerika, terutama laki-laki muda dilecehkan dan diancam di negara mereka sendiri," tulis Bush dalam pernyataannya seperti mengutip AFP.

Bush menyampaikan duka cita atas kematian Floyd yang meninggal lantaran kehabisan napas setelah lehernya 'dikunci' oleh polisi kulit putih di Minneapolis pada 25 Mei lalu. "Tragedi ini (rasisme) - dalam serangkaian tragedi serupa - telah menimbulkan pertanyaan yang sejak lama terpendam: Bagaimana kita mengakhiri rasisme sistemik di masyarakat kita?. "Sudah saatnya bagi Amerika untuk memeriksa kembali kegagalan tragis atas isu rasisme ini," tulis mantan Presiden AS periode 2001-2009 itu.

Dalam kritiknya itu, Bush tidak secara gamblang menyalahkan Presiden Donald Trump yang sama-sama politisi dari Partai Republik. Ia mendesak untuk mendengarkan suara dari etnis minoritas dan orang-orang yang berduka atas insiden kematian Floyd.
"Mereka yang berusaha membungkam suara-suara itu (etnis minoritas) tidak mengerti arti Amerika - atau bagaimana itu menjadi tempat yang lebih baik," ujarnya.

Demonstrasi anti-rasisme hingga memicu kerusuhan berawal dari kematian seorang warga kulit hitam asal Minneapolis, George Floyd, pada 25 Mei lalu oleh seorang petugas kepolisian. Demonstrasi pertama kali pecah di Minneapolis sehari setelah kematian Floyd hingga akhirnya menyebar ke seluruh penjuru AS, bahkan dunia.

Semula protes berlangsung damai namun kerusuhan disertai aksi penjarahan tidak terelakkan dalam unjuk rasa yang terjadi di beberapa wilayah di AS. Trump sempat mengisyaratkan untuk mengerahkan pasukan militer demi menindak demonstran. Namun permintaan itu mendapat penolakan dari sejumlah gubernur negara bagian. (AFP/CNNI/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments