Senin, 30 Mar 2020
Banner Menu
Detail Utama 1

Mahathir Isolasi Diri Usai Kontak dengan Pasien Corona

* Banyak Warga Langgar Aturan Lockdown, Malaysia Kerahkan Tentara
redaksisib Sabtu, 21 Maret 2020 12:18 WIB
nst.com

Polisi Diraja Malaysia memblokir jalan di Sungai Petani menyusul diberlakukannya lockdown untuk menghentikan penyebaran virus Corona di negara itu. 

Kuala Lumpur (SIB)
Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Mahathir Mohamad, tengah menjalani karantina diri (self-quarantine) setelah melakukan kontak dekat dengan seorang politikus yang dinyatakan positif virus corona. Mahathir akan menjalani karantina di rumah selama 14 hari. Seperti dilansir media lokal Malaysia, The Star dan New Straits Times, Jumat (20/3), Mahathir diyakini sempat melakukan kontak dekat dengan seorang politikus bernama Dr Kelvin Yii Lee Wuen yang merupakan anggota parlemen untuk wilayah Bandar Kuching. "Dia ada dalam self-quarantine," tutur salah satu staf Mahathir secara singkat.

Dalam wawancara eksklusif dengan program Buletin Utama pada TV3, Mahathir membagikan pengalamannya menjalani karantina di rumah. "Saya akan mematuhinya (self-quarantine). Penting untuk mengatasi masalah ini, kita harus disiplin," ucap politikus berusia 95 tahun ini.

"Kita harus menjalani self-quarantine di rumah selama 14 hari. Jika kita melakukan itu, maka kecil kemungkinan virus akan menyebar ke orang lain," ujar Mahathir. "Jadi, sekarang, saya hanya berada di rumah. Saya tidak bisa pergi ke luar, saya juga tidak bisa bertemu orang-orang. Saya tidak bisa berjabat tangan dan lain-lain. Namun, Alhamdulliah, itu tidak begitu sulit bagi saya," ucapnya lagi.

Dalam postingan via Instagram, Mahathir memposting foto dirinya dengan menyertakan imbauan agar orang-orang mengambil langkah pencegahan dan tidak meremehkan virus corona. "Tetap aman semuanya. Kita akan melalui ini bersama. #DudukRumah," tulisnya.

Diketahui bahwa politikus Dr Kelvin Yii mengumumkan dirinya positif terinfeksi virus corona dalam postingan Facebook tanggal 17 Maret lalu. Kini dia menjalani perawatan medis dalam karantina di Rumah Sakit Umum Sarawak.

Dalam pernyataannya, Dr Kelvin Yii menyatakan bahwa dirinya sempat melakukan kontak dengan koleganya, anggota parlemen wilayah Sarikei, Andrew Wong Ling Biu, yang dinyatakan positif virus corona pada 15 Maret lalu. Departemen Kesehatan setempat, sebut Dr Kelvin Yii, kini sedang melacak orang-orang yang melakukan kontak dengan Andrew dan mencari sumber penularannya.

Sementara itu Malaysia akan mengerahkan tentaranya untuk membantu polisi dalam memberlakukan lockdown untuk menghentikan penyebaran virus corona di negara itu. Pengerahan tentara dilakukan karena banyak warga Malaysia yang melanggar aturan isolasi yang kini diberlakukan.

Warga Malaysia diperintahkan untuk tetap di rumah selama lockdown atau perintah pengendalian pergerakan (movement control order/MCO) diberlakukan hingga 31 Maret mendatang. Seluruh sekolah dan kebanyakan pusat bisnis ditutup sementara. Warga Malaysia juga dilarang pergi ke luar negeri dan seluruh warga asing dilarang masuk ke negara tersebut.

Namun pada praktiknya, banyak warga yang mengabaikan larangan keluar rumah dan segala aturan yang diberlakukan selama lockdown berlangsung. Ada yang masih berjalan atau jogging di taman dan ada yang tetap makan di luar.

Polisi Malaysia awalnya ditugasi untuk menegakkan larangan-larangan yang diberlakukan. Namun Menteri Pertahanan, Ismail Sabri Yaakob, menyatakan tentara-tentara Malaysia akan ikut dilibatkan mulai Minggu (22/3) mendatang.

"Kami yakin bahwa dengan bantuan tentara, penegakan yang lebih keras akan bisa dilakukan," ucap Ismail dalam konferensi pers. "Masih ada banyak orang yang tidak peduli soal perintah dari pemerintah," imbuhnya.

Otoritas Malaysia sejauh ini mengonfirmasi 900 kasus virus corona di wilayahnya, dengan dua orang meninggal dunia. Jumlah kasus di Malaysia ini merupakan yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara.

Perdana Menteri (PM) Malaysia, Muhyiddin Yassin, sebelumnya meminta warganya untuk mematuhi lockdown yang diberlakukan. Dia menegaskan bahwa perintah untuk tetap di rumah bukanlah alasan untuk pergi berlibur atau nongkrong dengan teman-teman, dan bahkan untuk mudik ke kampung halaman. (Detikcom/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments