Senin, 22 Apr 2019

Maduro: Venezuela Siap Terima Bantuan Internasional

admin Kamis, 11 April 2019 21:30 WIB
Presiden Venezuela Nicolas Maduro
Caracas (SIB) -Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengumumkan, Selasa (9/4), negaranya kini siap untuk menerima bantuan dan dukungan dari dunia internasional. Keputusan Maduro membuka gerbang untuk masuknya bantuan kemanusiaan setelah dilangsungkannya pertemuan dengan presiden Palang Merah Internasional, Peter Maurer. "Kami mengkonfirmasi kesiapan kami untuk membangun mekanisme kerja sama untuk masuknya bantuan dan dukungan internasional," tulis Maduro di akun Twitter miliknya, dikutip AFP.

Maduro sebelumnya tegas menolak anggapan bahwa situasi di Venezuela saat ini disebut sebagai krisis kemanusiaan. Dia pun menutup sejumlah perbatasan negara dengan Kolombia, Brasil, dan perairan Laut Karibia demi mencegah masuknya bantuan asing, yang disebutnya sebagai upaya menyusupkan kekuatan militer. Kini Maduro telah melunak dan bersedia menerima bantuan dari Komite Palang Merah Internasional (ICRC) dengan syarat harus tetap menghormati tatanan hukum yang berlaku di Venezuela.

Delegasi ICRC yang dipimpin langsung oleh presidennya, Peter Maurer telah berada di negara Amerika Selatan itu sejak Sabtu (6/4) pekan lalu dan akan menyelesaikan kunjungannya, Rabu (10/4). ICRC pada Jumat (5/4) pekan lalu telah kembali menyatakan keprihatinannya akan kondisi di Venezuela dengan dampak yang dirasakan rakyat, khususnya mereka yang tidak memiliki akses untuk layanan dasar.

Venezuela telah jatuh dalam krisis berkepanjangan setelah anjloknya harga minyak dunia, yang menjadi ketergantungan negara itu. Situasi diperburuk konflik politik dengan oposisi yang menyatakan diri sebagai presiden sementara dan mendapat dukungan dari lebih 50 negara di dunia. Maduro menyalahkan pihak Amerika Serikat dengan sanksinya yang telah menyebabkan perekonomian rakyat terpuruk.

Menurut data PBB, hampir seperempat dari 30 juta rakyat Venezuela saat ini membutuhkan bantuan. Sebanyak 3,7 juta warga kini mengalami kekurangan gizi dan setidaknya 22 persen anak balita menderita malnutrisi kronis. (AFP/Kps/h)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments