Senin, 14 Okt 2019

Lebih dari Separuh Anggota Parlemen AS Jutawan

Sabtu, 11 Januari 2014 12:06 WIB
SIB/int
Ilustrasi
Washington (SIB)- Lebih dari separuh anggota parlemen Amerika Serikat merupakan jutawan. Masing-masing anggota parlemen negara tersebut dilaporkan memiliki kekayaan senilai US$ 1 juta (Rp 12,1 miliar) atau lebih. Analisa terbaru mengenai data keuangan personal para anggota parlemen menunjukkan, jumlah jutawan di Capitol Hill, kantor para anggota parlemen, terus bertambah.

Setidaknya sekitar 268 anggota parlemen dari total 534 anggota yang ada, merupakan jutawan. Demikian seperti disampaikan berdasarkan analisa yang dilakukan Center for Responsive Politics dan dilansir Press TV, Jumat (10/1). Data tersebut dilaporkan untuk sepanjang tahun 2012 lalu.

Menurut analisa tersebut, rata-rata nilai kekayaan para senator AS mencapai US$ 2,7 juta atau setara Rp 32,8 miliar. Sedangkan untuk anggota DPR AS, tercatat rata-rata memiliki kekayaan sebesar US$ 896 ribu atau setara Rp 10,9 miliar.

Analisa itu menyebutkan bahwa anggota parlemen AS terkaya adalah Ketua Komisi Pengawasan DPR, Darel Issa. Politikus asal Partai Republik dan mewakili wilayah California ini tercatat memiliki kekayaan senilai US$ 464 juta atau setara Rp 5,6 triliun pada tahun 2012 lalu. Untuk tahun 2011, gelar anggota parlemen AS terkaya dipegang oleh politikus Republik asal Texas bernama Michael McCaul, dengan nilai kekayaan mencapai US$ 500,6 juta atau setara Rp 6 triliun.

Hasil analisa tersebut juga menunjukkan bahwa nilai kekayaan antara anggota parlemen dari Partai Republik dengan Partai Demokrat hampir sama besarnya. Anggota parlemen dari Demokrat rata-rata memiliki nilai kekayaan sekitar US$ 1,04 juta atau setara Rp 12,6 miliar, sedangkan dari Republik rata-rata memiliki nilai kekayaan sekitar US$ 1 juta.

Analisa baru ini diungkapkan ketika para anggota parlemen tengah sibuk memperdebatkan soal ketidaksetaraan upah di AS. Senat bahkan tengah memperjuangan proposal yang isinya memperpanjang tunjangan pengangguran bagi para pengangguran di AS. (Detikcom/W)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments