Selasa, 17 Sep 2019

Korut Luncurkan Rudal Jarak Pendek ke Laut Lepas

admin Minggu, 25 Agustus 2019 14:39 WIB
dailymail
Warga Korsel menyaksikan pemberitaan peluncuran dua rudal balistik jarak dekat oleh Korut pada Sabtu (24/8). Peluncuran rudal tersebut yang terbaru dari serangkaian peluncuran dalam beberapa pekan terakhir di tengah pembicaraan denuklirisasi yang macet.
Pyongyang (SIB) -Korea Utara menembakkan dua rudal balistik jarak dekat ke laut lepas pantai timurnya pada Sabtu (24/8). Militer Korea Selatan mengatakan rudal tersebut yang terbaru dari serangkaian peluncuran dalam beberapa pekan terakhir di tengah pembicaraan denuklirisasi yang macet.

Peluncuran terbaru adalah yang ketujuh oleh Korea Utara sejak Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un bertemu di perbatasan antar-Korea pada bulan Juni. Peluncuran ini memiliki upaya rumit untuk memulai kembali perundingan antara AS dan negosiator Korea Utara tentang masa depan senjata nuklir dan program rudal balistik Pyongyang.

Peluncuran itu terjadi setelah Pyongyang melakukan serangan tajam pada Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo. Pyongyang menyebut Pompeo 'racun keras kepala' menyusul komentar diplomat AS bahwa AS akan melanjutkan sanksi 'terberat' di Korea Utara sampai negara tertutup itu melakukan denuklirisasi. Peluncuran proyektil ini bukanlah yang pertama kali. Korut kerap menembakkan rudal maupun proyektil tak dikenal sebelumnya.

"Jika AS masih memimpikan mencapai segalanya dengan sanksi, kita harus membiarkannya bermimpi atau menghancurkan mimpi itu," kata Menlu Ri Yong-ho. Ri menuding Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo melakukan "bayang-bayang gelap" atas pembicaraan AS dan Korut. Ri mengklaim bahwa Pompeo lebih tertarik pada ambisi politiknya sendiri ketimbang kebijakan luar negeri AS saat ini.

Pembicaraan mengenai denuklirisasi antara AS dan Korut terhenti sejak pertemuan kedua yang tidak membuahkan kesepakatan pada Februari lalu di Hanoi, Vietnam. Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un kembali bertemu pada Juni di Zona Demiliterisasi. Ketika itu, keduanya sepakat untuk membuka kembali perundingan.

Sebelumnya, Wakil Penasihat Keamanan Nasional Korea Selatan (Korsel) Kim Hyun-chong optimistis, dialog denuklirisasi antara AS dan Korut kali ini akan berjalan dengan baik. Optimisme Kim disampaikan usai dia bertemu dengan Utusan AS untuk Korut Stephen Biegun di Seoul. Pertemuan itu berlangsung selama kurang lebih satu jam. "Kesan saya adalah bahwa Korut dan AS akan segera melakukan dialog, dan itu akan berjalan dengan baik," kata Kim kepada wartawan.

Beberapa waktu belakangan, Korut gencar melakukan uji coba penembakan rudal jarak pendek. Uji coba ini dilakukan untuk mengancam AS dan Korsel yang memiliki program latihan militer gabungan. Korut menilai, latihan gabungan ini dapat mengancam keamanan negaranya. (detikcom/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments