Selasa, 10 Des 2019
  • Home
  • Luar Negeri
  • Jadi Tuan Rumah KTT APEC, Filipina Tingkatkan Keamanan Pasca Serangan di Paris

Jadi Tuan Rumah KTT APEC, Filipina Tingkatkan Keamanan Pasca Serangan di Paris

* Singapura Tingkatkan Kewaspadaan
Minggu, 15 November 2015 14:21 WIB
Manila (SIB)- Pemerintah Filipina, Sabtu (14/11) berkomitmen meningkatkan keamanan bagi para pemimpin dunia yang hadir dalam Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (KTT APEC) di Manila, pekan depan. Pernyataan itu disampaikan pasca-tragedi serangkaian serangan bersenjata yang menewaskan ratusan orang di Paris, Prancis. Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama dijadwalkan bergabung dengan pemimpin Tiongkok, Jepang, Australia, Kanada dan 15 negara lainnya dalam KTT APEC di Manila pada 18 dan 19 November 2015.

Wakil Menteri Luar Negeri Filipina, Laura del Rosario, mengemukakan bahwa anggota panitia KTT APEC memutuskan: "Keamanan ditingkatkan." Hal itu disampaikannya melalui pesan kepada kantor berita Prancis (AFP). Juru bicara Departemen Luar Negeri Filipina, Charles Jose, menambahkan, "Para pejabat keamanan kami sedang memantau dan menilai situasi, serta mengambil tindakan yang diperlukan untuk menjamin keselamatan, keamanan dan kesejahteraan semua delegasi."

Filipina telah merehabilitasi sekira 20.000 tuna wisma dari jalan-jalan utama Manila, membatalkan lebih dari seribu penerbangan, mengerahkan 18.000 polisi, dan menyatakan libur kerja dan sekolah di ibu kota negerinya untuk memastikan terselenggaranya pertemuan puncak yang aman dan efisien.
Jalan-jalan utama di ibu kota yang biasanya macet kini terlihat ditutup untuk mempercepat pergerakan delegasi, sementara itu polisi meminta pemilik bangunan untuk menutup jendela mereka agar tidak digunakan oleh para penembak jitu jahat.

Filipina memiliki sejarah panjang militansi di wilayah selatan sekitar 1.000 kilometer (600 mil) dari Manila, dan ekstrimis juga pernah melakukan serangan mematikan di Manila. Forum ekonomi APEC beranggotakan 21 negara, tetapi Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan kepada tuan rumah bahwa dirinya berhalangan hadir. Kementerian luar negeri (Kemlu) RI juga mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan absen karena dalam lawatan mancanegara, termasuk pertemuan Kelompok 20 negara (G20) di Antalya, Turki, 15-16 November 2015. Sementara itu, Presiden Kolombia dikabarkan akan hadir sebagai pengamat.

Singapura Tingkatkan Kewaspadaan
Pemerintah Singapura, Sabtu (14/11) memutuskan meningkatkan kewaspadaan keamanan setelah gelombang aksi teror penembakan dan pengeboman di Paris, Prancis, yang menewaskan ratusan korban tewas dan terluka. "Serangan itu menunjukkan bahwa tak ada negara kebal, bahkan ketika keadaan darurat keamanan diperkuat," kata Menteri Urusan Dalam Negeri Singapura, K. Shanmugam, dalam pernyataan.

Ia menimpali, "Di Singapura hari ini, kami menaikkan tingkat kewaspadaan kami. Kami meningkatkan langkah keamanan, pemeriksaan perbatasan dan waspada." "Setiap orang bersama-sama memainkan peran menjaga Singapura aman dan nyaman. Kami mendorong tiap orang waspada dan laporkan kepada pihak berwajib jika ada kegiatan atau orang mencurigakan," katanya.

Menteri Pertahanan Ng Eng Hen mengatakan, pihak berwenang juga meningkatkan keamanan di pangkalan-pangkalan udara dan laut. "Kami juga meningkatkan kewaspadaan di kamp-kamp lokal kami, khususnya di pangkalan-pangkalan laut dan udara," kata Ng dalam pernyataannya di Facebook. "Lembaga keamanan kami memantau situasi secara cermat. Mari semua waspada dan jagalah satu sama lain aman," katanya.

Singapura merupakan mitra keamanan dan perdagangan erat Amerika Serikat (AS), dan menjadi tuan rumah kantor-kantor dan fasilitas-fasilitas ribuan perusahaan multinasional. Pihak berwajib pada 2001 menggagalkan persekongkolan untuk membom sasaran AS dan asing lain di negara kota itu dan menangkap sejumlah militan dalam proses itu.

Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dalam pernyataannya di Facebook Sabtu pagi mengatakan ia "kaget ketima mendapat kabar tentang serangan-serangan teroris di Paris". "Ini bukan pertama kali warga sipil yang tak bersalah dibunuh, seperti ini di dunia yang bermasalah. Tetapi, tiap kali terjadi kami merasa terkejut dan sakit hati atas serangan seperti ini, yang pada kenyataannya serangan atas kemanusiaan," katanya. "Kami mendoakan para korban, keluarganya dan rakyat, serta pemerintah Paris dan Prancis," tambahnya.

Maskapai penerbangan Singapore Airlines menyarankan para calon penumpang yang pergi ke dan dari Paris untuk memeriksa status dari penerbangan mereka di laman perusahaan itu "sementara situasi cair" di ibu kota Prancis itu menyusul seranga-serangan terkoordinasi pada Jumat malam. Para calon penumpang juga disarankan untuktiba di bandar udara lebih awal karena penundaan penerbangan bisa terjadi karena pengecekan keamanan ditingkatkan. (Ant/l)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments