Jumat, 18 Okt 2019

ISIS Klaim Dalang Serangan di Mesir dan Rusia

* 2 Kuburan Massal Korban ISIS Ditemukan di Raqqa
Minggu, 31 Desember 2017 14:04 WIB
Kairo (SIB)- Kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS) mengklaim aksi teror bersenjata yang menyasar gereja Kristen Koptik di Kairo pada Jumat (29/12) dilakukan oleh anggotanya. Melalui media propagandanya Amaq, ISIS mengeluarkan pernyataan bahwa kelompok tentaranya telah melancarkan serangan yang menewaskan 10 'tentara salib' termasuk petugas polisi.Pernyataan itu juga menyebut salah seorang pejuangnya telah terbunuh.

Aksi teror penembakan terjadi dengan dua pelaku yang menyerbu Gereja Mary Mina di Distrik Helwan, kawasan selatan Kairo. Juru bicara kementerian kesehatan, Khaled Megahed mengatakan, insiden tersebut menewaskan setidaknya sembilan orang, tiga di antaranya polisi.

Satu orang tewas merupakan pelaku yang ditembak mati petugas. Sementara satu pelaku lainnya melarikan diri dan masih dalam pengejaran. Namun kementerian dalam negeri menyebut pelaku, yang merupakan teroris yang dicari atas tuduhan menyerang polisi, hanya mengalami luka dan telah ditahan. Pelaku membawa senapan serbu dengan 150 butir peluru di rompinya, serta sebuah bom yang diduga akan diledakkan di dalam gereja.

Insiden ini terjadi di kala umat Kristen Koptik tengah melaksanakan ibadah menyambut Natal versi mereka yang jatuh pada tanggal 7 Januari 2018. Kristen Koptik di Mesir merupakan agama minoritas terbesar di Mesir dengan jumlah pengikut mencapai 10 persen dari total 93 juta jiwa penduduk Mesir.
ISIS juga mengklaim bertanggung jawab atas ledakan bom yang mengguncang supermarket Saint (St) Petersburg Rusia melukai sedikitnya 14 orang. Namun ISIS tak menunjukkan bukti apapun terkait klaim mereka tersebut.

Ledakan di St Petersburg terjadi pada Rabu (27/12) lalu. Presiden Rusia Vladimir Putin telah memerintahkan agar para pelaku teror ditembak mati di tempat. Ledakan berasal dari sebuah bom rakitan yang dimasukkan ke dalam sebuah loker di supermarket setempat. Ledakan ini memicu kepanikan warga setempat.

"Seperti Anda ketahui, aksi teror terjadi di Saint Petersburg kemarin," ucap Putin saat menghadiri upacara pemberian penghargaan untuk personel militer yang terlibat operasi di Suriah. Lebih lanjut Putin menyebut dirinya telah memerintahkan dinas keamanan Rusia untuk 'bertindak tegas' dan 'memusnahkan bandit di tempat' jika militan bersenjata melakukan perlawanan. Dalam penjelasan terpisah kepada wartawan, juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyebut Putin merujuk pada semua pihak 'yang berencana untuk melakukan aksi teror' di Rusia.

Sementara itu dua kuburan massal yang berisi puluhan jenazah warga sipil dan tentara Suriah ditemukan di wilayah Raqqa sebelah barat, Suriah. Jenazah yang ditemukan di kuburan massal itu diyakini dibunuh oleh kelompok radikal ISIS.

Kantor berita Suriah, SANA, melaporkan temuan kuburan massal ini didasari oleh informasi yang diberikan oleh warga lokal yang tinggal di dekat Wawi, sebelah barat Raqqa dan berbatasan dengan wilayah Turki. Warga setempat menyebut orang-orang yang dikuburkan di lokasi itu tewas usai dieksekusi mati oleh ISIS yang pernah menguasai Raqqa.

Operasi penggalian untuk mengevakuasi jenazah-jenazah yang ada di dalam kuburan massal itu masih berlangsung dan diduga memakan waktu hingga beberapa hari ke depan. Tidak disebutkan lebih jelas berapa jumlah jenazah yang ada di dalam kuburan massal itu. "Karena besarnya area yang menjadi lokasi dua kuburan massal itu," sebut seorang sumber dari Departemen Pertahanan Sipil Suriah yang dikutip kantor berita SANA.

Tidak diketahui pasti kapan orang-orang di dalam kuburan massal itu dibunuh ISIS. Namun diduga saat ISIS masih menguasai wilayah Raqqa bagian utara. ISIS yang pernah menyatakan kekhalifahannya atas Suriah dan Irak tahun 2014, kini kehilangan nyaris seluruh wilayah yang pernah didudukinya.

Mereka diyakini bertanggung jawab atas serangkaian kekejian yang terjadi selama menduduki wilayah-wilayah tertentu di Suriah dan Irak, termasuk eksekusi massal dan pemenggalan. Pada Desember 2014, tercatat sedikitnya 230 jenazah yang dieksekusi mati ISIS ditemukan di dalam sebuah kuburan massal di Deir Ezzor, Suriah. Sedangkan pada Juni 2015. sekitar 200 warga sipil lainnya, termasuk wanita dan anak-anak, Kobane, Aleppo, Suriah tewas di tangan ISIS. (Detikcom/Kps/h)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments