Senin, 21 Okt 2019

Houthi Serang Fasilitas Minyak Saudi, Demi Bela Diri

* Rusia Tawarkan Sistem Rudal ke Saudi, AS Siap Respon Serangan Drone
admin Rabu, 18 September 2019 20:24 WIB
Ilustrasi
Teheran (SIB) -Presiden Iran Hassan Rouhani angkat bicara mengenai serangan drone (pesawat nirawak) terhadap fasilitas-fasilitas minyak Arab Saudi. Rouhani menyebut serangan itu merupakan aksi pembelaan diri oleh para pemberontak Houthi di Yaman. "Yaman merupakan target bombardir setiap hari... Rakyat Yaman terpaksa untuk merespons, mereka hanya membela diri mereka," ujar Rouhani dalam konferensi pers di Ankara saat kunjungannya ke Turki seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (17/9)

Diketahui bahwa Arab Saudi dan koalisi negara-negara Teluk telah melancarkan serangan-serangan udara terhadap pemberontak Houthi di Yaman sejak tahun 2015. Banyak warga sipil Yaman tewas akibat serangan udara tersebut. Serangan drone pada Sabtu (14/9) lalu menargetkan fasilitas minyak di Abqaiq dan Khurais, dua fasilitas utama Aramco yang terletak di wilayah Saudi bagian timur.

Fasilitas Abqaiq yang berlokasi 60 kilometer sebelah barat daya kantor utama Aramco di Dhahran, merupakan lokasi pabrik pengolahan minyak terbesar milik Saudi Aramco. Sedangkan fasilitas Khurais yang berjarak 250 kilometer dari Dhahran, menjadi lokasi ladang minyak utama Aramco. Houthi telah mengklaim serangan drone tersebut, meski pemerintah AS membantahnya dan menyalahkan Iran atas serangan itu.

Pemerintah Iran juga telah membantah berada di balik serangan drone tersebut. Teheran menyebut bahwa pemerintahan Trump tengah mencari-cari dalih untuk menjustifikasi serangan balasan terhadap negara republik Islam itu. Bulan lalu, serangan yang diklaim oleh pemberontak Houthi di Yaman, memicu kebakaran di fasilitas pencairan gas alam Shaybah yang juga milik Saudi Aramco. Tidak ada korban jiwa akibat serangan tersebut. Beberapa bulan terakhir, pemberontak Houthi meningkatkan serangan lintas-perbatasan, baik dengan rudal maupun drone, yang menargetkan pangkalan udara Saudi atau fasilitas lainnya. Serangan semacam ini disebut sebagai pembalasan atas operasi militer pimpinan Saudi di Yaman.

Sebelumnya Presiden Vladimir Putin menawarkan sistem pertahanan milik Rusia kepada Arab Saudi untuk melindungi wilayahnya. "Kami siap membantu Arab Saudi sehingga dia dapat melindungi wilayahnya," kata Putin. Menurut Putin, Saudi bisa mengikuti jejak Iran yang membeli sistem rudal S-300 milik Rusia. "Dan dengan cara yang sama seperti yang telah dilakukan Turki membeli sistem rudal S-400 Rusia," kata Putin pada konferensi pers bersama para pemimpin Turki dan Iran di Ankara.

Dalam kesempatan itu, Kremlin juga mengingatkan Amerika Serikat untuk tidak terlalu cepat menuding Iran menjadi pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. Saat ini Militer Amerika Serikat sedang mempersiapkan respons atas serangan drone (pesawat nirawak) terhadap fasilitas-fasilitas minyak Arab Saudi.Hal tersebut disampaikan Menteri Pertahanan AS Mark Esper usai bertemu Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih. Esper secara khusus menyebut Iran merusak tatanan internasional, tanpa secara langsung menyalahkan Teheran atas serangan drone tersebut.

Citra satelit yang dirilis AS dan diperiksa kantor berita AP menunjukkan sekitar 17 "titik sasaran ledakan" di fasilitas pemrosesan minyak di Abqaiq. Dua titik ledakan lainnya ditemukan di fasilitas Khura Saudi. Pejabat senior AS mengatakan kepada wartawan bahwa kerusakan mengindikasikan serangan itu kemungkinan diluncurkan dari Irak atau Iran, dan bukan dari Yaman. (Detikcom/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments