Senin, 21 Okt 2019

Harimau Mangsa 4 Warga Desa di India Utara

Jumat, 10 Januari 2014 15:43 WIB
SIB/int
Ilustrasi
NEW DELHI (SIB)- Seekor harimau liar diduga kuat telah membunuh empat warga desa di wilayah utara India dalam 12 hari terakhir. Akibatnya, operasi pencarian kucing besar itu kini digelar. Demikian seorang pejabat setempat menjelaskan, Kamis (9/1). Harimau itu menyerang dan membunuh seorang perempuan berusia 40 tahun pada Rabu (8/1), di sebuah desa di negara bagian Uttar Pradesh. Perempuan itu adalah korban keempat sejak harimau itu diduga kabur dari sebuah taman nasional.

Para pejabat departemen kehutanan dan polisi dibantu dua ekor gajah mencari keberadaan harimau itu di distrik Moradabad dengan harapan bisa menggiring kembali harimau itu ke Taman Nasional Jim Corbett. "Kami sudah mengidentifikasi keempat jasad yang dibunuh harimau. Di tubuh keempat jasad itu terdapat bekas gigitan dan cakar harimau," kata pejabat senior Moradabad, OP Narain Singh. "Kami sudah menggelar pencarian menyeluruh dan berharap hewan itu kembali ke habitat alaminya," tambah Narain. Singh menambahkan, jika tak bisa diamankan, maka pemerintah negara bagian akan mengumumkan status pemangsa manusia untuk kucing besar itu. Artinya, harimau tersebut, yang sebenarnya dilindungi, bisa dibunuh. Warga desa yang ketakutan memprotes pemerintah yang dianggap gagal menangkap hewan itu sejak korban pertama jatuh pada 29 Desember lalu.

Pemerintah menduga, hewan itu kabur dari Taman Nasional Jim Corbett, tempat tinggal sekitar 200 ekor harimau, meski batas taman nasional dan distrik Moradabad berjarak sekitar 110 kilometer. Di India tercatat ada sebanyak 1.700 ekor harimau atau setengah dari populasi harimau di seluruh dunia. India tengah berjuang keras melindungi hewan langka itu dari kejaran para pemburu luar, jaringan penyelundup internasional, dan rusaknya habitat alami harimau. Saat India merdeka pada 1947, jumlah harimau di negeri itu sekitar 40.000 ekor. Namun, perburuan liar dan rusaknya hutan menjadi penyebab menurunnya jumlah hewan predator itu. (AFP/kps)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments