Selasa, 02 Jun 2020
PDIPSergai Lebaran

Gunung Taal di Filipina Meletus, 10.000 Orang Mengungsi

redaksi Selasa, 14 Januari 2020 21:50 WIB
Foto: AFP
Sejumlah turis mengungsi dari area gunung Taal yang meletus dan menyemburkan abu vulkanis. Sedikitnya 10.000 orang dilaporkan mengungsi setelah gunung Taal yang berada di Filipina meletus, Minggu (12/1).
MANILA (SIB)
Setidaknya 10.000 orang dilaporkan mengungsi setelah Gunung Taal yang berada di Filipina meletus, Minggu (12/1). Lava dan kolom abu, disertai dengan kilatan petir, terlihat dari gunung yang berlokasi di sebelah selatan Manila itu. Rumah dan jalanan yang berada di sekitar Gunung Taal bergetar dan tertutup pasir, dengan 10.000 orang berada di pusat evakuasi.

"Anda tidak akan bisa tidur. Sebab, setiap kali menutup mata, Anda akan merasakan rumah berguncang," ucap pemilik restoran, Lia Monteverde. Dilansir AFP, Senin (13/1), Monteverde menuturkan, gempa terjadi beberapa menit setelah letusan gunung yang terjadi di destinasi wisata populer itu. Taal berlokasi di tengah danau indah dan menjadi salah satu gunung berapi paling aktif di negara Asia Tenggara.

Aktivitas itu terjadi karena Filipina berada di Cincin Api Pasifik, lempeng tektonik aktif yang berada di perut Bumi. Sekolah, kantor pemerintah di region dekat Gunung Taal, dan Bursa Efek Filipina dilaporkan ditutup guna mengantisipasi terjadinya erupsi. Otoritas penerbangan menyatakan, mereka mengkaji jika pesawat diizinkan terbang di Manila, setelah ditutup pada Minggu. Sejumlah 240 penerbangan dibatalkan, dengan puluhan ribu calon penumpang telantar di Bandara Internasional Ninoy Aquino.

Joan Diocaras, warga Filipina yang bekerja di Taiwan, berkata, pembatalan itu cukup membuatnya lelah dan menguras kantongnya. "Namun, tidak ada yang bisa kami lakukan," jelasnya. "Level peringatan dinaikkan" Erupsi Gunung Taal dimulai dengan luncuran uap dan batu yang bersuhu sangat panas, demikian laporan Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs).

Phivolcs menerangkan pada Senin pagi waktu setempat, "air mancur" lava sudah mulai terlihat keluar dari gunung. Pemerintah mengumumkan menaikkan level peringatan ke tingkat tertinggi kedua, dengan "letusan dahsyat" bakal terjadi dalam hitungan jam hingga hari. Ketua Phivolcs, Renato Solidum mengatakan, aktivitas terbaru Gunung Taal yang meletus adalah munculnya lava. Namun, dia menuturkan, tidak bisa diprediksi apakah gunung yang berlokasi di Provinsi Batangas tersebut bakal mempertahankan aktivitasnya.

Seismolog Filipina menjelaskan, mereka mencatat magma bergerak menuju gunung yang terakhir kali meletus pada 1977 itu. Erupsi itu menyemburkan abu, dengan yang terbesar berdiameter 6,4 sentimeter, lebih besar dari bola golf, di sekitar danau. Terakhir kali negara pimpinan Rodrigo Duterte itu diguncang erupsi adalah letusan Gunung Mayon yang terjadi pada 2017.

Saat itu, puluhan ribu orang harus mengungsi setelah gunung tersebut memuntahkan berton-ton abu, batu, hingga lava. Sementara letusan terhebat terakhir adalah Gunung Pinatubo pada 1991, mengakibatkan sekira 800 orang tewas. (AFP/kps/f)
T#gs
LebaranDPRDTebing
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments