Minggu, 20 Sep 2020
  • Home
  • Luar Negeri
  • Duterte Marah ke Perusahaan Barat yang Minta Uang Sebelum Vaksin Corona Diproduksi

Duterte Marah ke Perusahaan Barat yang Minta Uang Sebelum Vaksin Corona Diproduksi

Rabu, 16 September 2020 18:55 WIB
AFP/ TED ALJIBE

Presiden Filipina Rodrigo Duterte. 

Manila (SIB)
Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyebut perusahaan farmasi Barat gila jika mereka meminta Filipina membayar vaksin virus corona sebelum memproduksinya. Hal itu diungkapkan Duterte dalam pidato yang disiarkan secara publik sebagaimana dilansir dari Coconuts, Selasa (15/9).

“Negara lain, mereka menginginkan uang muka sebelum mereka mengirimkan vaksin. Jika itu masalahnya maka setiap orang Filipina akan mati. Sebaiknya kita berciuman sekarang untuk membuatnya lebih mudah," kata Duterte.
Dia mengatakan lebih suka membeli vaksin Covid-19 dari Rusia dan China dan percaya bahwa vaksin dari kedua negara itu "sebaik yang ada di pasar”.

Duterte juga menuduh perusahaan Barat terobsesi meraup keuntungan. "Anda memberi tahu saya bahwa belum ada vaksin, belum ada yang final, dan Anda ingin kami memesan dengan menyetorkan uang. Anda pasti gila,” kata Duterte.
Dia menambahkan undang-undang (UU) pengadaan barang di Filipina juga tidak mengizinkan pemerintah membeli sesuatu yang “tidak ada”.

Bulan lalu, Kementerian Kesehatan Filipina mengatakan sedang bernegosiasi setidaknya dengan 16 perusahaan yang sedang mengembangkan vaksin Covid-19. Sebelum Duterte melontarkan pernyataan tersebut, Kementerian Sains dan Teknologi Filipina mengatakan bahwa pemerintah telah menandatangani perjanjian dengan lima perusahaan farmasi yang akan mengizinkan Filipina untuk mengakses penelitian mereka.

Kelima perusahaan itu adalah Seqirus dari Australia, Sinovac dan Sinopharm dari China, Gamaleya dari Rusia, dan Adimmune dari Taiwan. Kecuali Sinopharm, semua pabrikan tertarik untuk mengadakan uji klinis di Filipina. Sementara itu, vaksin virus corona yang telah diumumkan Rusia, Sputnik V, akan dilakukan uji klinis serentak pada November tahun ini di Manila, Filipina dan Moskow, Rusia. Di sisi lain, pada Senin Filipina mencatatkan 265.888 kasus virus corona yang dikonfirmasi dengan 4.630 kematian dan 207.504 pemulihan.

Diperkirakan Siap Pada November
Sementara itu, vaksin virus corona yang sedang dikembangkan di China mungkin siap untuk digunakan masyarakat umum secepatnya pada November tahun ini. Hal ini disampaikan seorang pejabat di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) China. Dilansir Reuters dan Channel News Asia, Selasa (15/9) China memiliki empat vaksin Covid-19 yang saat ini dalam tahap akhir uji klinis.

Setidaknya, tiga di antaranya telah ditawarkan kepada para pekerja penting di bawah program penggunaan darurat yang diluncurkan pada Juli. Uji klinis fase 3 berjalan lancar dan vaksin siap digunakan untuk masyarakat umum pada November atau Desember, kata kepala ahli biosafety CDC Guizhen Wu dalam wawancara dengan TV pemerintah pada Senin (14/9). Wu tidak menjelaskan secara spesifik vaksin mana yang dia maksud. (Coconuts/Rtr/detikcom/kps/f)
T#gs Minta Uang Sebelum Vaksin Corona DiproduksiPerusahaan BaratPresiden Filipina Rodrigo Duterte
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments