Sabtu, 19 Okt 2019
  • Home
  • Luar Negeri
  • Dinas Intelijen AS Retas Komputer di Berbagai Penjuru Dunia

Dinas Intelijen AS Retas Komputer di Berbagai Penjuru Dunia

* Pengumpulan Data Tidak Bisa Cegah Teror
Jumat, 17 Januari 2014 14:47 WIB
SIB/Int
CIA
Washington (SIB)- Mantan kontraktor Badan Keamanan Nasional (NSA), Edward J. Snowden, kembali menjadi pusat pemberitaan. Melalui dokumen yang dia bocorkan, Snowden menyebut NSA dapat menyadap komputer di seluruh dunia tanpa perlu tersambung ke dunia maya.

Stasiun berita Al Jazeera, Rabu (15/1) melansir publikasi dari harian New York Times yang menulis NSA telah memasang peranti lunak khusus ke hampir 100 ribu komputer di seluruh dunia.

Beberapa komputer tetap tidak dihubungkan ke dunia maya (offline) dan dikira aman dari serangan siber.

Namun, pada kenyatannya piranti lunak itu tetap memungkinkan NSA menyadap data dan informasi yang tersimpan di dalam komputer tersebut. Program tersebut dinamakan Quantum. Metode ini telah digunakan sejak tahun 2008 silam.

Dengan metode ini, kartu USB atau papan sirkuit kecil sengaja dimasukkan ke dalam komputer target secara diam-diam. Dengan teknologi itu, mereka mampu memancarkan sebuah gelombang rahasia radio menuju stasiun intelijen yang telah dibangun sebelumnya. NSA bahkan tetap dapat melakukannya dari jarak yang jauh.

Lalu, bagaimana cara memasukkan peralatan radio ke dalam komputer? Ternyata mereka telah menanamkan peralatan tersebut sejak awal diproduksi. Walaupun sudah ditanam, terkadang beberapa kali para agen NSA harus memasukkan secara fisik alat tersebut.

Keampuhan alat ini juga dijabarkan oleh Majalah Times. Dalam sebuah dokumen yang mereka peroleh, terdapat sebuah gambar yang menunjukkan peta lokasi di mana Pemerintah AS telah memasukkan alat itu ke dalam komputer lokal.

Times turut menyebut bahwa tentara militer China merupakan target yang paling sering disasar oleh komputer jenis ini.

Tetapi tidak hanya China saja yang menjadi target, komputer produksi NSA ini turut menyasar militer Rusia, institusi perdagangan Uni Eropa, penjual narkoba Meksiko dan polisi Meksiko.

Selain itu, NSA disebut turut memata-matai melalui komputer produksinya ke beberapa negara yang jelas-jelas menyatakan perang terhadap aksi teror seperti, India, Pakistan dan Arab Saudi.

Sebelumnya, agen intelijen AS, kesulitan untuk memata-matai komputer yang tidak tersambung koneksi internet. Namun dengan kehadiran program Quantum, itu semua terlewati.

Tetapi NSA berdalih aksi tersebut dilakukan semata-mata untuk pertahanan ketimbang menyerang target komputer yang ditanam program itu. Mereka menyebut aksi itu dilakukan untuk melawan serangan siber dari komputer asing.

Juru Bicara NSA, Vanne Vines dalam sebuah pernyataan tertulis mengatakan bahwa jenis piranti lunak semacam ini digunakan untuk melawan target intelijen asing.

Vines membantah aksi semacam ini mencerminkan sikap NSA yang sewenang-wenang. Dia mengatakan tujuan dipasang piranti lunak semacam itu hanya untuk kepentingan intelijen dan bukan mencuri data perdagangan rahasia dari perusahaan asing yang telah menguntungkan perusahaan AS.

AS turut menuduh bahwa China menempatkan piranti lunak serupa terhadap komputer milik Pemerintah AS. Tujuannya untuk mengetahui keributan melawan China.

Hingga saat ini pejabat berwenang dari China belum merespon berita soal aksi peretasan yang dilakukan agen NSA terhadap komputer yang offline.

Namun, mereka mengatakan sudah tahu apabila mereka menjadi korban dari siber mata-mata internasional di masa lampau. Pejabat China mengatakan mereka telah mendorong terbentuknya legilasi internasional untuk mengendalikan program penyadapan terhadap pemerintah asing.

Sementara itu sebuah studi baru menyimpulkan bahwa pengumpulan data telepon besar-besaran oleh Badan Keamanan Nasional AS (NSA) "tidak memiliki dampak yang kelihatan" dalam mencegah aksi teror. Lembaga riset di Washington, The New America Foundation hari Senin (13/1) mengatakan telah mempelajari investigasi terhadap 225 orang yang terkait terorisme di Amerika Serikat sejak serangan maut 2001 di Amerika, dan menyimpulkan bahwa pengintaian telepon NSA hanya memainkan peran kunci dalam satu contoh.

Laporan itu mengatakan satu-satunya bagian dari data telepon NSA yang memiliki peran jelas dalam memulai investigasi melibatkan sopir taksi di San Diego, yang divonis mengirim uang $ 8.500 kepada afiliasi al-Qaida di Somalia pada tahun 2007 dan 2008.

The New America Foundation mengatakan pengintaian NSA mungkin telah berperan dalam penyelidikan lain, tetapi sekitar 60 persen dari penyelidikan bermula dari metode investigasi tradisional, seperti masukan dari dari anggota keluarga atau informan, atau laporan tentang kegiatan yang mencurigakan. (VoA/x)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments