Minggu, 20 Sep 2020
  • Home
  • Luar Negeri
  • Dikritik Publik terkait Kasus PRT Indonesia, Bos Bandara Changi Mundur

Dikritik Publik terkait Kasus PRT Indonesia, Bos Bandara Changi Mundur

Senin, 14 September 2020 20:28 WIB
AFP/MIKE CLARKE

Liew Mun Leong 

Singapura (SIB)
Bos Changi Airport Group, Liew Mun Leong, mengundurkan diri dari jabatannya setelah dihujani kritikan publik terkait kasus seorang pembantu rumah tangga (PRT) Indonesia yang pernah bekerja untuknya. Hakim Singapura baru saja membebaskan PRT Indonesia itu atas tuduhan mencuri barang-barang milik keluarga Liew.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (12/9), skandal yang melibatkan Liew ini memicu kemarahan publik Singapura dan menimbulkan banyak pertanyaan soal bagaimana sistem memperlakukan seorang pengusaha terkemuka di negara itu sangat berbeda dibandingkan dengan seorang PRT bergaji rendah.

Dengan meningkatnya seruan agar dia mengundurkan diri usai putusan terbaru pengadilan Singapura dijatuhkan pekan lalu, Liew mengumumkan mundur dari jabatannya sebagai Direktur Changi Airport Group pada Kamis (10/9) malam waktu setempat.

"Saya tidak ingin situasi saya saat ini menjadi gangguan," ucap Liew, yang berusia 74 tahun, saat mengumumkan pengunduran dirinya. Dia juga mengumumkan mundur dari jabatannya di beberapa perusahaan lainnya, termasuk sebagai penasihat investor negara, Temasek.

Kasus yang membuat Liew dikritik ini berawal tahun 2016, saat keluarga Liew memecat seorang PRT Indonesia bernama Parti Liyani yang bekerja untuknya. Keluarga Liew menuduh Parti mencuri barang-barang mereka yang nilainya mencapai SG$ 34 ribu (sekitar Rp 372,9 juta), termasuk jam tangan dan pakaian. Parti membantah seluruh tuduhan yang dijeratkan kepadanya. Namun dalam persidangan tahun 2019 lalu, dia dinyatakan bersalah atas empat dakwaan pencurian dan divonis lebih dari 2 tahun penjara.

Saat sidang banding digelar di Pengadilan Tinggi Singapura, hakim membatalkan putusan pengadilan yang lebih rendah dan menyatakan bahwa keluarga Liew memiliki 'motif tidak tepat' untuk melontarkan tuduhan terhadap Parti.

Terungkap dalam sidang banding bahwa Parti hendak melaporkan majikannya kepada otoritas berwenang saat dirinya juga diperintahkan membersihkan rumah dan kantor putra Liew. Hal ini tergolong ilegal di Singapura, karena Parti hanya dipekerjakan untuk membersihkan rumah Liew saja.

Hakim setempat menyatakan ada alasan untuk meyakini bahwa penjeratan dakwaan terhadap Parti, bertujuan untuk mencegah langkah tersebut. Hakim juga mempertanyakan kredibilitas putra Liew, Karl, sebagai saksi dalam persidangan. Tidak hanya itu, hakim Pengadilan Tinggi juga mengkritik cara penanganan barang bukti oleh detektif, hingga jaksa dan polisi yang kemudian meluncurkan penyelidikan.

Dalam pernyataannya, Liew menyatakan bahwa: "Anggota keluarga saya dan saya bekerja sama sepenuhnya dengan polisi dan memberikan pernyataan dan bukti saat diperlukan." Liew menambahkan bahwa dirinya menghormati putusan pengadilan.

Kritikan publik menghujani Liew setelah putusan Pengadilan Banding dijatuhkan, dengan salah satu pengguna Facebook menyebut dirinya 'sangat marah' pada kasus itu. "Bukan hanya mempermalukan dirinya sendiri, dia juga mempermalukan CAG (Changi Airport Group) dan Singapura," kritik pengguna Facebook itu. (AFP/detikcom/c)
T#gs Bandara Changi MundurBos Bandara Changi MundurKasus PRT IndonesiaLiew Mun Leong
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments