Kamis, 18 Jul 2019
  • Home
  • Luar Negeri
  • Demokrat Minta Laporan Lengkap, Trump Sebut Penuh Omong Kosong

Penyelidikan Dugaan Keterlibatan Rusia di Pilpres AS

Demokrat Minta Laporan Lengkap, Trump Sebut Penuh Omong Kosong

admin Minggu, 21 April 2019 15:31 WIB
SIB/Voice of Indonesia
PERINTAHKAN: Ketua Komite Kehakiman DPR AS Jerrold Nadler, Jumat (19/4), mengeluarkan surat perintah paksa untuk memperoleh laporan lengkap mengenai penyelidikan terhadap campur tangan Rusia dalam pemilihan nasional AS 2016.
Washington (SIB) -Ketua Komite Kehakiman DPR AS Jerold Nadler telah mengeluarkan surat perintah untuk memperoleh laporan lengkap penyelidikan jaksa khusus Robert Mueller atas peran Rusia dalam pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) 2016. Surat ini dikeluarkan di tengah aksi Demokrat yang gencar mengawal laporan penyelidikan tersebut.

Selama berbulan-bulan, para pemimpin kongres dari Partai Demokrat menginginkan temuan penyelidikan Muelller dirilis secepatnya mengenai apakah kampanye Presiden Donald Trump 2016 berkolusi dengan Rusia. Sekarang dengan dirilisnya versi ringkasan mereka dihadapkan pada dua pilihan, yakni tetap menyerang atau melupakannya.

Nadler mengatakan ia ingin Mueller bersaksi di depan komite selambat-lambatnya 23 Mei. Naddler berharap, Departemen Kehakiman dapat memenuhi panggilan komite dan memberikan laporan lengkap pada 1 Mei.

"Sekarang menjadi tanggung jawab Kongres untuk menentukan cakupan penuh dugaan pelanggaran, dan untuk memutuskan langkah apa yang harus kita ambil ke depan," kata Nadler, Sabtu (20/4). Nadler mengatakan dia terbuka untuk bekerja dengan Departemen Kehakiman. Tetapi dia juga mengatakan komite berhak atas versi lengkap dari laporan Mueller dan bukti-bukti yang mendasar.

Ketua DPR Nancy Pelosi bersikeras kepada pendekatan metodis untuk mengawasi administrasi Trump. Namun dia menolak untuk mempertimbangkan pemakzulan tanpa dukungan publik, termasuk dari Partai Republik. Berbicara di Belfast ketika mengakhiri kunjungan kongres ke Irlandia, Pelosi menolak untuk memberikan komentar mengenai penyelidikan laporan Mueller dan pengawasan Gedung Putih.

Beberapa anggota Demokrat seperti Alexandria Ocasio-Cortez, dan Rashida Tlaib menandatangani resolusi impeachment. Sementara, Senator Elizabeth Warren mengatakan, House harus memulai proses impeachment terhadap presiden. Pelosi rencananya akan mengadakan rapat pada Senin mendatang setelah libur paskah.

Sementara Presiden Donald Trump mengecam seluruh penasihat dan mantan penasihatnya yang terlibat dalam penyelidikan jaksa khusus Robert Mueller. Trump bersikeras bahwa pernyataan tidak menyenangkan yang digambarkan oleh mereka merupakan omong kosong belaka.

Trump melontarkan kemarahannya melalui cuitan di Twitter yang dia tulis dari Palm Beach, Florida. Dalam cuitannya, Trump menyebut bahwa pernyataan yang dibuat dalam laporan penyelidikan Mueller ditulis oleh orang-orang Demokrat yang membencinya.

"Pernyataan yang dibuat tentang saya oleh orang-orang dalam Crazy Mueller Report, ditulis oleh 18 Angry Democrat Trump Haters, di mana itu dibuat dengan omong kosong total dan bertujuan agar orang lain yang terlihat baik (atau saya yang terlihat buruk," ujar Trump.

Menurut orang-orang terdekat, Trump merasa dikhianati oleh orang-orang yang memberikan pernyataan yang tidak benar mengenai dirinya. Reaksi Trump tersebut sebetulnya tidak sepenuhnya mengejutkan. Menjelang rilis, sejumlah staf sempat khawatir apakah laporan itu dapat merusak hubungan mereka dengan Trump.

Trump tampak sangat marah dengan mantan penasihat Gedung Putih, Don McGahn yang diwawancara oleh Mueller sekitar 30 jam, dan disebut berkali-kali dalam laporan itu. Dalam salah satu bagian laporan, Mueller menceritakan bagaimana Trump memanggil McGahn sebanyak dua kali di kediamannya untuk mengatur pemecatan Mueller. Namun, McGahn menolak, dia mengemasi barang-barangnya dan mengancam akan mengundurkan diri. McGahn takut langkah tersebut akan memicu potensi krisis yang mirip dengan peristiwa Saturday Night Massacre di era Watergate.

Sementara itu, di bagian lain Mueller merinci bagaimana Trump mempertanyakan pencatatan McGahn. Trump memberi tahu kepada McGahn bahwa dirinya tidak pernah memiliki pengacara yang membuat catatan. (T/h)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments