Selasa, 12 Nov 2019
  • Home
  • Luar Negeri
  • Demo Ricuh di Irak Kembali Telan Korban: 4 Pendemo dan 1 Aparat Tewas

Demo Ricuh di Irak Kembali Telan Korban: 4 Pendemo dan 1 Aparat Tewas

redaksi Rabu, 06 November 2019 16:16 WIB
viva.co.id
Ilustrasi Demo

Baghdad (SIB)
Demonstrasi besar-besaran mengakibatkan lima orang tewas di Baghdad, Irak. Korban terdiri dari empat orang pendemo dan satu orang aparat keamanan. Dilansir dari AP, Senin (4/11), terdapat pula 60 korban terluka pada waktu setempat. Para demonstran sempat menyeberangi jembatan utama dan mendekati gedung pemerintahan. Pendemo sendiri memprotes meningkatnya korupsi, tingginya angka pengangguran dan rendahnya pelayanan publik. Aparat keamanan sudah bertindak represif yang mengakibatkan 250 orang tewas.


Sementara itu, puluhan pendemo juga menyerang konsulat Iran di kota suci penganut Syiah, Karbala, Minggu (3/11). Pendemo menurunkan bendera Iran, dan menggantinya dengan bendera Irak. Aparat keamanan melakukan tembakan peringatan untuk membubarkan massa. Belum ada laporan mengenai korban akibat kerusuhan itu.


Sebelumnya, Perdana Menteri (PM) Irak Adil Abdul Mahdi disebut telah setuju untuk mengundurkan diri setelah terjadi demo antipemerintah selama berminggu-minggu. Pengunduran diri Abdul Mahdi diumumkan Presiden Irak Barham Salih. "Perdana menteri telah setuju untuk mengundurkan diri," kata Salih seperti dikutip dari CNN, Jumat (1/11).


Sementara itu, PBB juga sudah meminta dialog nasional untuk meredakan kemarahan yang meluas. PBB meminta para pemimpin bertanggung jawab atas terjadinya kerusuhan tersebut. "Demokrasi telah memberi rakyat Irak hak untuk membuat suara mereka didengar dan meminta pertanggungjawaban para pemimpin mereka," kata Perwakilan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Irak, Jeanine Hennis-Plasschaert, dalam sebuah pernyataan, Kamis (31/10).


"Hari ini Irak berdiri di persimpangan jalan. Kemajuan melalui dialog, atau tidak bertindak memecah-belah. Kekerasan hanya melahirkan lebih banyak kekerasan. Dialog nasional publik dapat menyatukan rakyat Irak untuk menyusun peta jalan menuju Irak yang lebih inklusif, stabil dan makmur," tambahnya. (CNN/dtc/q)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments