Kamis, 02 Jul 2020
PalasBappeda
  • Home
  • Luar Negeri
  • Dapat Memicu Konfrontasi dengan AS, Sekjen Liga Arab Minta Iran Hati-hati

Dapat Memicu Konfrontasi dengan AS, Sekjen Liga Arab Minta Iran Hati-hati

admin Minggu, 16 Juni 2019 13:55 WIB
Dailymail
Gambar yang dirilis oleh kantor berita ISNA menunjukkan kapal tanker Front Altair dilalap api setelah diduga diserang dengan torpedo di Teluk Oman, Kamis (13/6). Pemerintah Inggris dan AS menyatakan Iran sebagai dalang serangan dua tanker di Teluk Oman.
Dubai (SIB) -Sekretaris Jendral Liga Arab Ahmed Aboul Gheit mengatakan Iran harus berhati-hati dan mundur dari langkah mereka yang dapat memicu konfrontasi di kawasan. Amerika Serikat (AS) menuduh Iran bertanggung jawab atas serangan di dekat Selat Hormuz.
"Kami tanggung jawab perlu didefinisikan dengan jelas, fakta-faktanya akan diungkapkan, saya yakin ini cuma masalah waktu," kata Gheit, usai bertemu Sekretaris Jendral PBB Antonio Guterres, Sabtu (15/6).

Iran membantah terlibat dalam serangan kapal tanker di Selat Hormuz. Pada Kamis (13/6) kapal tanker minyak dekat Selat Hormuz dilaporkan diserang. Serangan itu mengakibatkan satu di antara kedua kapal terbakar dan terombang-ambing di lautan. "Saya meminta kepada orang Iran, dan saya menyebut mereka saudara Iran, Berhati-hati dan mundur karena Anda mendorong semua orang ke arah konfrontasi yang tidak satu pun orang aman jika itu terjadi," kata Gheit.

Pemerintah Inggris setuju dengan kesimpulan AS yang menyatakan Iran sebagai dalang serangan dua tanker di Teluk Oman. Kementerian Luar Negeri Inggris menyatakan hampir pasti cabang militer Iran yakin Garda Revolusi yang menyerang tanker-tanker tersebut.

Inggris juga yakin Iran yang berada dibalik serangan terhadap empat kapal tanker minyak dekat pelabuhan Fujairah di Uni Emirat Arab bulan lalu. Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt mengatakan serangan tersebut membangun pola perilaku Iran yang berusaha mengganggu stabilisasi dan menjadi ancaman serius di kawasan Timur Tengah. "Inggris tetap berkoordinasi dengan rekan internasional untuk menemukan solusi diplomatik demi menurunkan ketegangan," kata Hunt.

Sementara itu Sekjen PBB Antonio Guterres meminta adanya investigasi independen untuk menyelidiki serangan tersebut. Ia mengatakan sangat penting untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. "Kami yakin sangat penting untuk menghindari, dengan segala cara, konfrontasi besar di Teluk," katanya. Guterres mengatakan PBB sudah berbicara dengan semua pihak. Tapi pada saat ini mereka tidak memiliki mekanisme dialog yang mungkin untuk dilakukan.

Sebelumnya Presiden AS Donald Trump menyalahkan Iran atas serangan tanker minyak di Selat Hormuz. Tapi ia juga berharap gertakan AS dapat digunakan untuk mendorong Iran melakukan pembicaraan. Disisi lain Pentagon mempertimbangkan untuk meningkatkan kekuataan di kawasan Teluk Persia.

Satu hari setelah sebuah ledakan yang membuat lubang di dua kapal tanker yang sedang berada di perairan Iran, pasar minyak dunia sediki terguncang. Pemerintahan Trump terjebak antara menekan Iran dan menenangkan sekutu mereka di Teluk tapi disisi lain juga harus menghindari konflik militer.

"Iran yang melakukannya," kata Trump dalam acara Fox & Friends di stasiun televisi Fox, Sabtu (15/6). Trump tidak menjabarkan buktinya tapi militer AS mirilis video yang kata mereka menunjukan Garda Revolusi Iran sedang mencopot ranjau yang tidak meledak di salah satu tanker minyak yang diincar. Video yang memperlihatkan Teheran bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Trump memang mengarahkan telunjuknya ke Iran dan mengatakan mereka melakukan aksi terorisme. Tapi ia juga mengundang Iran untuk melakukan negosiasi. Sebuah pendekatan yang juga ia lakukan dengan Korea Utara dalam upaya denuklirisasi Semenanjung Korea.

Iran hanya menunjukan tanda mundur dari langkah mereka. Menciptakan ketidakpastian sejauh mana pemerintahan Trump dapat terus menekan mereka dengan sanksi-sanksi. Iran membantah terlibat dalam serangan di Selat Hormuz. Mereka menuduh Washington melakukan 'kampanye menciptakan ketakutan atas Iran' dalam perang ekonomi.

Pejabat AS yang tidak disebutkan namanya mengatakan tim Angkatan Laut AS berada di atas kapal tanker milik Jepang, Kokuka Courageous. Pejabat tersebut mengatakan tim Angkatan Laut AS sedang mengumpulkan bukti-bukti forensik di kapal itu. (T/t)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments