Kamis, 16 Jul 2020
  • Home
  • Luar Negeri
  • Daging Babi Langka, Ratusan Warga Venezuela Gelar Aksi Demonstrasi

Daging Babi Langka, Ratusan Warga Venezuela Gelar Aksi Demonstrasi

Minggu, 31 Desember 2017 14:05 WIB
Caracas (SIB)- Ratusan orang Venezuela turun ke jalan di daerah miskin di Caracas untuk memprotes kekurangan daging babi yang akan diolah menjadi makanan tradisional Natal. Hal tersebut termasuk dalam gejala ketidakpuasan sosial selama krisis ekonomi yang brutal di Venezuela.

Pemerintahan Presiden Nicolas Maduro telah berjanji untuk menyediakan daging bersubsidi kepada orang-orang Venezuela pada akhir tahun keempat resesi di negara OPEC. Namun banyak di beberapa daerah, hal itu tidak terwujud dan menimbulkan sebuah keputusasaan.

Media lokal dan pengguna Twitter memasang gambar ratusan orang yang berdiri di jalanan dan membakar sampah di Caracas, mengeluhkan pengiriman daging babi yang gagal. Beberapa aksi protes berlanjut hingga Kamis (29/12), di mana beberapa pengguna media sosial menyebutnya "revolusi babi".

Maduro, yang telah menuduh "perang ekonomi" yang dipimpin oleh asing melawan pemerintahannya, melalui siaran TV menyalahkan Portugal karena gagal mengimpor daging babi tepat waktu saat Natal. "Apa yang terjadi dengan daging babi? Mereka menyabotase kita. Saya bisa menamai sebuah negara: Portugal," kata Maduro, dilansir dari Reuters, Sabtu (30/12). "Kami membeli daging babi, menandatangani kesepakatan, tapi mereka mengejar rekening bank kapal," tambahnya, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Pejabat senior lainnya mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS), yang telah menjatuhkan sanksi kepada pemerintah Maduro, telah bersandar di Lisbon. "Pemerintah Portugal tentu tidak memiliki kekuatan untuk menyabotase pengiriman daging babi. Kita hidup dalam ekonomi pasar. Perusahaan bertanggung jawab atas ekspor," ungkap Menteri Luar Negeri Portugal Augusto Santos Silva mengatakan kepada stasiun radio Portugis.

Silva juga menambahkan bahwa dia akan mencari informasi dari kedutaan besar Portugis di Venezuela untuk mengklarifikasi situasi. Maduro sering menyalahkan oposisi, AS, dan pihak asing lainnya untuk krisis ekonomi dan sosial negara di Venezuela di mana jutaan orang menderita kekurangan produk dasar, hiperinflasi, dan infrastruktur yang hancur.

Demonstrasi terkait daging babi menambah demonstrasi dan rintangan yang tersebar di Venezuela selama masa Natal setelah terjadi pemadaman listrik, harga barang yang tinggi, dan penjatahan bahan bakar. Sebanyak 28 orang ditangkap karena melakukan penjarahan di negara bagian Bolivar Selatan.
Kritikus menyalahkan kesalahpahaman pemerintah terhadap ekonomi, ditambah dengan korupsi dan inefisiensi yang merajalela, selama hampir dua dekade pemerintahan sayap kiri di negara berpenduduk 30 juta orang. "Dengan atau tanpa sabotase, tidak ada yang akan menghilangkan kebahagiaan Natal dari masyarakat," tukas Maduro. (Okz/h)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments