Selasa, 21 Jan 2020
  • Home
  • Luar Negeri
  • DPR AS Minta Senat Adil Saat Proses Sidang Pemakzulan Trump

DPR AS Minta Senat Adil Saat Proses Sidang Pemakzulan Trump

redaksi Selasa, 14 Januari 2020 21:41 WIB
cnnindonesia.com
Ketua Dewan Perwakilan Amerika Serikat Nancy Pelosi meminta Senat berlaku adil saat memulai sidang pemakzulan Presiden Donald Trump.
Washington (SIB)
Ketua Dewan Perwakilan Amerika Serikat Nancy Pelosi meminta Senat berlaku adil saat memulai sidang pemakzulan Presiden Donald Trump. "Sekarang bola (pemakzulan) ada di meja persidangan mereka (Senat) untuk melanjutkan atau untuk membayar semuanya karena tidak melakukan apa-apa. Saya pikir sudah cukup banyak kesaksian untuk memecat Trump dari Gedung Putih," kata Pelosi pada Minggu (12/1).

Senat diperkirakan akan segera memulai persidangan pemakzulan orang nomor satu di AS itu. Partai Republik yang mendominasi Senat memiliki cukup suara untuk membatalkan pemakzulan Trump.

Sementara itu, Pelosi akan menggelar rapat dengan fraksi Partai Demokrat sebelum mengirim Rancangan Undang-Undang pemakzulan Trump kepada Senat selambat-lambatnya pekan ini.

Pelosi mengaku menerima banyak surat elektronik dari berbagai politikus dan pejabat lainnya yang mendukung dakwaan pemakzulan terhadap Trump. Ia bahkan menuturkan mantan penasihat keamanan AS, John Bolton, telah menyatakan kesediaan untuk bersaksi dalam sidang pemakzulan jika dipanggil Senat.

Pelosi menuturkan jika Senat gagal memanggil Bolton, DPR lah yang akan memanggil mantan tangan kanan Trump itu untuk bersaksi. Pernyataan itu diutarakan Pelosi setelah Trump mengancam akan menggunakan hak keistimewaan presiden untuk memblokir Bolton agar tidak bersaksi di persidangan Senat.

Trump berkeras tidak menyalahi kewenangannya sebagai presiden sehingga tidak pantas dimakzulkan. Ia bahkan meminta Senat untuk langsung membatalkan sidang pemakzulannya. "Kenapa saya harus menghadapi stigma pemakzulan yang melekat pada diri saya ketika saya tidak melakukan kesalahan apa pun. Sangat tidak adil bagi 10 juta pemilih (yang mendukung saya di pemilu)," kicau Trump di Twitter seperti dikutip dari AFP. Trump menganggap proses pemakzulan yang digagas fraksi Demokrat di Dewan Perwakilan ini merupakan upaya pembunuhan karakter terhadap dirinya. (AFP/CNNI/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments