Minggu, 09 Agu 2020
  • Home
  • Luar Negeri
  • China Akan Terus Lanjutkan "Pelatihan" Warga Muslim di Xinjiang

China Akan Terus Lanjutkan "Pelatihan" Warga Muslim di Xinjiang

redaksi Selasa, 10 Desember 2019 20:38 WIB
Getty Images/AFP
Kamp
Beijing (SIB)
Pemerintah China membela keberadaan kamp-kamp pendidikan ulang di Xinjiang dan menyatakan akan terus melanjutkan "pelatihan" warga di wilayah tersebut. Hal ini disampaikan menyusul bocornya dokumen pemerintah China mengenai pengawasan dan pengendalian penduduk muslim Uighur di wilayah tersebut.

Kelompok-kelompok HAM memperkirakan lebih dari satu juta warga Uighur dan minoritas muslim lainnya ditahan di kamp-kamp tersebut. Dalam konferensi pers, ketua wilayah Xinjiang, Shohrat Zakir membantah perkiraan perkiraan oleh kelompok-kelompok HAM dan pakar asing bahwa lebih dari satu juta warga Uighur dan sebagian besar minoritas muslim lainnya ditahan di kamp.

Namun dia tidak memberikan angka untuk jumlah orang yang tinggal di apa yang oleh pemerintah digambarkan sebagai "pusat pendidikan kejuruan". "Para siswa ... dengan bantuan pemerintah telah mendapatkan pekerjaan yang stabil (dan) meningkatkan kualitas hidup mereka," kata Zakir seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (9/12).

Saat ini, mereka yang ada di pusat-pusat itu "telah menyelesaikan kursus mereka," ujarnya seraya menambahkan bahwa "ada orang yang masuk dan keluar."

Selain fasilitas-fasilitas tersebut, langkah selanjutnya pemerintah Xinjiang adalah "melanjutkan pelatihan pendidikan harian, rutin, normal, dan terbuka untuk para kader desa, anggota partai pedesaan, petani, penggembala, dan lulusan sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas yang menganggur," ujarnya tanpa merinci pernyataannya.

Bulan lalu, media Amerika Serikat, New York Times memperoleh 403 dokumen tentang tindakan keras Beijing terhadap sebagian besar etnis minoritas muslim di Xinjiang, termasuk pidato Presiden China Xi Jinping yang tidak dipublikasikan, yang mendesak para pejabat untuk menunjukkan "sama sekali tidak ada ampun" terhadap para ekstremis. Bocoran dokumen pemerintah yang terpisah oleh International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ) menunjukkan bagaimana pejabat lokal diperintahkan untuk memantau para tahanan kamp dan mencegah mereka melarikan diri. (AFP/dtc/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments